Meskipun memiliki salah satu karier pencetak gol terhebat dalam sejarah sepak bola, superstar Cristiano Ronaldo tampil buruk di babak knockout Piala Dunia.
Sepanjang karier puncaknya yang berlangsung hampir dua dekade, Ronaldo mencetak 965 gol dalam 1.309 pertandingan untuk klub dan tim nasional. Namun, di Piala Dunia, striker kelahiran 1985 ini belum mencetak gol di pertandingan babak gugur yang menuntut ketahanan mental yang tinggi.
Menurut statistik Opta, dalam delapan penampilan babak knockout Piala Dunia sejak debutnya pada tahun 2006, Ronaldo telah melepaskan total 27 tembakan tetapi gagal mencetak satu gol pun. Ia telah menghadapi banyak lawan kuat seperti Jerman, Inggris, Prancis, dan Spanyol, tetapi belum juga mampu mematahkan “kutukan” ini.
Baru-baru ini, di Piala Dunia 2022 di Qatar, Ronaldo memasuki turnamen dengan ambisi untuk membantu tim nasional Portugal memenangkan kejuaraan, sekaligus mencetak pencapaian pribadi baru.
Namun, saat turnamen memasuki pertandingan-pertandingan penentu, Ronaldo gagal membuat perbedaan. Di perempat final melawan Maroko, CR7 baru masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-51 ketika Portugal tertinggal 0-1. Ronaldo bermain dengan sangat gigih tetapi gagal mencetak gol, yang menyebabkan tim nasionalnya tersingkir secara mengejutkan dari turnamen.
Piala Dunia 2026 bisa jadi penampilan terakhir Ronaldo di turnamen paling menarik di planet ini. Jika itu terjadi, legenda Portugal ini akan memiliki kesempatan lain untuk mematahkan statistik yang disayangkan dan mengakhiri perjalanan Piala Dunianya dengan cara yang lebih memuaskan.
Timnas Portugal Bisa Lebih Kuat Tanpa Cristiano Ronaldo?
Kontroversi muncul atas peran striker Cristiano Ronaldo di tim nasional Portugal setelah Seleção das Quinas memenangkan tiket ke Piala Dunia 2026.
Pembicaraan tentang Piala Dunia 2022 semakin panas, dengan Ronaldo yang sedang mengalami penurunan performa, baik di level klub maupun internasional. Di Qatar, ia hanya mencetak satu gol, sementara penggantinya, Goncalo Ramos, bermain impresif.
Hal ini menyebabkan Ronaldo tidak masuk dalam susunan pemain inti di perempat final melawan Maroko, pertandingan yang membuat Portugal kalah 0-1 dan tersingkir. Banyak yang berpendapat saat itu bahwa karier internasional CR7 telah berakhir.
Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Sejak Piala Dunia 2022, Ronaldo terus bermain dan mencetak gol secara teratur untuk tim, dengan 25 gol dalam 30 pertandingan. Di bawah asuhan pelatih Roberto Martínez, CR7 tetap menjadi pusat serangan Portugal.
Namun, kartu merah dalam pertandingan terakhir melawan Irlandia telah memicu kontroversi. Dalam pertandingan tanpa Ronaldo, Portugal mengalahkan Armenia 9-1, sehingga resmi lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah Portugal masih bergantung pada CR7?
Statistik menunjukkan bahwa sejak Piala Dunia 2022, Portugal telah memainkan 36 pertandingan, dengan Ronaldo tampil dalam 30 pertandingan. Dengan Cristiano Ronaldo di lapangan, tim telah memenangkan 70% pertandingan, mencetak rata-rata 2,2 gol/pertandingan.
Tanpa Ronaldo, rasio kemenangan turun menjadi 66,6%, tetapi rata-rata gol per pertandingan melonjak menjadi 4,8. Sebelum kemenangan atas Armenia, Portugal juga mencetak 9 gol melawan Luksemburg pada tahun 2023, dan Ronaldo tidak hadir dalam pertandingan tersebut.
Namun, dalam hal kontribusi, Ronaldo masih terbukti lebih unggul. Dengan 226 pertandingan, 143 gol, dan 37 assist, mantan bintang Manchester United dan Real Madrid itu memiliki efisiensi yang luar biasa: rata-rata setiap 100 menit ia langsung menciptakan satu gol untuk tim. Tidak ada striker Portugal dalam beberapa tahun terakhir yang dapat menandingi CR7.
Portugal kini telah lolos ke Piala Dunia 2026, tetapi Cristiano Ronaldo menghadapi risiko absen di 1-2 pertandingan pertama karena skorsing. Meskipun kontroversi masih ada, kontribusi CR7 bagi tim tak terbantahkan.
Scr/Mashable















