Para penggemar Real Madrid telah menciptakan gelombang protes, dengan suara bulat menuntut Presiden Florentino Perez segera mengundurkan diri setelah kekalahan memalukan 0-1 melawan Getafe dalam lanjutan LaLiga 2025/2026.
Real Madrid mengalami malam yang mengerikan di stadion kandang mereka, Santiago Bernabeu, setelah kekalahan menyakitkan 0-1 melawan Getafe. Kekalahan ini tidak hanya memberikan pukulan berat bagi ambisi tim asuhan Alvaro Arbeloa untuk meraih gelar LaLiga, tetapi juga memicu gelombang protes keras yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kepemimpinan klub.
Segera setelah peluit akhir dibunyikan, suasana di Bernabeu menjadi sangat tegang. Alih-alih kata-kata penyemangat, puluhan ribu Madridista meneriakkan serempak: “Florentino, mundurlah! “
Ini adalah seruan langsung untuk bertindak yang ditujukan kepada Presiden Florentino Perez, yang dianggap sebagai arsitek dari semua kesuksesan tetapi juga memikul tanggung jawab utama ketika tim mengalami kemunduran. Kemarahan para penggemar meletus setelah menyaksikan Real Madrid kalah dalam dua pertandingan berturut-turut, memperlebar jarak dengan pemimpin klasemen Barcelona menjadi empat poin.
Kejadian di lapangan hanya menambah frustrasi para penggemar. Meskipun mengendalikan permainan, para penyerang tim tuan rumah sama sekali tidak efektif dalam mencetak gol melawan Getafe.
Titik balik terjadi pada menit ke-39, ketika Martin Satriano melepaskan tendangan voli menakjubkan dari jarak lebih dari 18 meter, mengalahkan kiper Thibaut Courtois untuk mengamankan kemenangan bersejarah bagi tim tamu. Ini adalah kemenangan pertama Getafe di Bernabeu sejak Februari 2008.
Ketegangan semakin meningkat di waktu tambahan ketika kedua tim bermain dengan 10 pemain setelah Franco Mastantuono (Real Madrid) dan Adrian Liso (Getafe) menerima kartu merah .
Namun, semua perhatian tertuju pada tribun penonton, di mana kemarahan para penggemar mencapai puncaknya. Tuntutan agar “sang bos” Perez segera mengundurkan diri setelah kekalahan di liga domestik membuktikan bahwa kesabaran para penggemar telah habis.
Real Madrid akan menghadapi tekanan yang sangat besar ketika mereka bertandang ke stadion Celta Vigo dalam pertandingan mendatang, dengan harapan dapat menyelamatkan musim mereka.
Menyerah kepada Barcelona
Kekalahan 0-1 melawan Getafe membuat Real Madrid tertinggal 4 poin dari Barcelona, menyebabkan gelombang penggemar Real Madrid menyatakan mereka menyerah dalam perebutan gelar musim ini.
Komunitas penggemar Real Madrid secara resmi mengumumkan mengibarkan bendera putih dalam persaingan memperebutkan gelar LaLiga musim ini.
Keputusan untuk “menyerah” ini datang tepat setelah tim kerajaan Spanyol mengalami hasil buruk lainnya di liga domestik, membuat harapan mereka untuk mengejar rival abadi Barcelona semakin tipis.
Secara spesifik, tim asuhan pelatih Alvaro Arbeloa mengalami awal yang mengecewakan saat menjamu rival sekota Getafe di stadion Santiago Bernabeu. Meskipun memiliki keuntungan bermain di kandang, Los Blancos menampilkan gaya permainan yang stagnan dan tidak efektif.
Setelah 90 menit yang berat, Real Madrid menderita kekalahan tipis 0-1 . Kekalahan ini tidak hanya mengejutkan dari segi skor, tetapi juga menandai kekalahan beruntun kedua tim Bernabeu di La Liga, yang mencerminkan sedikit krisis dalam performa tim.
Konsekuensi langsung dari kekalahan ini adalah Real Madrid kini tertinggal 4 poin dari Barcelona di puncak klasemen liga . Dalam konteks liga yang sangat kompetitif, selisih ini dipandang sebagai hambatan psikologis yang sangat besar.
Segera setelah pertandingan melawan Getafe berakhir, sejumlah besar penggemar Real Madrid mengungkapkan kekecewaan mereka yang mendalam dan menegaskan bahwa tim mereka tidak lagi memiliki kesempatan untuk menggulingkan Blaugrana.
Di seluruh media dan jejaring sosial, pesan utama dan terpenting, yang disepakati secara bulat oleh mayoritas penggemar, adalah:
“Semuanya sudah berakhir.” Pernyataan tegas ini mencerminkan keputusasaan para Madridista dalam menghadapi situasi tim saat ini.
Alih-alih terus menaruh kepercayaan pada kebangkitan tim, para penggemar memilih untuk menerima kenyataan pahit bahwa perebutan gelar tahun ini praktis telah berakhir setelah kekalahan beruntun yang dialami tim asuhan Alvaro Arbeloa.
Scr/Mashable
















