Perbedaan Antara Alvaro Arbeloa dan Xabi Alonso dalam Menangani Skuad Real Madrid

10.02.2026
Perbedaan Antara Alvaro Arbeloa dan Xabi Alonso dalam Menangani Skuad Real Madrid
Perbedaan Antara Alvaro Arbeloa dan Xabi Alonso dalam Menangani Skuad Real Madrid

Menyusul kemenangan baru-baru Real Madrid atas Valencia, gelandang Aurelien Tchouameni berbagi pengalamannya beradaptasi dengan taktik pelatih baru Alvaro Arbeloa, dan mengungkapkan perubahan dalam metode kepelatihan dibandingkan dengan pendahulunya Xabi Alonso.

Kemenangan 2-0 melawan Valencia tidak hanya memberikan Real Madrid tiga poin penting, tetapi juga secara jelas menunjukkan transformasi tim di bawah staf pelatih baru.

Setelah pertandingan, Aurelien Tchouameni tak bisa menyembunyikan kepuasannya atas penampilan tim yang apik. “Kami bermain bagus. Tim membutuhkan lebih banyak pertandingan seperti ini,” ujar gelandang asal Prancis itu, seraya menekankan bahwa disiplin adalah kunci kemenangan.

Wawancara tersebut berfokus pada perbandingan antara pelatih kepala baru, Alvaro Arbeloa , dan mantan pelatih Xabi Alonso. Tchouameni mengakui bahwa perubahan di bangku pelatih selalu disertai dengan tuntutan taktik baru.

Dia menjelaskan: “Pelatih baru memiliki idenya sendiri tentang bagaimana menerapkan permainan. Kami baru bekerja sama selama dua atau tiga minggu, jadi seluruh tim membutuhkan waktu untuk membiasakan diri dengan gayanya. Tujuannya adalah bermain bagus baik dengan maupun tanpa bola, dan hari ini kami berhasil mencapainya .”

Berbicara tentang jalannya pertandingan , bintang Real Madrid itu mengatakan bahwa timnya menghadapi pertahanan Valencia yang sangat rapat dan bertahan dengan ketat. Namun, kesabaran dalam mengontrol bola membantu “Los Blancos” menembus tembok pertahanan ini.

Tchouameni menegaskan bahwa Real Madrid sepenuhnya pantas mendapatkan kemenangan dan bahkan bisa mencetak lebih banyak gol jika mereka memanfaatkan peluang yang ada.

Menariknya, ketika ditanya tentang perbedaan tingkat kebugaran di bawah kembalinya pakar Antonio Pintus ke staf pelatih baru, Tchouameni tersenyum penuh teka-teki.

Tanpa menjelaskan secara detail, ia membenarkan adanya perubahan yang jelas: “Saya punya pemikiran sendiri tetapi saya tidak bisa mengungkapkannya secara terbuka. Singkatnya, cara kami bekerja dengan metode Xabi sebelumnya, dan sekarang dengan Arbeloa dan Pintus, dilakukan dengan cara yang sangat berbeda.”

5 Poin Penting dari Valencia 0-2 Real Madrid: Gol Ajaib Carreras

Real Madrid mengalahkan Valencia 2-0 berkat gol solo spektakuler dari Carreras dan gol telat dari Mbappe, sehingga mempersempit selisih poin dengan pemimpin klasemen Barcelona menjadi hanya satu poin.

Real Madrid keluar sebagai pemenang dari stadion Mestalla yang megah dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Valencia pada pekan ke-23 La Liga.

Pada hari ketika dua bintang kunci, Vinicius Junior dan Jude Bellingham, absen, tim asuhan pelatih Alvaro Arbeloa tetap berhasil mengatasi kesulitan berkat kehebatan para pemain yang tak terduga dan kegigihan tim yang sedang dalam rentetan kemenangan.

Kemenangan ini tidak hanya memperkuat posisi tim sebagai kandidat juara, tetapi juga secara langsung memberikan tekanan pada rival abadi mereka, Barcelona, ​​dalam perebutan gelar juara.

1. Mahakarya Alvaro Carreras dan titik balik yang menentukan.

Saat para striker bintang Real Madrid kesulitan menghadapi lini pertahanan Valencia yang rapat, titik balik pertandingan datang dari seorang bek kiri. Pada menit ke-65, Alvaro Carreras melakukan sebuah aksi yang mengejutkan seluruh stadion Mestalla.

Menerima bola dari Dean Huijsen di sayap, pemain Spanyol itu, alih-alih melakukan umpan silang, memutuskan untuk melakukan lari kencang.

