Bryan Mbeumo mencetak sejarah di Manchester United dengan menjadi salah satu pemain langka yang mencetak gol melawan Arsenal, Manchester City, dan Liverpool dalam musim Liga Inggris yang sama.
Gol Bryan Mbeumo melawan Arsenal tidak hanya membantu Manchester United menyamakan kedudukan di kandang lawan, tetapi juga menandai tonggak sejarah istimewa dalam sejarah Setan Merah di Premier League.
Striker asal Kamerun itu menjadi pemain Manchester United pertama yang mencetak gol melawan Arsenal, Manchester City, dan Liverpool dalam musim yang sama, menyusul prestasi serupa yang dilakukan Marcus Rashford pada musim 2022/23.
Yang lebih luar biasa lagi, Mbeumo adalah pemain Manchester United pertama yang mencapai prestasi ini di musim debutnya sejak legenda Robin van Persie pada musim 2012/13. Perbandingan ini menyoroti sifat luar biasa dari pencapaian yang baru saja diraih oleh striker kelahiran 1999 ini, terutama mengingat Manchester United saat ini sedang mengalami periode perubahan yang signifikan.
Kemampuan Mbeumo mencetak gol melawan lawan-lawan besar jelas mencerminkan gaya bermainnya. Dia bukan tipe pemain yang hanya bersinar melawan tim yang lebih lemah, tetapi sering muncul di saat yang tepat dalam pertandingan bertekanan tinggi.
Kecepatan, keberanian, dan pergerakan cerdas Mbeumo memungkinkannya untuk memanfaatkan ruang melawan lawan-lawan top Inggris. Bisa juga dikatakan bahwa Mbeumo memiliki kemampuan mencetak gol melawan tim-tim yang termasuk dalam “Enam Besar” liga.
Tentu saja, statistik ini saat ini hanyalah penguat moral bagi Mbeumo dan MU. Tetapi dalam konteks sejarah MU, yang telah menyaksikan musim debut ikonik seperti Van Persie, pencapaian Mbeumo merupakan penegasan kuat akan potensi dan perannya.
Jika ia mempertahankan tingkat konsistensinya saat ini, striker asal Kamerun ini bisa menjadi pemain kunci dalam rencana pembangunan kembali tim merah.
Pada Senin 26 Januari 2026 dini hari WIB, MU mengalahkan Arsenal 3-2 di Stadion Emirates. Hasil ini mengantarkan MU ke posisi 4 besar dengan 38 poin setelah 23 pertandingan.
Manchester United Mengalahkan Arsenal dengan Dua Gol Spektakuler
Setelah mengalahkan Man City, MU melanjutkan kejutan dengan mengalahkan Arsenal 3-2 di Stadion Emirates.
Di bawah manajer sementara Michael Carrick, Manchester United bertransformasi dan meraih kemenangan ganda melawan dua kandidat utama perebutan gelar.
Manchester United tidak hanya mengamankan tiga poin penuh, tetapi mereka juga mengakhiri rekor tak terkalahkan Arsenal di kandang selama 17 pertandingan dan memberikan kekalahan kandang pertama Arsenal musim ini.
Seperti yang diperkirakan, Arsenal memulai pertandingan secara proaktif dan dengan cepat mendominasi permainan. Tim asuhan Mikel Arteta terus menekan, menciptakan peluang berbahaya, terutama sundulan jarak dekat Martin Zubimendi yang memaksa kiper Senne Lammens melakukan penyelamatan.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil dengan gol pembuka bagi tim tuan rumah, meskipun agak beruntung, karena tendangan Martin Odegaard secara tidak sengaja memantul dari Lisandro Martínez dan masuk ke gawang.
Namun, titik balik pertandingan datang dari kesalahan individu. Umpan ceroboh Zubimendi menciptakan peluang bagi Bryan Mbeumo untuk menerobos, melewati David Raya, dan dengan tenang menyamakan kedudukan untuk United. Gol ini mengganggu ritme Arsenal, dan “Setan Merah” bermain dengan jauh lebih percaya diri setelah jeda.
Hanya enam menit memasuki babak kedua, Patrick Dorgu bersinar dengan tendangan jarak jauh yang spektakuler setelah kombinasi dengan Bruno Fernandes, membawa United unggul. Meskipun Arteta melakukan empat pergantian pemain, Arsenal kesulitan mengendalikan permainan. Baru pada menit ke-84 mereka menyamakan kedudukan berkat gol jarak dekat Mikel Merino dari sepak pojok.
Peristiwa dramatis itu tidak berhenti di situ. Hampir segera setelah gol peny equalizer tim tuan rumah, gol indah kedua muncul, menyusul tendangan terampil dari Matheus Cunha dari luar kotak penalti, mengamankan kemenangan 3-2 yang menakjubkan bagi tim tamu. Di malam yang sunyi di Stadion Emirates, tim Carrick meninggalkan London, membangkitkan kembali keyakinan bahwa “Setan Merah” mampu bersaing untuk memperebutkan tempat di Liga Champions.
Scr/Mashable
















