Kasus Rasisme Vinicius Jr Menyebar ke Seluruh Dunia

20.02.2026
Kasus Rasisme Vinicius Jr Menyebar ke Seluruh Dunia
Kasus Rasisme Vinicius Jr Menyebar ke Seluruh Dunia

Tuduhan rasisme yang ditujukan kepada Vinicius setelah golnya di Da Luz memicu perhatian luas media internasional, menutupi hasil pertandingan tersebut.

Insiden itu terjadi setelah Vinicius mencetak gol pembuka untuk Real Madrid melawan Benfica di leg pertama babak play-off Liga Champions pada, Rabu 18 Februari 2026 dini hari WIB.

Menurut laporan, pemain Prestoni dituduh membuat pernyataan rasis dan ofensif. Pertandingan kemudian ditangguhkan sementara untuk mengaktifkan prosedur anti-rasisme.

Di Argentina, Ole menyebutnya sebagai “escándalo,” yang berarti skandal. Surat kabar tersebut melaporkan bahwa striker Real Madrid itu menuduh lawannya meneriakkan “monyet” setelah Benfica kebobolan gol. TyC Sports juga menggunakan kata “skandal,” menekankan bahwa VAR tidak dapat memverifikasi isi pernyataan tersebut, dan wasit hanya memberikan peringatan.

Di Brasil, Globo Esporte memulai pemberitaannya dengan melaporkan reaksi Vinicius. Surat kabar itu menulis bahwa saat pertandingan hendak dilanjutkan, pemain Brasil itu menjadi marah dan secara resmi mengadu kepada wasit. Mereka menggambarkan situasi tersebut sebagai “kekacauan lain yang terjadi.”

Media Inggris meliput insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. Sky Sports melaporkan secara detail bahwa Prestonni menarik bajunya menutupi mulutnya sebelum mengatakan sesuatu kepada Vinicius. BBC mengutip Trent Alexander-Arnold yang mengatakan: “Ini memalukan bagi sepak bola.”

Di Prancis, L’Équipe menggambarkan Vinicius sebagai “pemain penentu pertandingan, yang dikritik dan dihina.” Di Portugal, A Bola menggunakan frasa “neraka meletus” setelah gol pemain Brasil itu. Record berbicara tentang “kekacauan besar” selama dan setelah benturan tersebut.

The Guardian (Inggris) berpendapat bahwa tuduhan rasisme tersebut menutupi kemenangan Real Madrid. Bild (Jerman) menampilkan insiden itu di halaman depan, menyoroti tindakan Prestianni yang menutup mulutnya. La Gazzetta dello Sport (Italia) juga lebih fokus pada kontroversi daripada skor pertandingan.

Dari Amerika Selatan hingga Eropa, reaksi media menunjukkan bahwa insiden tersebut bukan lagi sekadar masalah internal di lapangan. Insiden itu telah menjadi titik panas global, di mana sepak bola sekali lagi dihadapkan pada pertanyaan tentang batasan antara kompetisi dan tanggung jawab.

UEFA Selidiki Dugaan Ledekan ‘Monyet’ Terhadap Vinicius Jr

UEFA telah meluncurkan penyelidikan setelah Vinicius Jr menuduh para pemain Benfica melakukan pelecehan rasis selama kemenangan Real Madrid di leg pertama babak play-off Liga Champions 2025/2026, Rabu 18 Februari 2026 dini hari WIB.

Di stadion Da Luz, Vinicius mencetak satu-satunya gol yang memberi Real Madrid kemenangan tipis. Setelah mencetak gol, striker Brasil itu menerima kartu kuning karena dianggap melakukan selebrasi yang terlalu bersemangat. Beberapa menit kemudian, Vinicius tiba-tiba berlari ke arah wasit Francois Letexier untuk protes.

Bintang Real Madrid itu menuduh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, membuat pernyataan rasis. Kamera televisi merekam Prestianni menarik bajunya menutupi mulutnya selama perdebatan. Wasit Letexier segera mengaktifkan prosedur anti-rasisme UEFA, menyebabkan jeda pertandingan selama 10 menit.

Setelah pertandingan, Kylian Mbappe mengatakan dia mendengar Prestonni menggunakan kata “monyet” sebanyak lima kali. Pemain Argentina itu membantah tuduhan tersebut, menegaskan bahwa dia tidak menggunakan kata-kata seperti itu.

Mengingat meningkatnya ketegangan, UEFA mengeluarkan pernyataan resmi. Badan pengatur sepak bola Eropa tersebut menyatakan bahwa laporan terkait pertandingan sedang ditinjau.

“Laporan pertandingan resmi sedang ditinjau. Setelah isinya didokumentasikan, proses disiplin akan dimulai, dan jika hukuman dijatuhkan, keputusan tersebut akan dipublikasikan di halaman disiplin UEFA,” demikian pernyataan tersebut.

UEFA juga menyatakan bahwa saat ini mereka tidak memiliki informasi lebih lanjut dan menolak untuk berkomentar lebih lanjut saat ini.

Insiden ini sekali lagi memunculkan kekhawatiran tentang rasisme dalam sepak bola Eropa. Kesimpulan akhir akan bergantung pada penyelidikan dan bukti yang dikumpulkan dari laporan wasit dan rekaman video pertandingan.

Scr/Mashable





Don't Miss