Manchester United benar-benar menjadikan sektor gelandang sebagai fokus utama perburuan mereka pada bursa transfer musim panas ini.
Langkah revolusi Setan Merah dimulai dengan berbagai spekulasi mengenai pembangunan ulang lini tengah mereka. Hal ini menjadi krusial mengingat minimnya kedalaman skuad musim lalu serta kepergian gelandang veteran, Casemiro.
Namun, situasi bergerak dan berubah begitu cepat hampir setiap harinya, padahal baru tujuh minggu berlalu sejak laga terakhir musim 2025/2026 usai bergulir.
Sejak awal, bursa transfer ini memperjelas satu hal: The Red Devils membutuhkan lebih dari satu—mungkin tiga—gelandang baru untuk memenuhi kebutuhan skuad. Para pemain ini kemungkinan besar datang dari segmen harga yang berbeda-beda.
Kesepakatan untuk memboyong Éderson dari Atalanta sebenarnya sudah tercapai pada bulan Mei. Namun, transfer tersebut kolaps setelah kubu Manchester memberikan sinyal bahwa mereka memilih untuk menunda dan memarkir kesepakatan tersebut.
Nama Aurélien Tchouaméni juga sempat menjadi opsi, sebelum akhirnya ia menandatangani kontrak baru dengan Real Madrid—sebuah trik lama yang kembali terulang. Di sisi lain, manajemen Man United menolak jor-joran demi menyaingi kekuatan finansial Tottenham Hotspur saat membajak Mateus Fernandes dan Sandro Tonali, atau langkah Manchester City yang menebus Elliot Anderson.
Investasi Cerdas Manajemen Setan Merah
Sebagai gantinya, investasi nyata kini sudah di depan mata. Kesepakatan senilai £50 juta (Rp1,2 triliun) untuk Andrey Santos dari Chelsea telah resmi rampung.
Langkah ini diprediksi segera disusul oleh kedatangan Youri Tielemans dengan biaya ‘hanya’ £35 juta (Rp845 miliar), berkat klausul rilis yang sangat menguntungkan dalam kontraknya di Aston Villa. Jika ditotal, harga kedua pemain ini setara dengan dana yang dikeluarkan Spurs untuk mendapatkan Fernandes seorang. Sebuah manuver bisnis yang dinilai sangat cerdas.
Dengan asumsi transfer Tielemans rampung, Michael Carrick akan memiliki tiga opsi gelandang senior untuk mengisi dua posisi poros kembar dalam formasi 4-2-3-1. Secara kuantitas, jumlah ini sama dengan musim lalu ketika mereka mengandalkan Kobbie Mainoo, Casemiro, dan Manuel Ugarte.
Namun, dengan jadwal kompetisi yang semakin padat dan situasi Ugarte yang kesulitan menit bermain di akhir musim lalu, rotasi lini tengah Manchester United musim ini dipastikan akan jauh lebih cair.
Bruno Fernandes sebenarnya bisa ditarik bermain lebih dalam, skema yang sempat ingin diterapkan Ruben Amorim musim lalu. Namun, opsi ini akan menjauhkan sang kapten dari posisi nomor 10.
Padahal, produktivitas asisnya yang luar biasa di paruh kedua musim lalu sukses memecahkan rekor asis satu musim di Liga Inggris.
Manchester United Masih Butuh Gelandang Pengangkut Air
Melihat pakem sistem permainan dan status Bruno Fernandes yang tak tergantikan sekaligus tak kenal lelah, kecil kemungkinan Tielemans, Santos, dan Mainoo akan bermain bersamaan sejak menit awal babak pertama.
Karakter dan kemampuan yang saling tumpang tindih membuat Carrick akan kesulitan menentukan duet utama yang mutlak. Sisi positifnya, padatnya jadwal laga tengah pekan akan membuat rotasi berjalan dinamis.
Fans United jelas ingin melihat Kobbie Mainoo menjadi pilihan utama di lini tengah. Carrick sendiri merupakan pengagum berat talenta lokal ini, menjadikannya nama pertama yang selalu masuk ke dalam daftar susunan pemain sejak Januari lalu.
Kelebihan Mainoo sebagai pengalir bola yang progresif dan dribeler yang berorientasi menyerang, sangat cocok jika disandingkan dengan pemain yang bertipe bertahan. Itulah mengapa duetnya bersama Casemiro tampil sangat solid ketika Carrick menyatukan mereka kembali di awal tahun 2026.
Andrey Santos bisa menjadi rekan duet yang ‘aman’ bagi Mainoo. Pemain asal Brasil ini telah membuktikan di Chelsea bahwa ia mampu menjadi jangkar yang kokoh agar pemain lain bisa bebas berkreasi.
Santos piawai menerima operan dan mengalirkan bola, tetapi nilai utamanya adalah menjaga keseimbangan. Jika Santos bermain disiplin dan menahan posisinya di belakang, Mainoo bisa melepas rem kaki dan bebas merangsek ke depan.
Sementara itu, duet Mainoo dan Tielemans—yang sama-sama desainer serangan yang cerdas—akan sangat mematikan dalam laga di mana United mendominasi penguasaan bola untuk membongkar pertahanan berlapis.
Namun, saat menghadapi lawan yang lebih tangguh dan tim asuhan Carrick dipaksa bermain bertahan, kombinasi yang mengandalkan otak ketimbang otot ini diprediksi akan keteteran dalam memenangkan duel fisik dan memotong bola.
Andrey Santos juga tipe pemain yang lebih menyukai intersep ketimbang tekel keras, sehingga ia bukanlah jawaban langsung untuk masalah fisik ini.
Duet Tielemans dan Santos pun memiliki kemampuan yang saling melengkapi, namun tetap saja bukan opsi terbaik ketika tim membutuhkan kekuatan fisik yang besar di lini pertahanan.
Saatnya Menghidupkan Kembali Minat pada Carlos Baleba
Kebutuhan mendesak akan sosok gelandang bertahan yang kuat secara fisik membuat ketertarikan Manchester United terhadap Tchouaméni sebelumnya sangat masuk akal. Begitu pula dengan saga Éderson, pemain yang memiliki determinasi dan daya jelajah tinggi.
Meski transfernya tertunda, laporan internal menyebutkan bahwa Man United belum sepenuhnya menyerah dan bisa maju kembali sebelum bursa transfer ditutup bulan September.
Di sisi lain, tidak ada salahnya bagi United untuk melirik kembali Carlos Baleba. Minat MU musim panas lalu langsung padam akibat Brighton & Hove Albion yang mematok harga terlampau tinggi.
Namun, performa Baleba yang sedikit menurun sepanjang musim lalu serta absennya panggung Piala Dunia bagi sang pemain seharusnya bisa membuat nilai transfernya merosot jatuh.
Untuk nama lain, Adam Wharton memiliki profil yang terlalu mirip dengan Mainoo atau Tielemans, sehingga tidak mendesak untuk dikejar saat ini.
Sementara itu, Alex Scott dari Bournemouth, meskipun bukan gelandang bertahan murni, memiliki kemampuan pressing dan momentum tekel yang akurat yang membuatnya layak dipertimbangkan. Satu-satunya ganjalan terbesar bagi Manchester United adalah label harganya saat ini yang sudah melonjak terlalu tinggi dan tidak masuk akal.
Scr/Mashable















