Kisah Hakan Sukur, Legenda Piala Dunia 2002 yang Kini Menjadi Sopir Taksi Online untuk Mencari Nafkah

06.04.2026
Kisah Hakan Sukur, Legenda Piala Dunia 2002 yang Kini Menjadi Sopir Taksi Online untuk Mencari Nafkah
Kisah Hakan Sukur, Legenda Piala Dunia 2002 yang Kini Menjadi Sopir Taksi Online untuk Mencari Nafkah

Hakan Sukur yang legendaris mencetak gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia, tetapi sekarang ia diam-diam mencari nafkah sebagai pengemudi taksi online.

Sukur hanya membutuhkan 11 detik untuk mencetak gol melawan Korea Selatan di Piala Dunia 2002, yang juga merupakan gol tercepat dalam sejarah turnamen tersebut. Momen secepat kilat ini membantu Turki mengamankan tempat ketiga dan menjadikan Sukur ikon abadi sepak bola Turki.

Pada masa jayanya, Sukur adalah mimpi buruk bagi setiap pertahanan Eropa saat bermain untuk Galatasaray. Penempatan posisinya, penyelesaian akhir yang klinis, dan insting membunuhnya membuatnya mendapatkan gelar sebagai salah satu striker terhebat dalam sejarah Turki.

Namun, setelah pensiun, kehidupan “Raja Singa” berubah total. Meninggalkan lapangan dan sorotan publik, Sukur mengalami banyak perubahan besar yang secara dramatis mengubah hidupnya.

Dari status legenda Piala Dunia, ia harus memulai dari nol di negeri asing.

Dalam cuplikan langka kehidupan pribadinya, Sukur mengungkapkan bahwa ia pernah bekerja di berbagai pekerjaan untuk mencari nafkah di AS, termasuk menjadi pengemudi Uber di California. Citra mantan bintang sepak bola yang pernah membawa kejayaan bagi negara kini diam-diam mencari nafkah sebagai pengemudi telah membuat banyak penggemarnya sedih.

Namun demikian, bagi para penggemar sepak bola, nama Sukur akan selalu dikaitkan dengan kenangan akan seorang striker mematikan di kotak penalti. Ia menciptakan momen abadi hanya dalam 11 detik, sesuatu yang kemungkinan besar tidak akan terulang dalam sejarah Piala Dunia.

Berselisih dengan Erdogan

Hakan Sukur, legenda sepak bola Turki yang memegang rekor gol tercepat di Piala Dunia, mengalami perubahan hidup drastis akibat keterlibatannya dalam dunia politik.

Setelah pensiun dari sepak bola pada tahun 2007, Sukur terpilih sebagai anggota parlemen pada tahun 2011 dari partai yang berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), pimpinan Recep Tayyip Erdogan.

Pada tahun 2013, ia mengundurkan diri dari AKP karena perbedaan pendapat dengan kebijakan partai, terutama terkait penutupan sekolah-sekolah yang dijalankan oleh gerakan Fethullah Gulen.

Namun pada tahun 2016, Hakan Sukur dituduh Pemerintah Turki karena terlibat dalam upaya kudeta gagal dan melabelinya sebagai anggota kelompok teroris yang terkait dengan Gulen. Ia dituduh menghina Presiden Erdogan melalui media sosial dan aset-asetnya di Turki disita oleh pemerintah.

Untuk menghindari penangkapan, Sukur melarikan diri ke Amerika Serikat pada tahun 2015. Selain bekerja sebagai sopir taksi online (Uber), Hakan Sukur juga berprofesi sebagai penjual buku untuk menyambung hidup karena rekening bank dan propertinya di Turki tetap dibekukan oleh rezim Erdogan.

Sebagai gambaran umum, pendapatan rata-rata pengemudi Uber di Amerika Serikat (khususnya wilayah California tempat ia tinggal) bervariasi antara $15 hingga $25 per jam, namun jumlah ini sangat bergantung pada jam kerja dan biaya operasional kendaraan.

Kisah Sukur sering disorot sebagai salah satu nasib tragis di dunia sepak bola, mengingat ia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Turki dan mantan pemain klub besar seperti Inter Milan.

Scr/Mashable





Don't Miss