Ia melakukan serangkaian dribel, melewati tiga bek lawan secara beruntun sebelum melepaskan tembakan menentukan ke sudut bawah gawang.

Ini bukan hanya gol yang memecah kebuntuan, tetapi juga bukti kepercayaan diri luar biasa yang ditanamkan Arbeloa pada para pemainnya. Menariknya, kedua gol Carreras di La Liga musim ini dicetak melawan Valencia, menjadikannya “musuh bebuyutan” sejati bagi “Kelelawar”.

2. Kylian Mbappe dan nilai seorang bintang besar.

Meskipun tidak tampil spektakuler di babak pertama, Kylian Mbappe sekali lagi membuktikan mengapa dia adalah “pembunuh” nomor satu di liga. Sepanjang pertandingan, pemain nomor 10 Real Madrid ini terus-menerus menjadi ancaman dengan kecepatan luar biasanya di sisi kiri lapangan.

Meskipun melewatkan beberapa peluang bagus di awal pertandingan, Mbappe tetap fokus sepenuhnya hingga detik-detik terakhir.

Gol di menit ke-90+1, setelah menerima umpan dari Brahim Diaz, adalah hadiah yang pantas untuk usaha tanpa henti sang striker Prancis. Gol ke-23-nya di La Liga tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pencetak gol terbanyak, tetapi juga menunjukkan kemampuan Real Madrid yang tanpa ampun untuk mengalahkan lawan dalam serangan balik yang tajam.

3. Sistem pertahanan darurat namun sangat kokoh.

Bertandang ke Mestalla dengan lini pertahanan yang terdiri dari banyak wajah muda seperti Raul Asencio, Dean Huijsen, dan terutama pemain baru David Jimenez yang melakukan debutnya, Real Madrid menimbulkan keraguan di kalangan para ahli.

Namun, kenyataan di lapangan membuktikan sebaliknya. Para pemain bertahan muda “The White Eagles” bermain sangat disiplin dan saling melindungi dengan efektif.

Statistik menunjukkan bahwa meskipun Valencia melakukan upaya menyerang dan melepaskan tujuh tembakan, mereka gagal mencetak gol sama sekali. Kiper Thibaut Courtois menjalani hari yang relatif mudah berkat perlindungan yang sangat baik dari rekan-rekan setimnya yang lebih muda.

Ketenangan Raul Asencio dan assist Dean Huijsen menunjukkan bahwa Real Madrid memiliki generasi penerus yang menjanjikan, siap mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh para pendahulu mereka.

4. Kecemerlangan taktis dan keberanian Alvaro Arbeloa

Pelatih Alvaro Arbeloa secara bertahap membangun “kerajaan” baru di Bernabeu dengan kombinasi sempurna antara bintang-bintang kelas dunia dan talenta muda dari akademi Castilla. Terlepas dari absennya Vinicius (skorsing) dan Bellingham (cedera), Arbeloa tetap teguh pada gaya permainan menyerang dan langsungnya.

Ia dengan berani memberikan kesempatan bermain sebagai starter kepada David Jimenez dan Gonzalo Garcia, dan juga melakukan pergantian pemain penting dengan memasukkan Brahim Diaz dan Franco Mastantuono pada momen-momen krusial.

Penyesuaian ini membantu Real Madrid mempertahankan tempo serangan mereka dan mencetak gol kemenangan di waktu tambahan. Kemenangan ini menjadikan Arbeloa sebagai pelatih berikutnya dalam sejarah klub yang memenangkan keempat pertandingan pertamanya di La Liga.

5. Tekanan yang mencekik Barcelona dalam perebutan gelar juara.

Kemenangan ini memiliki arti strategis yang sangat penting bagi Real Madrid karena persaingan perebutan gelar memasuki fase paling intens. Tiga poin di Mestalla memungkinkan tim asuhan Arbeloa untuk memperkecil selisih poin dengan pemimpin klasemen Barcelona menjadi hanya satu poin.

Konsistensi luar biasa Real Madrid menciptakan tekanan psikologis yang sangat besar pada rival Catalan mereka. Dengan ketenangan seorang raja, setelah memenangkan semua 17 pertandingan La Liga musim ini setelah mencetak gol pembuka, Real Madrid menunjukkan bahwa mereka adalah kandidat nomor satu untuk kejuaraan berkat kemampuan mereka untuk mengendalikan nasib mereka dan memanfaatkan peluang.

Scr/Mashable





Don't Miss