Kemenangan telak 3-0 atas Levante di Camp Nou secara resmi mengantarkan Barcelona melewati Real Madrid ke puncak klasemen LaLiga 2025/2026. Di bawah arahan pelatih Hansi Flick, Blaugrana menampilkan gaya permainan menyerang yang berapi-api dan efektif.
1. Sebuah “serangan pendahuluan” yang sangat cepat
Sebelum para penggemar di Camp Nou sempat duduk di tempat duduk mereka, Barcelona memberikan pukulan telak pada rencana pertahanan Levante. Pada menit ke-4, dari umpan silang cerdas Eric Garcia di sayap kiri, talenta muda Marc Bernal berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat untuk menyarangkan bola ke gawang dari jarak dekat, membuka skor.
Gol cepat tersebut tercatat sebagai gol tercepat Barca di La Liga musim ini dan memiliki signifikansi taktis yang sangat besar. Gol itu memaksa Levante untuk meninggalkan gaya bertahan mereka yang biasa dan maju menyerang, sehingga membuka celah mematikan yang dapat dimanfaatkan para penyerang Barca selama sisa pertandingan.
2. Joao Garcia melakukan penyelamatan yang “tak ternilai”
Meskipun meraih kemenangan telak 3-0 , Barca terancam kebobolan hanya 18 detik setelah pertandingan dimulai. Kesalahan ceroboh dari lini pertahanan memungkinkan Alvarez (Levante) menerobos dan berhadapan langsung dengan kiper. Namun, Joan Garcia membuktikan kemampuannya dengan penyelamatan spektakuler dalam hasil imbang 1-1.
Seandainya situasi itu berujung pada gol, jalannya pertandingan bisa berubah menjadi sangat berbeda dan sulit. Keandalan Garcia memberikan keuntungan psikologis yang solid, memungkinkan rekan-rekan setimnya di lini depan untuk dengan percaya diri menunjukkan kemampuan mereka.
3. Hari yang cemerlang bagi Joao Cancelo
Bek asal Portugal ini adalah “kekuatan penyerang” paling berbahaya di sayap kiri Barcelona. Cancelo bekerja tanpa lelah, terus-menerus mengganggu pertahanan lawan.
Ia tidak hanya kurang beruntung ketika tembakannya pada menit ke-27 membentur tiang gawang, tetapi ia juga secara langsung memberikan assist untuk gol Frenkie de Jong yang membuat skor menjadi 2-0. Fleksibilitas bintang kelahiran 1994 ini membantu tim tuan rumah dengan mudah beralih dari bertahan ke menyerang, menjadikan sayap kanan sebagai titik lemah Levante.
4. Penampilan gemilang Frenkie de Jong
Gol Frenkie de Jong pada menit ke-32, yang menjadikan skor 2-0, memastikan harapan Levante untuk meraih satu poin. Gelandang asal Belanda itu mencetak gol dengan penyelesaian yang apik, sekaligus mendominasi lini tengah.
Kemampuan De Jong untuk mengontrol tempo, menghindari tekanan lawan, dan mendistribusikan bola membantu Barcelona mempertahankan tingkat penguasaan bola yang luar biasa (hampir 79% di babak pertama). Dia menjadi penghubung yang sempurna, membantu mesin Hansi Flick berjalan lancar dan meredam setiap serangan dari lawan.
5. Kekuatan ofensif yang luar biasa
Kemenangan 3-0 secara akurat mencerminkan sifat pertandingan yang timpang. Blaugrana menciptakan “hujan” peluang dengan total 22 tembakan (9 tepat sasaran), mencapai expected goals (xG) sebesar 2,92. Angka ini jauh lebih tinggi daripada xG Levante yang hanya 0,53.
Ini menunjukkan bahwa sistem taktik 4-2-3-1 Hansi Flick telah mencapai tingkat kemahiran yang tinggi. Mereka tidak hanya mengontrol bola, tetapi Barca juga tahu bagaimana menerjemahkan keunggulan mereka menjadi peluang mencetak gol yang jelas.
Scr/Mashable
















