Untuk menyelesaikan sepenuhnya kontroversi seputar perwasitan dan sistem VAR, Presiden LaLiga Javier Tebas secara resmi mengonfirmasi bahwa liga utama Spanyol akan menerapkan sistem deteksi offside yang sepenuhnya baru dan revolusioner mulai musim depan.
Kepala badan pengatur sepak bola Spanyol telah mengungkapkan rencana berani untuk meningkatkan kualitas perwasitan pertandingan. Tebas menyatakan: “Mulai musim depan, kami akan menanamkan chip di dalam bola. Teknologi ini akan menentukan apakah seorang pemain berada dalam posisi offside pada saat bola ditendang.”
Keputusan ini muncul di tengah beragam pendapat yang saling bertentangan seputar teknologi VAR saat ini di sepak bola dunia, dan khususnya LaLiga. Kelemahan terbesar dari sistem offside semi-otomatis saat ini adalah ketergantungannya pada kesalahan manusia, terutama dalam memilih frame untuk menentukan momen operan. Inkonsistensi dalam pemilihan frame ini telah menyebabkan banyak keputusan kontroversial.
Untuk mengakhiri situasi ini, Tebas menekankan: “Kami tidak ingin keputusan offside terus bergantung pada frame mana yang digunakan wasit. Kami ingin menjadikan deteksi offside sebagai proses yang sepenuhnya otomatis.”
Dari segi mekanisme kerjanya, teknologi inovatif ini menggunakan mikrochip kecil yang tertanam di dalam bola untuk memberikan data akurat dan real-time pada saat pemain mengayunkan kakinya dan melakukan kontak dengan bola.
Data ini kemudian akan diintegrasikan secara mulus dengan sistem kamera multi-arah yang melacak posisi pemain di lapangan. Integrasi ini sepenuhnya menghilangkan penundaan dan interpretasi subjektif, sehingga menghasilkan keputusan offside yang langsung dan tak terbantahkan.
Javier Tebas Tetap Ingin Membawa LaLiga ke Amerika Serikat
Javier Tebas menegaskan bahwa ia belum menyerah pada rencana untuk menggelar pertandingan LaLiga di Amerika Serikat.
Terlepas dari hambatan hukum dan penentangan keras dari penggemar dan pemain, presiden LaLiga, Javier Tebas, telah mengkonfirmasi ambisinya untuk mengadakan pertandingan resmi liga Spanyol di Amerika Serikat. Ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas pengaruh global sepak bola Spanyol.
Berbicara di Financial Times’ Football Business Summit, Javier Tebas menegaskan bahwa rencana untuk membawa pertandingan resmi melintasi Atlantik masih terus berjalan.
Kepala La Liga menekankan bahwa impian untuk menyelenggarakan pertandingan berbasis poin langsung di tanah Amerika tetap utuh, meskipun liga tersebut telah menghadapi beberapa kemunduran besar di masa lalu.
Baru-baru ini, akhir tahun lalu, upaya untuk membawa pertandingan Barcelona vs. Villarreal ke Stadion Hard Rock milik Miami Dolphins gagal di menit-menit terakhir . Rencana tersebut dibatalkan pada bulan Oktober karena tekanan besar dari klub penggemar, asosiasi pemain, dan kekhawatiran tentang integritas liga.
Namun, Tebas tetap menolak kritik yang menyatakan bahwa langkah ini merusak keadilan permainan.
Menanggapi argumen bahwa mengirim tim untuk bermain di kandang sendiri ribuan mil jauhnya merusak keadilan, Tebas memberikan bantahan yang kuat. Ia menunjukkan bahwa skala pertandingan internasional tidak signifikan dibandingkan dengan seluruh jadwal domestik, dan manfaat mengakses pasar global jauh lebih besar daripada masalah logistik.
Presiden La Liga menyatakan: “Kami akan mencoba lagi. Saya tidak yakin kapan, tetapi kami harus memilih waktu yang tepat. Saya rasa ini tidak menimbulkan kerugian apa pun. Kita hanya berbicara tentang satu pertandingan dari 380 pertandingan sepanjang musim.”
Tebas ingin LaLiga menjadi pelopor di bidang ini, meskipun mendapat penolakan dari serikat pemain dan pendukung tradisional di Spanyol.
Visi Javier Tebas terinspirasi oleh kesuksesan fenomenal liga olahraga besar Amerika seperti NFL (sepak bola Amerika) dan NBA (bola basket). Kedua liga tersebut telah berhasil mengekspor pertandingan resmi ke Eropa, Meksiko, dan Amerika Selatan untuk mengembangkan merek mereka dan mengamankan kesepakatan hak siar televisi yang menguntungkan.
Musim lalu, meskipun menerima persetujuan sementara dari UEFA dan Federasi Sepak Bola Spanyol, rencana Miami sekali lagi gagal karena protes para pemain. Namun, dengan semangat seorang pejuang, Javier Tebas tetap tidak gentar dan siap untuk pertempuran hukum lebih lanjut untuk membawa La Liga ke panggung dunia.
Scr/Mashable
















