Klub raksasa Serie A Liga Italia, AC Milan menargetkan bek tengah Timnas Indonesia, Jay Idzes sebagai target potensial untuk jendela transfer pertengahan musim 2025/26.
Menurut Sky Sports Italia, tim merah-hitam sangat kepincut dengan kemajuan pesat bek tengah berusia 25 tahun itu dan menganggapnya sebagai tipe pemain yang cocok dengan persyaratan taktis modern pelatih Max Allegri.
Meskipun belum ada negosiasi resmi antara Milan dan Sassuolo, Rossoneri dikabarkan telah sepakat untuk terus memantaunya secara ketat di masa mendatang. Sumber tersebut mengungkapkan bahwa Milan sangat terkesan dengan gaya bermain Idzes yang dinamis. Ia dapat bermain di ketiga posisi dalam sistem pertahanan tiga bek.
Ketertarikan Milan dipicu oleh penampilan impresif Idzes di Serie A. Setelah bergabung dengan Sassuolo pada musim panas 2025, ia dengan cepat menjadi pemain yang menonjol berkat permainannya yang kuat, kemampuan membaca situasi yang baik, dan kemampuannya untuk mengalirkan bola dari belakang.
Musim ini, kapten Indonesia ini menjadi starter dalam 12 dari 13 pertandingan Serie A, membantu Sassuolo finis di posisi ke-10 dengan 17 poin. Kecepatan adaptasi Idzes membuat banyak pakar menilai dia sebagai salah satu pemain muda berbakat musim ini.
Lahir dan besar di Belanda, Idzes mewakili tim muda “Badai Oranye” sebelum memutuskan untuk dinaturalisasi di Indonesia – tanah kelahiran kakek-neneknya. Ia menjalani debut untuk tim nasional Indonesia pada Maret 2024 dan memainkan peran kunci dalam pertahanan “Tim Garuda”.
Jay Idzes Ungkap Rahasia Jadi Kapten Timnas Indonesia di Usia Muda
Menjadi andalan dan diberi ban kapten untuk Timnas Indonesia hanya dalam waktu singkat, bek tengah Jay Idzes berbagi tentang proses pembelajaran untuk mengambil peran kepemimpinan.
Hanya dalam waktu singkat, bek tengah Jay Idzes telah mengukuhkan perannya yang tak tergantikan di timnas Indonesia, sekaligus tetap menorehkan prestasi gemilang di Serie A. Di usianya yang baru 25 tahun, pemain kelahiran Belanda ini tak hanya piawai sebagai pemain bertahan, tetapi juga dibekali ban kapten, sebuah bukti nyata kepemimpinannya yang luar biasa.
Setelah resmi menjadi warga negara Indonesia pada Desember 2023, Jay Idzes langsung melakoni debutnya pada Maret 2024 dalam kemenangan 1-0 atas Vietnam. Sejak itu, ia telah mencatatkan total 16 caps untuk tim nasional dan dipercaya menjadi kapten dalam 12 pertandingan, dimulai dengan hasil imbang 1-1 melawan Arab Saudi di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berbicara tentang peran penting ini di situs web resmi klub Sassuolo, Jay Idzes mengatakan bahwa ia selalu berusaha belajar untuk meningkatkan diri. ” Saya berusaha menjadi pemimpin baik di dalam maupun di luar lapangan. Seiring waktu, dengan pengalaman, saya telah belajar dan mengamati kapten lain sebelumnya atau pemimpin lain dari tim yang pernah saya bela, dan itu telah membantu saya meningkatkan keterampilan kepemimpinan saya.”
Pemain kelahiran 2000 itu juga mengakui bahwa ini merupakan pengalaman baru namun mengasyikkan. ” Tentu saja, ada tanggung jawab, tetapi saya tidak takut dan bahkan menikmatinya, sejujurnya,” tambahnya. Idzes juga tak melupakan momen saat ia mencetak gol pertamanya untuk timnas melawan Vietnam, sebuah kenangan yang ia gambarkan sebagai kenangan yang tak terlupakan di hadapan puluhan ribu penonton di Stadion My Dinh.
Perkembangan pesat Jay Idzes, dari pemain naturalisasi menjadi pemimpin, telah membawa vitalitas baru bagi lini pertahanan “Garuda”. Meskipun perjalanan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 telah berakhir, peran dan pengaruh bek Serie A ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi Timnas Indonesia untuk meraih target-target besar di masa depan.
Saat ini, Indonesia memiliki banyak pemain berkualitas yang bermain di 5 liga top Eropa. Bek kanan Kevin Diks dan kiper Emil Audero juga merupakan pilar Monchengladbach (Bundesliga) dan Cremonese (Serie A).
Scr/Mashable















