Cristiano Ronaldo hanya akan mempertimbangkan untuk kembali bermain ketika Dana Investasi Publik Arab Saudi secara definitif menyelesaikan masalah keterlambatan pembayaran gaji di Al Nassr.
Menurut A Bola (Portugal), Al Nassr menghadapi keterlambatan serius dalam membayar gaji stafnya, yang menyebabkan Cristiano Ronaldo memutuskan untuk sementara waktu tidak bermain sampai masalah tersebut terselesaikan.
Hal ini dipandang sebagai perkembangan terbaru dalam serangkaian ketegangan antara bintang Portugal tersebut dan manajemen klub.
Sumber-sumber mengindikasikan bahwa Ronaldo tidak hanya khawatir tentang aspek keuangan internal, tetapi juga kecewa dengan manajemen dan tingkat investasi oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) di Al Nassr.
Menyusul bursa transfer musim dingin yang dianggap kurang ambisius, terutama jika dibandingkan dengan rival langsung seperti Al Hilal, keterlambatan pembayaran gaji dipandang sebagai “pukulan terakhir”.
Masalahnya adalah Al Nassr tidak hanya lambat dalam membayar pemain top seperti Ronaldo, tetapi hal yang sama juga terjadi pada staf klub.
Menurut A Bola , Ronaldo percaya bahwa PIF belum menunjukkan perubahan signifikan dalam gaya manajemennya, terlepas dari masalah yang telah diangkat sebelumnya. Keterlambatan pembayaran kepada staf dan pemain membuatnya khawatir tentang stabilitas jangka panjang klub, baik secara profesional maupun operasional.
Dalam konteks itu, Ronaldo dilaporkan hanya diharapkan kembali bermain jika gajinya dibayar tepat waktu. Jika situasi ini diselesaikan dengan cepat, ia bisa siap untuk berpartisipasi dalam pertandingan melawan Al Ittihad akhir pekan ini, pertandingan yang dilatih oleh Jorge Jesus.
Sebaliknya, jika gaji yang belum dibayar tetap tidak terselesaikan, Ronaldo akan melanjutkan boikotnya, yang berarti akan absen lebih lanjut dari pertandingan-pertandingan penting. Beberapa sumber lain, termasuk The Sun , juga menunjukkan bahwa tindakan Ronaldo bukan hanya bersifat pribadi tetapi juga merupakan pesan protes terhadap operasional dan ambisi klub saat ini.
Pada titik ini, menurut penilaian dari media Portugal, skenario Ronaldo tidak akan kembali ke lapangan dalam waktu dekat masih sangat mungkin terjadi, sampai Al Nassr dan PIF mengambil langkah konkret untuk menstabilkan situasi internal.
Arab Saudi Menanggapi Ronaldo
Penyelenggara Liga Pro Saudi (SPL) mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan atas kontroversi seputar penolakan superstar Cristiano Ronaldo untuk bermain.
Dalam pengumumannya, SPL menekankan bahwa struktur liga didasarkan pada prinsip bahwa setiap klub beroperasi secara independen tetapi mematuhi peraturan keuangan dan tata kelola yang sama. Dengan demikian, setiap tim memiliki kepemimpinan, departemen operasional, dan arahan profesionalnya sendiri.
Semua keputusan terkait perekrutan pemain, pengeluaran, dan strategi pengembangan dibuat secara independen oleh setiap klub dalam kerangka keuangan bersama untuk memastikan keberlanjutan dan kompetisi yang seimbang.
Penyelenggara liga menyatakan: “Ronaldo selalu memainkan peran penting dalam pengembangan dan ambisi Al Nassr sejak bergabung dengan klub.” Namun, SPL menekankan bahwa tidak ada individu, seberapa pun berpengaruhnya, yang dapat memengaruhi keputusan di luar lingkup tim tempat mereka bermain.
Pernyataan liga menyebutkan bahwa aktivitas transfer baru-baru ini jelas menunjukkan independensi klub-klub tersebut. Setiap tim memiliki pendekatan yang berbeda dalam membangun skuad, tergantung pada strategi dan anggaran yang telah disetujui.
Sebelumnya, Sky Sports melaporkan bahwa para pejabat senior sepak bola Arab Saudi terkejut dengan reaksi keras Ronaldo, terutama mengingat perkiraan pendapatan hariannya sebesar £500.000. Para pemimpin sepak bola Arab Saudi dilaporkan mendesak Ronaldo untuk mengakhiri mogoknya dan segera kembali bermain.
Para pemilik klub asal Arab Saudi juga menyatakan bahwa transfer Karim Benzema ke Al Hilal tidak didanai oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) atau penyelenggara liga, melainkan oleh uang Pangeran Alwaleed bin Talal. Ini berarti Al Hilal bisa saja mencari investor swasta untuk memperkuat skuad mereka daripada hanya bergantung pada PIF.
Sementara itu, CEO Al Hilal, Esteve Calzado, juga mengomentari reaksi Ronaldo. Ia menekankan bahwa Al Nassr juga memiliki bursa transfer yang patut diperhatikan, dengan mendatangkan pemain seperti Joao Felix dan Kingsley Coman.
Calzado juga menjelaskan bahwa perekrutan Benzema oleh Al Hilal berawal dari kebutuhan untuk memperkuat lini serang mereka dan peluang yang muncul ketika pemenang Ballon d’Or 2022 itu secara tak terduga menyatakan keinginan untuk pergi. Ia berpendapat bahwa persaingan dan gairah terhadap sepak bola di Arab Saudi semakin kuat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Langkah-langkah dari SPL dan Al Hilal menunjukkan bahwa penyelenggara liga ingin menegaskan transparansi dan independensi sistem operasional, pada saat masa depan Ronaldo di Al Nassr masih menarik perhatian signifikan dari media dan penggemar.
Scr/Mashable















