Mantan Striker Inter Milan Ingin Kembali ke Iran untuk Tunjukkan Sikap Patriotisme

04.03.2026
Mantan Striker Inter Milan Ingin Kembali ke Iran untuk Tunjukkan Sikap Patriotisme
Mantan Striker Inter Milan Ingin Kembali ke Iran untuk Tunjukkan Sikap Patriotisme

Saat negaranya dilanda bom dan banyak yang ingin pergi, mantan striker Inter Milan, Mehdi Taremi memutuskan untuk membuktikan patriotismenya dengan keputusan yang bertentangan: kembali ke Iran.

Bintang tim nasional Iran berusia 33 tahun ini menikmati kehidupan yang memuaskan dengan gaji €2 juta dan sering menjadi starter untuk Olympiakos. Namun, ia telah mengumumkan niatnya untuk menunda karier tingkat atasnya dan kembali ke tanah airnya untuk mengangkat senjata.

Keputusan Taremi untuk meninggalkan gemerlap Eropa dan terjun ke dunia sepak bola yang keras tidak hanya mengejutkan opini publik tetapi juga menghidupkan kembali cerita tentang asal-usul militernya yang sebelumnya telah menyebabkannya masalah di panggung internasional.

Panggilan Kampung Halaman dan Darah Prajurit

Menurut media Iran, Mehdi Taremi secara resmi telah mengajukan permohonan kepada manajemen klub Olympiakos, menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan militer dan mengangkat senjata untuk membela Iran dari serangan AS dan Israel. Terlepas dari upaya keras dari para pejabat Federasi Sepak Bola Iran untuk membujuknya agar tetap tinggal di Yunani dan melanjutkan kariernya, sang striker tetap teguh pada pendiriannya.

Saat berbagi pemikirannya dengan teman-teman dekatnya, mantan bintang Porto dan Inter Milan itu dengan tegas menyatakan: “Ini adalah saat di mana negara saya paling membutuhkan saya. Rakyat dan tanah air saya dalam bahaya, dan saya harus berada di sana.”

Tekad Taremi bukanlah ledakan spontan; itu berasal dari darah militer yang mengalir di nadinya. Sedikit yang tahu bahwa sebelum menjadi striker kelas dunia, Taremi menyelesaikan wajib militer di tanah kelahirannya.

Dari tahun 2010 hingga 2012, Taremi bertugas di Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di Bushehr, sebuah kota dekat kampung halamannya. Periode pelatihan yang ketat ini tampaknya telah membentuk Taremi menjadi pribadi yang teguh, yang selalu memprioritaskan nasib bangsa di atas keuntungan pribadi.

Harga Patriotisme di Panggung Internasional

Namun, catatan militernya, karena pernah bertugas di IRGC, menjadi hambatan besar yang secara langsung mengancam karier internasional Taremi, terutama di turnamen yang diadakan di Amerika Serikat. Pada Juni 2025, ketika Inter Milan berpartisipasi dalam Piala Dunia Antarklub FIFA yang diikuti 32 tim di AS, Taremi tidak dapat bergabung dengan rekan-rekan setimnya di Los Angeles.

Alasan yang diberikan tampaknya adalah Iran menutup wilayah udaranya karena serangan Israel. Namun, yang lebih mendasar, banyak sumber menyebutkan bahwa ia mengalami masalah visa.

Kekhawatiran ini menjadi semakin nyata menjelang final Piala Dunia 2026 , sebuah turnamen yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat. Surat kabar Inggris Daily Mirror sebelumnya mengungkapkan bahwa striker berusia 33 tahun itu menghadapi risiko ditolak visanya untuk memasuki AS karena peraturan ketat terkait dinas militernya di IRGC.

Sejak akhir tahun lalu, Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, juga mengakui bahwa AS mungkin menolak visa kepada beberapa pemain berdasarkan tempat mereka menyelesaikan wajib militer, sehingga memaksa federasi untuk menyiapkan opsi alternatif.

Fakta bahwa Taremi, yang mencetak 10 gol dalam 15 pertandingan kualifikasi dan memainkan peran penting dalam membantu Iran lolos ke Piala Dunia 2026, mungkin akan dikesampingkan karena alasan politik, menimbulkan tantangan signifikan bagi FIFA. Hal ini secara langsung mengancam slogan “satu Piala Dunia untuk semua” dan menimbulkan kekhawatiran mendalam tentang campur tangan politik dalam olahraga.

Namun, menghadapi situasi hidup dan mati negaranya, tiket Piala Dunia atau kejayaan Eropa mungkin bukan lagi prioritas utama Taremi. Dengan memutuskan untuk kembali ke Iran, Mehdi Taremi membuktikan bahwa bintang sepak bola hebat tidak hanya hebat karena gol yang mereka cetak di lapangan, tetapi juga karena keberanian dan pengorbanan tertinggi yang mereka lakukan untuk tanah air mereka.

Scr/Mashable





Don't Miss