Media Vietnam Soroti Tendangan Kungfu Berujung Sanksi Seumur Hidup Pemain Indonesia

12.01.2026
Media Vietnam Soroti Tendangan Kungfu Berujung Sanksi Seumur Hidup Pemain Indonesia
Media Vietnam Soroti Tendangan Kungfu Berujung Sanksi Seumur Hidup Pemain Indonesia

Tackle keras biasanya berujung pada skorsing tiga pertandingan, tetapi di Indonesia, insiden mengejutkan ini menyebabkan dua pemain dilarang berpartisipasi dalam semua aktivitas sepak bola seumur hidup.

Insiden tersebut terjadi saat pertandingan Liga 4 antara Universitas Ahmad Dahlan (UAD) FC dan Kampungqu Football Indonesia (KAFI) pada 8 Januari. KAFI menang 1-0, namun pada menit ke-78 pertandingan berubah menjadi kontroversi ketika Dwi Pilihanto Nugroho menendang kepala Amirul Mutaqin dari UAD secara langsung saat mencoba menghalau bola.

Tabrakan mengerikan itu membuat Mutaqin ambruk di lapangan kesakitan. Meskipun wasit hanya memberi Dwi kartu kuning, pemain UAD itu terpaksa meninggalkan lapangan dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani rontgen karena rasa sakit yang hebat di rahangnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tulang yang patah, tetapi Mutaqin masih merasakan nyeri saat berbicara dan mengunyah, sehingga memerlukan pemantauan lebih lanjut selama 6-7 hari dan kemungkinan pemindaian CT jika kondisinya tidak membaik.

Setelah menerima laporan tersebut, Komite Disiplin PSSI melakukan investigasi dan menyimpulkan bahwa Dwi melanggar beberapa ketentuan Kode Disiplin 2025. Wendy Umar Seno Aji menegaskan bahwa ini adalah “pelanggaran serius yang menyebabkan cedera rahang pada pemain lawan.”

Akibatnya, Dwi dilarang dari semua aktivitas sepak bola di Indonesia, didenda, dan langsung dipecat oleh KAFI. Klub mendukung keputusan tersebut, menegaskan bahwa mereka tidak akan mentolerir perilaku apa pun yang bertentangan dengan semangat fair play, dan berharap ini akan menjadi pelajaran terakhir bagi sepak bola Indonesia untuk menghindari terulangnya insiden buruk seperti itu.

“Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, kami dari manajemen tim Kafi Jogja memohon maaf kepada tim UAD FC, pemain UAD FC mas Amirul, PSSI, dan seluruh pencinta sepakbola tanah air atas insiden pelanggaran yang dilakukan oleh salah seorang pemain kami saat pertandingan lanjutan kompetisi Liga 4 Piala Gubernur DIY, di Lapangan Sitimulyo, Selasa sore tadi,” tulis Kafi FC dalam Instagram resminya.

“Perlu kami sampaikan pemain kami tidak ada niatan untuk sengaja mencederai lawan. Pemain kami melakukan kecerobohan saat berusaha menyapu bola dengan menaikkan kaki terlalu tinggi sehingga mengenai pemain UAD FC mas Amirul,” tulis Kafi FC.

“Dari manajemen dan tim pelatih sudah memberi teguran keras kepada pemain yang bersangkutan,” tambah manajer klub.

Manajemen dan pemain Kafi FC pun berencana untuk melakukan silaturahmi kepada Amirul dan keluarga serta tim UAD FC untuk memohon maaf secara langsung.

“Sekali lagi, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden ini dan berharap tidak terulang di kemudian hari,” tutup manajer tim.

Tiga hari sebelumnya, Muhammad Hilmi Gimnastiar juga pernah melakukan tekel brutal serupa saat Putra Jaya kalah dari Perseta 1970 Tulungagung 2-7 di babak 32 besar Liga 4. Hilmi dari Putra Jaya tidak merebut bola melainkan melancarkan tendangan ala kung fu tepat ke dada Firman Nugraha Adhiansyah.

Federasi Sepak Bola Jawa Timur (PSSI Jatim) memutuskan untuk melarang Hilmi bermain secara permanen dan mendendanya sebesar 2,5 juta rupiah. Putra Jaya FC juga langsung memutus kontrak Hilmi.

Aksi tidak terpuji pemain dari Liga 4 Indonesia ini pun mendapatkan perhatian dari internasional. Media Vietnam, Znews, pun memuat judul “Sepak bola Indonesia terjerat dalam kekerasan”.

Znews menilai rangkaian insiden kekerasan tersebut menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia menghadapi krisis serius dalam hal disiplin dan sportivitas.

Dengan tekel yang semakin sering dan berpotensi fatal, olahraga ini secara bertahap kehilangan semangat yang melekat padanya. Tanpa tindakan korektif yang drastis, prestise dan perkembangan sepak bola Indonesia akan terus terkikis.

Scr/Mashable




Don't Miss