Rambut dan Obsesi Terhadap Manchester United

12.02.2026
Rambut dan Obsesi Terhadap Manchester United
Rambut dan Obsesi Terhadap Manchester United

Tantangan potong rambut yang tampaknya tidak berbahaya telah menjadi cerminan dari performa Manchester United yang tidak konsisten dalam jangka waktu yang lama.

Pada Oktober 2024, Frank Ilett, yang dikenal sebagai The United Strand, mengunggah video yang menyatakan bahwa ia tidak akan memotong rambutnya sampai Manchester United memenangkan lima pertandingan berturut-turut. Saat itu, itu hanyalah lelucon di media sosial. Ia bahkan melakukan jajak pendapat yang menanyakan kepada pengikutnya apakah mereka akan memotong rambut lagi pada tahun 2024, 2025, atau 2026. 90% dari 27.000 peserta memilih 2026. Mereka punya alasan sendiri.

Hampir 500 hari telah berlalu, dan rambut itu masih ada di sana.

Setelah hasil imbang 1-1 melawan West Ham United pada pagi hari tanggal 11 Februari, tantangan telah “dimulai kembali.” Manchester United belum pernah memenangkan lima pertandingan berturut-turut. Gol peny equalizer di menit-menit akhir dari Benjamin Sesko hanya cukup untuk menyelamatkan satu poin, tidak cukup untuk menghilangkan sakit kepala.

Dari Gimmick Menjadi Ikon

Awalnya, Ilett hanya ingin “membawa sedikit kegembiraan” kepada komunitas penggemar selama periode yang sulit. Ketika ia memulai tantangannya, terakhir kali Manchester United memenangkan lima pertandingan berturut-turut hanya beberapa bulan sebelumnya, dari Januari hingga Februari 2024. Tidak ada yang menyangka bahwa rekor tersebut akan menjadi begitu mustahil.

Namun, sepak bola memiliki caranya sendiri untuk memperpanjang penantian tersebut.

Manchester United, setelah era Sir Alex Ferguson, beberapa kali mencatatkan lima kemenangan beruntun. Namun, sejak janji Ilett, tim hanya berhasil meraih tiga kemenangan beruntun sebanyak dua kali hingga Michael Carrick mengambil alih dan mengubah sistemnya.

Dibandingkan dengan rival mereka di “Enam Besar,” kesenjangan tersebut bahkan lebih mencolok. Arsenal, Manchester City, Liverpool, dan Chelsea semuanya pernah mencatatkan lima kemenangan beruntun dalam beberapa pertandingan terakhir. Bahkan Tottenham, tim yang dianggap tidak stabil selama 18 bulan terakhir, pun berhasil melakukannya.

Oleh karena itu, rambut Ilett bukan lagi detail yang lucu. Itu telah menjadi indikator visual dari ketidakstabilan klub. Setiap minggu berlalu, setiap foto “sebelum dan sesudah” yang dibagikan berfungsi sebagai pengingat akan perjalanan tanpa akhir yang terlihat.

Menariknya, jangkauan cerita ini jauh melampaui ekspektasi awal. Ilett kini memiliki lebih dari 2,3 juta pengikut. Siaran langsungnya menarik ratusan ribu penonton. Dia memiliki agen, kemitraan komersial, dan bahkan rencana untuk menyumbangkan rambutnya ke badan amal Little Princess Trust, bersama dengan kampanye penggalangan dana yang telah melampaui target awalnya berkali-kali.

Tantangan pribadi tiba-tiba berubah menjadi tantangan komunal.

Ketika Humor Menjadi Beban

Pada satu titik, cerita itu tampaknya dianggap sebagai lelucon oleh klub itu sendiri. Manchester United meningkatkan fasilitas tempat latihan Carrington mereka dengan sebuah tempat potong rambut. Gagasan seorang pemain memotong rambut Ilett tepat di Old Trafford terdengar tidak terlalu mengada-ada.

Namun, suasananya telah berubah.

Kapten Bruno Fernandes dan manajer Michael Carrick sama-sama bersikap hati-hati ketika ditanya tentang masalah tersebut. Klub tersebut sejak itu telah berhenti memberikan komentar publik mengenai cerita tersebut.

Alasannya sederhana. Dalam sepak bola level atas, ikon juga bisa menjadi beban. Setiap kali Manchester United gagal meraih kemenangan beruntun yang dibutuhkan, gaya rambut itu selalu diungkit sebagai bukti ketidakkonsistenan mereka.

Meskipun demikian, tidak semua reaksi bersifat positif. Beberapa penggemar memprotes partisipasi Ilett dalam iklan sebuah perusahaan taruhan besar. Yang lain dilarang masuk stadion karena berselisih dengannya. Humor awal secara bertahap bercampur dengan kontroversi.

Meskipun demikian, sebagian besar penggemar mengikuti cerita tersebut dengan penuh antisipasi akan sebuah kesimpulan. Bukan karena gaya rambutnya, tetapi karena apa yang dilambangkannya. Rentetan kemenangan lima pertandingan bukanlah hal yang berlebihan bagi Manchester United. Itu dulunya adalah hal yang biasa.

Sekarang, hal itu telah menjadi tonggak yang sulit untuk dicapai.

Sepak bola selalu menghasilkan ikon yang tak terduga. Terkadang itu adalah ban kapten, terkadang itu adalah spanduk di tribun. Kali ini adalah rambut panjang. Rambut itu tidak mencetak gol, tidak memberikan assist, tidak mengubah sistem taktik. Tapi rambut itu menceritakan sebuah kisah.

Ini adalah kisah tentang penantian. Tentang kerinduan untuk merebut kembali kejayaan masa lalu. Dan tentang sebuah tim yang belum menemukan ritme yang dibutuhkan.

Ketika Manchester United akhirnya memenangkan lima pertandingan berturut-turut, Ilett mungkin akan mendapatkan potongan rambut yang selalu ia impikan di Old Trafford. Momen itu pasti akan dibagikan di seluruh media sosial. Tetapi yang lebih penting adalah apa yang ada di balik gunting itu. Itu adalah tanda bahwa tim telah menemukan kembali apa yang dulunya begitu familiar: kemenangan demi kemenangan.

Pada titik itu, cerita akan berakhir. Dan mungkin, perasaan menghantui itu pun akan berakhir.

Scr/Mashable





Don't Miss