Eksperimen “Darurat” Chivu: Alasan Inter Milan Tampil Loyo dan Berubah Wujud di Markas Como

09.03.2026
Eksperimen "Darurat" Chivu: Alasan Inter Milan Tampil Loyo dan Berubah Wujud di Markas Como
Eksperimen "Darurat" Chivu: Alasan Inter Milan Tampil Loyo dan Berubah Wujud di Markas Como

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, akhirnya buka suara terkait performa anak asuhnya yang tampil beda dan cenderung defensif saat ditahan imbang tanpa gol oleh Como 1907 pada leg pertama semifinal Coppa Italia, Rabu 4 Maret 2026 dini hari WIB. Chivu mengakui bahwa dirinya terpaksa merombak total taktik Nerazzurri karena badai cedera yang menghantam lini depan.

Inter Milan yang biasanya tampil dominan dan garang di Serie A—dengan keunggulan 10 poin di puncak klasemen—seolah kehilangan taringnya di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Menghadapi Como yang dimiliki pengusaha asal Indonesia, Inter gagal mencatatkan banyak peluang emas dan harus puas dengan skor kacamata 0-0.

Dalam sesi wawancara dengan Sport Mediaset seusai laga, Chivu menjelaskan bahwa perubahan formasi tersebut bukanlah sebuah pilihan, melainkan keharusan. Untuk pertama kalinya, Inter turun tanpa duet striker murni yang menjadi ciri khas mereka.

“Saya memiliki beberapa masalah personel yang harus diselesaikan, sehingga kami terpaksa melakukan perubahan besar. Ini adalah pertama kalinya kami bermain dengan dua gelandang kreatif yang menyokong satu striker tunggal,” ungkap Chivu.

Absennya mesin gol Lautaro Martinez dan Ange-Yoan Bonny, ditambah kondisi Marcus Thuram yang belum bugar 100 persen, membuat Chivu memainkan Andy Diouf lebih maju untuk menemani Francesco Pio Esposito. Eksperimen ini diakuinya membuat aliran bola Inter tidak secair biasanya.

“Kami juga mengubah cara bertahan, terutama di area sendiri. Kami mencoba melakukan man-to-man marking, namun bek sayap kami sedikit lambat dalam menutup pergerakan bek kiri mereka. Como memiliki dua penyerang yang sebenarnya bukan striker murni; mereka sering turun menjemput bola dan itu merepotkan kami,” tambah pelatih asal Rumania tersebut.

Memuji Kedewasaan Bermain Lawan

Chivu tidak segan memuji kualitas permainan Como di bawah asuhan Cesc Fabregas. Menurutnya, Como adalah tim yang sangat cerdas dalam penguasaan bola dan mampu memancing lawan keluar dari posisinya sebelum mengeksploitasi ruang kosong.

“Mereka sangat bagus dalam menjaga bola dan melakukan operan pendek. Mengingat kami tidak punya banyak waktu untuk bersiap—hanya 72 jam setelah laga terakhir—para pemain saya sudah bekerja dengan baik untuk memahami instruksi dengan cepat. Terkadang, kami harus menerima kenyataan bahwa Como yang memegang kendali penguasaan bola,” jelasnya.

Fokus Terbelah ke Derby della Madonnina

Selain faktor cedera, rotasi skuat yang dilakukan Chivu disinyalir berkaitan erat dengan laga krusial akhir pekan ini. Inter dijadwalkan menghadapi AC Milan dalam laga bertajuk Derby della Madonnina yang juga menjadi penentu perebutan Scudetto.

“Kami hanya punya dua striker yang tersedia hari ini, jadi kami memutuskan untuk membagi waktu bermain di antara mereka. Kami harus memaksimalkan apa yang kami miliki,” kata Chivu membela keputusannya.

Ia pun mengakui bahwa laga melawan Como bukanlah performa standar Inter yang menghibur.

“Itu bukan gaya asli Inter dan sejujurnya tidak terlalu menarik untuk ditonton.”

Teka-teki Taktik Jelang Lawan AC Milan

Saat ditanya apakah formasi “darurat” dengan dua playmaker ini akan kembali digunakan saat melawan AC Milan, Chivu masih enggan membocorkannya. Ia menyebut kondisi fisik pemain akan menjadi faktor penentu utama.

“Malam ini kedua tim bermain sedikit menunggu karena Como terkadang menurunkan Mergim Vojvoda untuk membentuk lima bek. Itu membuat ruang sulit ditemukan. Kami mencoba membangun serangan dengan dua pengatur serangan seperti Diouf dan Davide Frattesi di belakang striker. Itu mengubah banyak hal secara taktis. Kami punya empat hari sebelum Derby, kita lihat siapa yang siap bermain,” pungkasnya sembari bercanda dengan mantan rekan setimnya, Christian Panucci dan Andrea Ranocchia, yang berada di studio.

Dengan hasil imbang ini, nasib Inter Milan di Coppa Italia akan ditentukan pada leg kedua di San Siro, April mendatang. Chivu kini harus memutar otak agar timnya kembali ke jalur kemenangan sebelum rival sekota mereka datang menantang di liga.

Scr/Mashable





Don't Miss