Kontroversi Seputar Kemenangan Manchester United atas Crystal Palace

02.03.2026
Kontroversi Seputar Kemenangan Manchester United atas Crystal Palace
Kontroversi Seputar Kemenangan Manchester United atas Crystal Palace

Manchester United bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Crystal Palace 2-1 dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Minggu 1 Maret 2026 malam WIB, tetapi fokus pertandingan tersebut adalah keputusan kontroversial wasit Chris Kavanagh dan intervensi VAR.

Tertinggal 0-1 di Old Trafford, titik balik bagi MU terjadi pada menit ke-52. Matheus Cunha menerobos pertahanan dan terjatuh di kotak penalti setelah mendapat tekel dari belakang dari Maxence Lacroix. Wasit Kavanagh awalnya ragu-ragu sebelum menunjuk titik penalti.

VAR segera turun tangan, meninjau lokasi pelanggaran dan apakah itu merupakan peluang mencetak gol yang jelas yang dicegah.

Setelah meninjau tayangan di monitor di pinggir lapangan, wasit Kavanagh mempertahankan keputusannya untuk memberikan penalti dan mengeluarkan kartu merah langsung kepada Lacroix.

Setelah membuka skor untuk Palace, bek tengah itu langsung menjadi sasaran kritik karena menyebabkan tim tamu kebobolan penalti dan bermain dengan sepuluh pemain.

Keputusan ini memicu perdebatan. Di Sky Sports, komentator Ron Walker berpendapat bahwa benturan tersebut cukup ringan dan tidak cukup untuk dianggap sebagai pelanggaran yang jelas, mengingat kedua pemain bergerak dengan kecepatan tinggi.

Ia berpendapat bahwa memberikan penalti dan kartu merah secara bersamaan terlalu keras. Sementara itu, mantan pemain Alan Smith mengakui bahwa Cunha sebagian bertanggung jawab atas jatuhnya pemain tersebut, tetapi tetap ada kontak fisik, dan inilah titik balik yang menentukan pertandingan.

Dari titik penalti, Bruno Fernandes dengan tenang mengalahkan Dean Henderson untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 untuk Manchester United. Bermain dengan keunggulan jumlah pemain dan moral yang meningkat, Setan Merah terus meningkatkan tekanan sebelum Benjamin Sesko mencetak gol kemenangan pada menit ke-65 untuk mengamankan kemenangan comeback yang kontroversial, menjadikan skor 2-1.

Hasil tersebut membantu Manchester United naik ke posisi ketiga di klasemen Liga Inggris 2025/2026, hanya terpaut delapan poin dari Man City.

Oliver Glasner Dongkol: Kartu Merah Kontroversial Maxence Lacroix Rusak Momentum Palace di Old Trafford

Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya pulang dengan tangan hampa dari markas Manchester United. Meski memuji performa anak asuhnya, Glasner menilai keputusan wasit memberikan kartu merah kepada Maxence Lacroix menjadi titik balik yang merusak peluang The Eagles.

Bermain di Old Trafford hanya kurang dari tiga hari setelah kemenangan mereka di UEFA Conference League melawan HSK Zrinjski Mostar, Palace sebenarnya memulai laga dengan gemilang. Sundulan tajam Maxence Lacroix sempat membawa tim tamu unggul lebih dulu dan mendominasi jalannya laga di 30 menit awal.

Namun, petaka datang saat Lacroix dianggap melakukan professional foul terhadap Matheus Cunha. Wasit tak hanya menghadiahi United penalti, tetapi juga mengusir bek asal Prancis tersebut dengan kartu merah langsung.

Dalam konferensi pers pascapertandingan, Glasner menyoroti keputusan wasit yang dianggapnya terlalu keras.
“Rasanya kami bisa meraih hasil lebih hari ini. Kami tampil luar biasa di 30 menit pertama,” ujar Glasner melansir laman resmi klub.

“Kartu merah itu mengubah segalanya. Saya pikir itu keputusan yang sangat tegas—penalti sekaligus kartu merah. Pelanggaran dimulai di luar kotak penalti, dan biasanya pelanggaran diberikan di titik awal kejadian. Di sisi lain, Matheus Cunha sangat cerdik menunggu hingga masuk ke dalam kotak sebelum terjatuh,” tambahnya.

Bermain dengan 10 orang melawan tim sekelas Manchester United yang sedang dalam performa menanjak akhirnya membuat pertahanan Palace jebol. Benjamin Sesko berhasil mencetak gol kemenangan United tak lama setelah gol penyeimbang Bruno Fernandes.

“Kalah jumlah pemain, kelelahan setelah laga Eropa, dan dukungan penuh suporter lawan… gol kedua terjadi terlalu cepat. Kami seharusnya bisa bertahan lebih baik saat umpan silang itu datang,” keluh Glasner.

Kekalahan ini menyisakan lubang besar di lini belakang Palace. Lacroix dipastikan absen karena suspensi saat mereka menjamu Tottenham Hotspur di laga berikutnya.

“Kami harus selalu melakukan perubahan (karena suspensi/cedera). Sejujurnya saya tidak suka ini karena stabilitas adalah fondasi tim. Sangat penting bagi kami untuk mendapatkan kembali konsistensi. Kami sering bermain apik di 60 menit awal, tapi belum bisa konsisten sepanjang 90 menit penuh,” pungkasnya.

Scr/Mashable





Don't Miss