Bek Paris Saint-Germain (PSG), Lucas Hernandez terlibat dalam sebuah insiden yang sedang ramai dibicarakan di kalangan publik Prancis.
Menurut majalah Paris Match, Kantor Kejaksaan Negeri Versailles telah menerima pengaduan terhadap Lucas Hernandez dan istrinya, Victoria Triay. Penggugat adalah sebuah keluarga Kolombia yang terdiri dari pasangan tersebut dan tiga anak mereka, yang diduga bekerja untuk pasangan tersebut antara September 2024 dan November 2025 tanpa kapasitas hukum yang sah.
Keluarga tersebut, yang berasal dari Kolombia, mengatakan bahwa mereka datang ke Prancis dengan harapan tinggi setelah menerima janji kehidupan yang lebih baik dan kesempatan untuk mendapatkan uang guna mendukung kerabat di kampung halaman. Namun, menurut pengakuan mereka, kenyataan dengan cepat berubah jauh berbeda dari apa yang mereka bayangkan.
Para anggota keluarga mengklaim bahwa mereka harus melakukan berbagai tugas untuk Hernandez dan istrinya, termasuk pengamanan, membersihkan rumah, memasak, dan mengasuh anak.
Yang perlu diperhatikan, mereka mengklaim dipaksa bekerja lembur tanpa diberikan kontrak kerja atau diwajibkan untuk melaporkan pekerjaan mereka sesuai dengan hukum Prancis.
Faktor-faktor ini mendorong keluarga Kolombia tersebut untuk mengajukan gugatan, menuduh pasangan bintang PSG itu mempekerjakan pekerja tanpa dokumen yang sah dan terlibat dalam perdagangan manusia. Saat ini, kasus tersebut sedang ditinjau oleh pihak berwenang, dan belum ada kesimpulan resmi dari pihak penuntut.
Adapun Hernandez, bek PSG itu belum menanggapi tuduhan tersebut. PSG juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai situasi pemain internasional Prancis itu, mengingat ia merupakan bagian penting dari skuad di bawah pelatih Luis Enrique.
PSG Alami Kekalahan Mengejutkan
Sementara itu, PSG kalah 1-2 dari tuan rumah Sporting Lisbon pada matchday ketujuh Liga Champions 2026/2026, Rabu 21 Januari 2026 dini hari WIB.
Memasuki pertandingan dengan semangat tinggi, PSG dengan cepat menunjukkan kepercayaan diri di Lisbon saat Vitinha dan Nuno Mendes berulang kali menguji kiper Rui Silva di menit-menit awal. Permainan berlangsung terbuka dengan peluang yang terdistribusi merata antara kedua tim. Geny Catamo dari Sporting hampir membuka skor ketika tembakannya sedikit meleset dari sasaran, sementara Senny Mayulu dan kapten Marquinhos terus menerus memberikan tekanan pada pertahanan tim tuan rumah.
PSG mendominasi penguasaan bola dan hampir mencetak gol pada menit ke-30 ketika Warren Zaire-Emery menyundul bola ke gawang, tetapi gol tersebut dianulir karena pelanggaran. Namun, Sporting-lah yang menciptakan peluang paling berbahaya di akhir babak pertama, dengan Hidemasa Morita sayangnya gagal mengeksekusi penalti.
Di babak kedua, tim tamu mempertahankan dominasinya, tetapi penyelesaian akhir PSG yang kurang efektif membuat mereka rugi besar. Pada menit ke-74, Luis Suarez memanfaatkan bola rebound di kotak penalti untuk membuka skor bagi Sporting. PSG dengan cepat menyamakan kedudukan berkat tendangan jarak jauh spektakuler dari Khvicha Kvaratskhelia, tetapi drama benar-benar mencapai puncaknya di menit terakhir. Suarez menyelesaikan brace-nya dengan sundulan tenang dari bola rebound, mengamankan kemenangan bersejarah bagi Sporting CP.
Hasil ini untuk sementara waktu menaikkan Sporting ke posisi keenam di klasemen Liga Champions , sementara PSG meninggalkan Lisbon dengan kekecewaan dan berisiko tergeser dari zona kualifikasi langsung jika mereka gagal mengalahkan Newcastle di pertandingan terakhir.
Scr/Mashable
















