Arsenal Buka Peluang Rekrut Arda Guler dari Real Madrid

05.01.2026
Arsenal Buka Peluang Rekrut Arda Guler dari Real Madrid
Arsenal Buka Peluang Rekrut Arda Guler dari Real Madrid

Arsenal bisa mewujudkan salah satu kesepakatan transfer terbesar musim panas 2026 dengan menargetkan Arda Guler dari Real Madrid.

Menurut Fichajes, Arsenal sedang bersiap untuk mengajukan tawaran yang bisa mencapai 80 juta euro kepada Real Madrid . Opsi yang sedang dipertimbangkan adalah kesepakatan pinjaman dengan klausul pembelian, yang bertujuan untuk mengurangi tekanan langsung dan membujuk Real Madrid untuk melepaskan aset berharga mereka.

“Arteta yakin Guler sangat cocok dengan filosofi Arsenal yang mengutamakan penguasaan bola, pergerakan cepat, dan kreativitas, serupa dengan kesuksesan yang mereka raih saat merekrut pemain dari La Liga ,” ungkap surat kabar Spanyol tersebut.

Namun, Real Madrid belum memberikan tanggapan. Di bawah pelatih Xabi Alonso, Arda Guler dianggap sebagai pemain kunci masa depan dalam rencana rotasi skuad jangka panjang. Pelatih asal Basque itu sangat menghargai kemampuan gelandang muda tersebut dalam menciptakan peluang dan ingin mempertahankannya di Bernabeu, terutama karena Guler masih memiliki kontrak hingga 2029.

Musim ini, pemain Turki itu telah mencetak 3 gol dan memberikan 7 assist, angka yang cukup untuk meningkatkan kepercayaan diri staf pelatih Real Madrid.

Bagi Arsenal, daya tarik Liga Premier dan janji untuk mendapatkan tempat reguler di tim inti adalah senjata terbesar mereka. Meskipun komitmen Guler kepada Real Madrid tetap kuat, Arsenal tidak berniat untuk menyerah.

Bersaing dengan Manchester City

Sebelumnya Manchester City juga siap menghabiskan banyak uang untuk memiliki talenta muda yang saat ini bermain untuk Real Madrid, Arda Guler.

Menurut Fichajes, Manchester City siap mengajukan tawaran 100 juta euro atau sekitar Rp2 triliun kepada Real Madrid , yang menjadikan Arda Guler sebagai pemain dengan biaya transfer tertinggi kedua dalam sejarah Stadion Etihad, hanya di belakang Jack Grealish, saat ia didatangkan dari Aston Villa dengan harga 117,5 juta euro.

“Pep Guardiola sangat terkesan dengan bakat Guler dan yakin bintang muda Turki itu akan sangat cocok dengan sistem Man City sebagai pemain nomor 8,” ungkap surat kabar Spanyol tersebut.

Guler memiliki teknik dan visi yang tak terbantahkan. Namun, dalam pertandingan besar, pemain andalan Real Madrid ini membutuhkan lebih dari itu: ketenangan di bawah tekanan, stamina, dan kemampuan membaca permainan di level tertinggi.

Saat ini, Guler masih kekurangan hal-hal tersebut. Oleh karena itu, tawaran 100 juta euro dari Man City dapat membuka arah baru bagi “Los Blancos”, yaitu menjual Guler dan mendatangkan gelandang yang lebih berkelas.

Arda Guler dan Jude Bellingham Timbulkan Masalah di Real Madrid

Performa Real Madrid yang tidak konsisten setiap kali Arda Guler dan Jude Bellingham berada di lapangan bersama-sama membuat pelatih Xabi Alonso pusing.

Setelah kekalahan 0-2 di Santiago Bernabeu melawan Celta Vigo pada 8 Desember, media Spanyol berpendapat bahwa Real Madrid kerap kali kesulitan setiap kali Arda Guler dan Jude Bellingham berada di lapangan bersama.

AS mengatakan kekalahan tersebut telah memicu kekhawatiran tentang ketidakseimbangan taktik dan hubungan internal di bawah asuhan pelatih Xabi Alonso. Meskipun kedua pemain tersebut memang berbakat, peran dan kecenderungan gaya bermain mereka yang tumpang tindih sebagai gelandang serang seringkali membuat tim kurang solid.

Guler dan Bellingham sama-sama unggul dalam peran nomor 10 atau gelandang serang sayap, memprioritaskan kreativitas, lebih suka menembus area penalti dan berkoordinasi dengan striker seperti Kylian Mbappe atau Vinicius Junior.

Namun, ketika keduanya tampil, Real Madrid seringkali kekurangan kedalaman di lini tengah, meninggalkan celah mematikan di depan pertahanan, yang menyebabkan kerapuhan dalam melakukan pressing dan transisi defensif.

Hal ini paling terlihat dalam pertandingan melawan Celta Vigo, ketika Guler dan Bellingham sama-sama bermain sebagai starter dalam formasi 4-2-3-1. Meskipun Guler dan Bellingham tidak tampil terlalu buruk secara individu, tim tetap kebobolan dua gol dan menerima dua kartu merah.

Mantan analis Real Madrid, Alvaro Benito, menyatakannya dengan singkat: “Ini bukan hanya tentang menurunkan pemain terbaik di lapangan, tetapi tentang apa yang dibutuhkan tim.” Kehadiran kedua pemain ini secara bersamaan terkadang menciptakan “terlalu banyak talenta” di lini serang tetapi membuat sayap dan pertahanan tengah menjadi tidak seimbang.

Sebaliknya, pertandingan di mana hanya satu dari mereka yang menjadi starter, seperti kemenangan 3-0 di Athletic Bilbao (Bellingham bermain tanpa Guler), menunjukkan kontrol lini tengah yang unggul.

Data dari Opta menunjukkan bahwa sejauh ini di musim 2025/26, tingkat kemenangan Real Madrid turun menjadi 60% ketika kedua pemain bermain selama 60 menit atau lebih, dibandingkan dengan 85% ketika salah satu dari mereka absen.

Performa Real yang tidak konsisten dengan Guler dan Bellingham di lapangan memaksa Alonso untuk mencari cara menyesuaikan susunan lini tengahnya, jika tidak, pelatih Spanyol itu akan membayar mahal.

Scr/Mashable




Don't Miss