PSSI-nya Belanda Angkat Bicara soal Peluang Boikot Piala Dunia 2026

23.01.2026
PSSI-nya Belanda Angkat Bicara soal Peluang Boikot Piala Dunia 2026
PSSI-nya Belanda Angkat Bicara soal Peluang Boikot Piala Dunia 2026

Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) telah mengklarifikasi kemungkinan untuk tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dalam pernyataan yang diposting di situs web KNVB, Sekretaris Jenderal Gijs de Jong menegaskan bahwa Federasi Sepak Bola Belanda menyadari dinamika internasional seputar negara-negara tuan rumah bersama Piala Dunia, tetapi semua keputusan akhir akan didasarkan pada rekomendasi resmi dari FIFA, UEFA, dan pemerintah Belanda.

“Menentukan posisi kami dalam isu-isu internasional adalah hak prerogatif pemerintah Belanda. Kami selalu sepenuhnya mematuhi pedoman dari pemerintah, FIFA, dan UEFA. Jika ada arahan yang melarang perjalanan atau partisipasi, kami tidak akan berpartisipasi,” tegas pemimpin KNVB tersebut.

“Kita hidup di dunia yang berubah sangat cepat. Oleh karena itu, KNVB selalu memantau perkembangan internasional dengan cermat, berkoordinasi erat dengan FIFA, UEFA, Kementerian Luar Negeri, dan misi diplomatik,” tambah De Jong.

“Kami selalu mempertahankan sikap waspada dan fleksibel, seperti yang telah kami lakukan pada turnamen sebelumnya.”

Menurut pemimpin KNVB, prioritas utama Federasi adalah memastikan para pemain dan staf pelatih dapat sepenuhnya fokus pada tugas profesional mereka, daripada terganggu oleh faktor-faktor eksternal.

“Misi kami adalah Piala Dunia, ini sepak bola, dan nilai-nilai inti yang kami kejar adalah dialog, koneksi, dan inovasi,” ujar De Jong.

Pada akhirnya, KNVB percaya bahwa sepak bola tetap menjadi jembatan penting, membantu menjaga dialog dan kohesi, bahkan dalam keadaan yang kompleks. “Kami adalah organisasi yang bertanggung jawab secara sosial, tetapi fokusnya selalu pada sepak bola,” tegas De Jong.

Menurut media Eropa, pertemuan tertutup para pemimpin dari sekitar 20 federasi sepak bola di Budapest awal pekan ini membahas berbagai skenario terkait Piala Dunia 2026, termasuk kemungkinan membatalkan turnamen tersebut, mengingat sensitivitas lingkungan penyelenggaraannya.

Sementara itu, FIFA dilaporkan tidak mempertimbangkan kemungkinan boikot dalam bentuk apa pun. Saat ini, Piala Dunia 2026 terus menimbulkan kontroversi hebat bahkan sebelum dimulai.

Timnas Inggris Didesak Mundur dari Piala Dunia 2026

Sebelumnya, tim nasional Inggris dan Skotlandia menghadapi seruan kontroversial terkait partisipasi mereka di Piala Dunia 2026, yang akan diadakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Meskipun tetap sesuai jadwal, baik Inggris maupun Skotlandia secara tak terduga terseret dalam gelombang perdebatan seputar peran negara tuan rumah Piala Dunia 2026 dan perkembangan sensitif baru-baru ini di luar lapangan.

Inggris akan menghadapi Kroasia, Ghana, dan Panama di babak penyisihan grup, sementara Skotlandia berada di grup yang sama dengan Brasil, Maroko, dan Haiti. Timnas Inggris dianggap sebagai salah satu kandidat kuat untuk meraih gelar juara, sementara Skotlandia bersiap untuk menandai penampilan pertama mereka di Piala Dunia sejak 1998.

Namun, suasana menjelang turnamen menjadi rumit ketika beberapa tindakan kontroversial oleh AS memicu beragam reaksi. Langkah-langkah ini memicu gelombang kritik internasional, dan juga meluas ke dunia olahraga, yang umumnya diharapkan tidak terpengaruh oleh kontroversi di luar lapangan.

Di Inggris, banyak anggota parlemen percaya bahwa menyelenggarakan Piala Dunia di stadion-stadion AS saat ini dapat menciptakan citra yang sensitif. Beberapa bahkan menyarankan bahwa membatalkan Piala Dunia 2026 akan menjadi cara untuk mengambil sikap tegas terhadap tindakan yang dianggap di bawah standar.

Meskipun demikian, federasi sepak bola dan para ahli tetap berhati-hati. Bagi mereka, Piala Dunia adalah festival terbesar dalam sepak bola dunia, di mana para pemain dan penggemar mengharapkan kemurnian olahraga, bukan kontroversi di luar lapangan.

Scr/Mashable





Don't Miss