One Pride MMA memastikan peta kompetisi musim 2026 dengan sejumlah perubahan besar yang berfokus pada kualitas pertandingan dan pembinaan atlet menuju panggung internasional.
Promotor olahraga bela diri campuran terbesar di Indonesia itu akan menggelar empat rangkaian Fight Night sepanjang tahun, diawali melalui gelaran One Pride 89 (OP 89) pada Sabtu, 11 April 2026 di HW Superhouse Satrio, Jakarta.
Pada musim baru ini, organisasi tersebut melakukan penyusunan ulang struktur divisi. Melalui divisi Combat, One Pride MMA menonaktifkan empat kelas pertandingan, yakni Welterweight, Woman Class, Atomweight, dan Strawweight.
Kompetisi dipusatkan pada empat divisi utama: Flyweight, Bantamweight, Featherweight, dan Lightweight. Kebijakan itu sekaligus diikuti proses seleksi ulang roster atlet. Dari lebih 450 petarung yang tercatat, hanya 50 fighter yang dipilih sebagai roster inti 2026 melalui penilaian performa, rekam kemenangan, serta usia produktif.
Chief Combat Officer One Pride MMA, Suwardi, menyatakan langkah tersebut merupakan strategi jangka panjang untuk meningkatkan standar kompetisi nasional.
“Musim 2026 ini kami rancang sebagai fase pematangan kualitas, tujuan kami jelas kualitas di atas kuantitas. Fokus kami bukan hanya menghadirkan pertarungan menarik, tetapi memastikan setiap fighter yang tampil benar-benar layak berada di level kejuaraan One Pride MMA. Selanjutnya dari sini ekosistem MMA Indonesia bisa tumbuh sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain perombakan divisi, One Pride MMA memperkenalkan format pertandingan baru bernama Hystrike. Format ini menghadirkan duel berdiri murni tanpa ground fight maupun submission.
Aturan pertarungan memadukan teknik dari tinju, kickboxing, Muay Thai, hingga karate dengan tempo cepat dan tekanan tinggi. Setiap ronde menuntut akurasi pukulan, timing, serta ketahanan mental karena kemenangan ditentukan melalui dominasi striking.
Suwardi menyebut Hystrike menjadi opsi baru bagi atlet dengan spesialisasi pukulan dan tendangan.
“Kehadiran Hystrike adalah sebagai alternatif dalam ekosistem One Pride MMA. Di Hystrike, kami menghilangkan ‘zona nyaman’ ground fighting untuk memberi ruang bagi para striker menunjukkan seni bela diri berdiri yang paling murni. Ini adalah tentang keberanian untuk terus berdiri saat tekanan mencapai puncaknya. Hystrike adalah jawaban bagi penonton yang haus akan aksi tanpa jeda,” katanya.
Organisasi juga menghadirkan program “One Pride Physical”. Program ini merupakan simulasi kesiapan fisik petarung menuju laga kejuaraan.
Ujiannya tidak hanya berupa lari atau angkat beban, melainkan rangkaian aktivitas fisik yang meniru tuntutan pertandingan sebenarnya, hanya tanpa kontak pukulan. Penentuan pasangan peserta tidak dilakukan secara acak, melainkan mengacu pada rivalitas resmi dalam fight card OP 89.
Pada OP 89, partai utama mempertemukan Windri Patilima (11-2-0) melawan Ronald Mastrana Siahaan (8-2-0) dalam perebutan sabuk Lightweight.
Selain perebutan gelar, penonton juga akan disuguhi laga Hystrike yang mempertemukan Pinter Berantem melawan Preman Pensiun, duel yang diperkirakan menjadi salah satu pertarungan paling dinanti.
Pertandingan dapat disaksikan melalui sistem pay-per-view di platform Vidio sebagai mitra siaran resmi, serta disiarkan langsung melalui kanal YouTube One Pride MMA.
One Pride MMA juga menegaskan komitmennya membuka jalur internasional bagi atlet nasional. Melalui kerja sama program Road to UFC dan beasiswa UFC Performance Institute (UFC PI), organisasi akan memberangkatkan Deny Dafa dan Deniy Arif ke fasilitas pelatihan UFC pada April 2026.
Sementara untuk Road to UFC 2026, Aditya Ginting di kelas Flyweight dan Ronald Mastrana Siahaan di kelas Featherweight diproyeksikan menjadi kandidat, menunggu pengumuman resmi akhir Februari.
Suwardi menargetkan konsistensi pengiriman atlet Indonesia ke level dunia setiap tahun.
“Target kami jelas, setiap tahun harus ada petarung Indonesia yang siap naik ke level internasional. One Pride MMA ingin memastikan ini adalah hal berkelanjutan,” tutupnya.
Melalui restrukturisasi divisi, pengenalan format Hystrike, hingga jalur pembinaan internasional, One Pride MMA menempatkan musim 2026 sebagai fase penting dalam profesionalisasi MMA Indonesia sekaligus upaya meningkatkan daya saing petarung nasional di panggung global.
Scr/Mashable


















