Menteri Olahraga Ahmad Donyamali mengatakan bahwa konflik dan ketegangan dengan Amerika Serikat telah menghalangi Iran untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026.
Perkembangan tak terduga muncul terkait Piala Dunia ketika Iran mengumumkan tidak akan berpartisipasi dalam turnamen tersebut di tengah meningkatnya ketegangan keamanan regional.
Berbicara kepada media, Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali menegaskan bahwa kondisi saat ini tidak memungkinkan tim nasional untuk berpartisipasi dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia. Menurutnya, ketegangan dengan Amerika Serikat dan konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut telah membuat partisipasi di Piala Dunia menjadi tidak mungkin.
“Situasi keamanan dan ketegangan dengan AS saat ini membuat kami tidak mungkin berpartisipasi dalam turnamen tersebut,” kata Donyamali.
Kepala sektor olahraga Iran mengatakan bahwa konflik dalam beberapa bulan terakhir telah menimbulkan konsekuensi serius, sehingga negara tersebut berada dalam situasi yang tidak lagi layak untuk berpartisipasi dalam acara olahraga global.
Pernyataan ini langsung menarik perhatian dunia sepak bola internasional karena Iran adalah salah satu tim yang lolos ke Piala Dunia. Selama bertahun-tahun, tim Asia Barat ini selalu menjadi perwakilan Asia yang familiar di turnamen terbesar di planet ini.
Penarikan diri Iran, jika benar-benar terjadi, akan menciptakan kekosongan yang signifikan di Piala Dunia dan memaksa badan pengatur sepak bola untuk mencari alternatif. Namun, hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari FIFA mengenai kemungkinan penyesuaian daftar tim peserta.
Sepak bola Iran telah lama dianggap sebagai kekuatan besar di kawasan Asia. Tim nasional secara rutin berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia dalam beberapa edisi terakhir dan memiliki banyak pemain yang saat ini berkompetisi di liga-liga besar.
Namun, di tengah situasi geopolitik yang kompleks dan konflik yang meningkat, olahraga juga sangat terpengaruh. Keputusan Iran menggambarkan dampak luas dari ketidakstabilan regional terhadap acara olahraga internasional.
Dalam waktu dekat, komunitas sepak bola akan menunggu tanggapan resmi dari FIFA mengenai kasus Iran dan bagaimana situasi tersebut akan ditangani jika tim tersebut memang tidak diizinkan untuk berpartisipasi di Piala Dunia.
Bagaimana Jadinya Babak Penyisihan Grup Piala Dunia 2026 Jika Iran Mengundurkan Diri?
Jika Iran tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, Grup G turnamen tersebut dapat mengalami perubahan signifikan karena FIFA akan terpaksa memilih tim pengganti atau mengubah struktur grup.
Kemungkinan Iran menarik diri dari Piala Dunia 2026 menarik perhatian besar dari komunitas sepak bola internasional. Jika skenario ini terjadi, Grup G, tempat tim Asia Barat itu berkompetisi, akan terkena dampaknya secara langsung.
Berdasarkan hasil undian, Grup G Piala Dunia 2026 terdiri dari Belgia, Mesir, Iran, dan Selandia Baru. Pertandingan di grup ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 15 hingga 26 Juni di stadion-stadion di Pantai Barat Amerika Utara, termasuk Los Angeles, Seattle, dan Vancouver.
Dalam format baru Piala Dunia 2026 dengan 48 tim, setiap grup akan terdiri dari 4 tim. Dua tim teratas dan sejumlah tim peringkat ketiga dengan rekor terbaik akan lolos ke babak gugur. Oleh karena itu, absennya sebuah tim dalam suatu grup dapat secara langsung memengaruhi jadwal, jumlah pertandingan, dan sistem penilaian.
Jika Iran secara resmi menarik diri, FIFA memiliki dua opsi utama.
Opsi pertama adalah mengganti mereka dengan tim yang berbeda. Ini dianggap sebagai skenario yang paling layak untuk mempertahankan struktur empat tim per grup.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa tim-tim Asia seperti Irak atau UEA dapat dipertimbangkan, karena mereka adalah tim yang paling dekat dengan kualifikasi Piala Dunia di babak kualifikasi regional.
Dalam hal ini, tim yang terpilih akan menggantikan Iran di Grup G dan bermain melawan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru sesuai dengan jadwal pertandingan.
Opsi kedua adalah mempertahankan format grup seperti semula tetapi hanya dengan 3 tim. Dalam hal ini, setiap tim akan memainkan lebih sedikit pertandingan, dan grup tersebut hanya akan memiliki 3 tim yang bersaing untuk memperebutkan 2 tempat kualifikasi.
Namun, skenario ini kemungkinan besar tidak akan terjadi karena dapat memengaruhi kontrak televisi dan rencana organisasi turnamen.
Absennya Iran juga bisa menciptakan keuntungan bagi tim-tim lain di grup ini. Belgia, yang dianggap sebagai tim terkuat di grup, mungkin akan menghadapi tekanan yang lebih sedikit dalam perebutan posisi pertama. Sementara itu, Mesir dan Selandia Baru akan memiliki peluang lebih baik untuk bersaing memperebutkan tempat di babak selanjutnya.
Piala Dunia 2026 akan dimulai pada 11 Juni di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan turnamen yang semakin dekat, setiap perubahan terkait Iran dapat berdampak domino pada jadwal dan struktur grup.
Scr/Mashable
















