Antonio Conte Berpeluang Double Job, Latih Napoli dan Timnas Italia Secara Bersamaan

08.04.2026
Antonio Conte Berpeluang Double Job, Latih Napoli dan Timnas Italia Secara Bersamaan
Antonio Conte Berpeluang Double Job, Latih Napoli dan Timnas Italia Secara Bersamaan

Presiden Napoli telah memberi lampu hijau kepada Antonio Conte untuk juga mengambil peran sebagai pelatih tim nasional Italia di tengah krisis yang dialami “Azzurri”.

Antonio Conte muncul sebagai kandidat utama untuk posisi pelatih kepala tim nasional Italia menyusul perubahan besar dalam kepemimpinan. Yang menarik, ia bisa mengambil peran ini tanpa meninggalkan Napoli.

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, mengkonfirmasi bahwa ia siap menerima opsi agar Conte mengambil peran ganda tersebut. “Jika Conte mengajukan tawaran itu, saya rasa saya akan setuju,” katanya.

Namun, presiden Napoli itu juga menekankan bahwa Conte tidak akan terburu-buru menerima tawaran tersebut tanpa adanya proyek yang jelas dan stabil.

Tim nasional Italia berada dalam keadaan tidak pasti menyusul kegagalan mereka di babak play-off Piala Dunia 2026. Pelatih Gennaro Gattuso dan Presiden Federasi Sepak Bola Italia, Gabriele Gravina, keduanya telah mengundurkan diri.

Dalam jangka pendek, “Azzurri” kemungkinan akan dipimpin oleh pelatih sementara Silvio Baldini dalam pertandingan persahabatan bulan Juni.

Dalam konteks itu, Conte menjadi pilihan yang diharapkan. Pelatih berusia 56 tahun ini terkenal karena kemampuannya untuk mengatur disiplin dan dengan cepat menciptakan struktur kemenangan.

Dia membantu Chelsea memenangkan Liga Primer pada musim 2016/17, saat Pep Guardiola dan Jose Mourinho dianggap sebagai manajer yang lebih kuat.

Sebelumnya, Conte memenangkan tiga gelar Serie A berturut-turut bersama Juventus dan memiliki pengalaman melatih tim nasional Italia. Setelah meninggalkan Chelsea, ia kemudian memenangkan gelar Serie A bersama Inter Milan dan Napoli.

Usulan agar Conte mengemban dua peran menyoroti urgensi pembangunan kembali sepak bola Italia. Jika kesepakatan ini terwujud, ini bisa menjadi titik balik penting bagi “Azzurri” untuk keluar dari krisis yang sedang mereka alami.

Sebelumnya, mantan manajer Chelsea lainnya, Guus Hiddink, juga sukses melatih tim nasional Rusia dan Chelsea secara bersamaan. Yang menarik, manajer ini terkenal ketika memegang kedua peran tersebut di PSV Eindhoven dan tim nasional Australia pada tahun 2006.

Gattuso Tinggalkan Jabatan Pelatih Timnas Italia, Conte dan Allegri Masuk Radar

Gennaro Gattuso kemungkinan akan meninggalkan tim nasional setelah kekalahan mengejutkan di Piala Dunia 2026, dan dua nama yang disebut-sebut sebagai penggantinya adalah Antonio Conte atau Massimiliano Allegri.

Menurut Sky Sport Italia , Gennaro Gattuso mungkin memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tim nasional Italia, mengakhiri masa jabatannya yang singkat namun penuh tekanan setelah kegagalan mereka di babak play-off Piala Dunia 2026. Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap staf pelatih dan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Gattuso mengambil alih tim selama periode transisi yang sulit, ketika Italia masih berjuang untuk mendapatkan kembali kejayaannya setelah memenangkan Euro 2020. Namun, kekalahan dari Bosnia di pertandingan play-off terakhir berarti “Azzurri” gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut, sebuah kejutan besar bagi negara sepak bola yang telah memenangkan Piala Dunia empat kali.

Menurut Sky Sport Italia, pengunduran diri Gattuso adalah keputusan proaktif yang bertujuan untuk mengurangi tekanan pada tim nasional dan membuka jalan bagi proses pembangunan kembali secara menyeluruh. Hal ini dipandang sebagai langkah yang diperlukan mengingat penurunan kepercayaan yang signifikan terhadapnya setelah serangkaian hasil yang mengecewakan.

Segera setelah Gattuso meninggalkan posisinya, FIGC memulai proses pencarian pelatih baru. Dua nama yang paling menonjol saat ini adalah Antonio Conte dan Massimiliano Allegri. Keduanya adalah ahli strategi berpengalaman, telah memenangkan banyak gelar di level klub dan memiliki kualifikasi untuk membangkitkan kembali tim nasional yang sedang krisis.

Conte sangat dihargai karena kemampuan organisasinya dan kemampuannya menanamkan disiplin, sementara Allegri menonjol karena pragmatisme dan pengalamannya dalam menangani tekanan di pertandingan besar. Pilihan antara kedua pelatih ini akan membentuk arah selanjutnya dari sepak bola Italia selama fase pembangunan kembali ini.

Setelah tiga kali berturut-turut gagal lolos ke Piala Dunia, Italia tidak punya banyak waktu lagi untuk ragu-ragu. Keputusan di bangku pelatih sekarang bukan hanya tentang personel, tetapi juga titik balik penting bagi masa depan “Azzurri”.

Scr/Mashable





Don't Miss