Pemerintah Prancis telah menanggapi spekulasi seputar kemungkinan tim nasionalnya tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang diadakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Di tengah perdebatan yang sedang berlangsung di luar lapangan mengenai peran dan sikap negara tuan rumah Amerika, opini publik Eropa mempertanyakan apakah sepak bola mungkin akan terseret ke dalam konsekuensi yang tidak diinginkan. Namun, Prancis dengan cepat meyakinkan para penggemarnya.
Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, menegaskan bahwa saat ini tidak ada rencana untuk menarik tim nasional Prancis dari turnamen sepak bola terbesar di dunia.
“Saat ini, Kementerian tidak memiliki keinginan untuk memboikot turnamen yang memiliki arti penting bagi penggemar olahraga,” tegasnya.
Kepala olahraga Prancis menekankan bahwa sepak bola perlu ditempatkan pada posisi yang semestinya. Menurutnya, Piala Dunia adalah ajang bernilai global, melampaui kontroversi non-profesional, dan harus dilihat sebagai kompetisi olahraga murni.
Perlu dicatat, pernyataan ini dibuat pada saat federasi sepak bola Eropa dilaporkan sedang mengadakan diskusi untuk menilai semua kemungkinan skenario terkait Piala Dunia 2026, termasuk bahkan pembatalan turnamen tersebut.
Baru-baru ini, Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) menyatakan bahwa mereka bersedia mempertimbangkan untuk tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 jika pemerintah mengeluarkan rekomendasi atau arahan yang melarang tim nasional untuk berpartisipasi. Sikap ini menunjukkan bahwa meskipun Piala Dunia 2026 belum berlangsung, semua pihak bersikap hati-hati, memprioritaskan keselamatan dan kepentingan nasional.
PSSI-nya Belanda Angkat Bicara soal Peluang Boikot Piala Dunia 2026
Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) telah mengklarifikasi kemungkinan untuk tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam pernyataan yang diposting di situs web KNVB, Sekretaris Jenderal Gijs de Jong menegaskan bahwa Federasi Sepak Bola Belanda menyadari dinamika internasional seputar negara-negara tuan rumah bersama Piala Dunia, tetapi semua keputusan akhir akan didasarkan pada rekomendasi resmi dari FIFA, UEFA, dan pemerintah Belanda.
“Menentukan posisi kami dalam isu-isu internasional adalah hak prerogatif pemerintah Belanda. Kami selalu sepenuhnya mematuhi pedoman dari pemerintah, FIFA, dan UEFA. Jika ada arahan yang melarang perjalanan atau partisipasi, kami tidak akan berpartisipasi,” tegas pemimpin KNVB tersebut.
“Kita hidup di dunia yang berubah sangat cepat. Oleh karena itu, KNVB selalu memantau perkembangan internasional dengan cermat, berkoordinasi erat dengan FIFA, UEFA, Kementerian Luar Negeri, dan misi diplomatik,” tambah De Jong.
“Kami selalu mempertahankan sikap waspada dan fleksibel, seperti yang telah kami lakukan pada turnamen sebelumnya.”
Menurut pemimpin KNVB, prioritas utama Federasi adalah memastikan para pemain dan staf pelatih dapat sepenuhnya fokus pada tugas profesional mereka, daripada terganggu oleh faktor-faktor eksternal.
“Misi kami adalah Piala Dunia, ini sepak bola, dan nilai-nilai inti yang kami kejar adalah dialog, koneksi, dan inovasi,” ujar De Jong.
Pada akhirnya, KNVB percaya bahwa sepak bola tetap menjadi jembatan penting, membantu menjaga dialog dan kohesi, bahkan dalam keadaan yang kompleks. “Kami adalah organisasi yang bertanggung jawab secara sosial, tetapi fokusnya selalu pada sepak bola,” tegas De Jong.
Menurut media Eropa, pertemuan tertutup para pemimpin dari sekitar 20 federasi sepak bola di Budapest awal pekan ini membahas berbagai skenario terkait Piala Dunia 2026, termasuk kemungkinan membatalkan turnamen tersebut, mengingat sensitivitas lingkungan penyelenggaraannya.
Sementara itu, FIFA dilaporkan tidak mempertimbangkan kemungkinan boikot dalam bentuk apa pun. Saat ini, Piala Dunia 2026 terus menimbulkan kontroversi hebat bahkan sebelum dimulai.
Scr/Mashable
















