Resmi, Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool di Akhir Musim 2025/2026

25.03.2026
Resmi, Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool di Akhir Musim 2025/2026
Resmi, Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool di Akhir Musim 2025/2026

Spekulasi panjang mengenai masa depan sang raja Mesir, Mohamed Salah, akhirnya menemui titik terang yang pahit bagi para pendukung setia Liverpool. Pihak klub secara resmi mengonfirmasi bahwa penyerang legendaris tersebut akan meninggalkan Anfield pada penghujung musim 2025/2026.

Keputusan ini menandai berakhirnya sebuah era emas yang telah mengubah wajah sejarah modern The Reds.

Pada 24 Maret 2026, manajemen Liverpool merilis pernyataan yang mengejutkan dunia sepak bola. Setelah sembilan tahun penuh pengabdian, Salah dan klub sepakat untuk berpisah.

Perpisahan ini terasa mendadak, mengingat pemain berusia 33 tahun itu sebenarnya baru saja menandatangani perpanjangan kontrak pada April 2025 lalu. Saat itu, banyak yang meyakini Salah akan menghabiskan sisa karier puncaknya di bawah asuhan Arne Slot.

Keretakan di Balik Layar?

Meskipun pengumuman resmi menyebutkan adanya kesepakatan bersama, aroma ketegangan sempat tercium dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Desember 2025, muncul laporan yang menyebutkan Salah merasa dijadikan “kambing hitam” atas beberapa hasil buruk tim. Ia bahkan sempat melontarkan pernyataan emosional bahwa dirinya merasa “dikorbankan” oleh pihak tertentu di dalam klub.

Ketegangan ini kontras dengan performanya di lapangan. Hingga Maret 2026, Salah tetap menjadi nyawa serangan Liverpool. Ia baru saja menembus angka keramat 250 gol untuk klub, menempatkannya di posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool, hanya di bawah legenda Ian Rush dan Roger Hunt.

Dengan catatan 255 gol dari 435 penampilan, kontribusi Salah tidak perlu diragukan lagi.

Destinasi Berikutnya: Menuju Tanah Arab?

Pertanyaan besar yang kini muncul adalah: ke mana Salah akan melangkah? Meski belum ada pengumuman resmi, semua radar mengarah kuat ke Arab Saudi. Liga Pro Saudi (SPL) sudah lama tidak menyembunyikan ketertarikan mereka pada kapten timnas Mesir tersebut.

CEO Liga Pro Saudi, Omar Mugharbel, secara terbuka menyatakan bahwa Salah adalah target utama yang terus mereka pantau. Klub-klub raksasa seperti Al-Ittihad dan Al-Hilal dikabarkan siap menyodorkan kontrak dengan nilai “astronomis” yang sulit ditolak.

Bagi publik Timur Tengah, kehadiran Salah bukan sekadar soal teknis di lapangan, melainkan simbol ikonik bagi dunia Islam dan sepak bola global.

Salah sendiri sempat mengakui pada Mei 2025 bahwa pembicaraan dengan pihak Saudi sudah sangat serius sebelum ia akhirnya memutuskan bertahan setahun lagi di Merseyside. Kini, dengan statusnya yang akan segera bebas transfer, kepindahan ke Arab Saudi tampak menjadi skenario yang paling masuk akal.

Akhir dari Sebuah Warisan

Kepergian Salah bukan sekadar hilangnya seorang pencetak gol ulung. Liverpool kehilangan sosok yang menjadi pilar kebangkitan mereka sejak didatangkan dari AS Roma pada 2017.

Selama berseragam merah, Salah telah mempersembahkan segalanya: trofi Premier League, Liga Champions, Piala FA, hingga Piala Dunia Antarklub.

Bagi Arne Slot, tugas terberat kini menanti: mencari pengganti sosok yang hampir mustahil untuk digantikan. Liverpool menegaskan bahwa fokus saat ini adalah menyelesaikan sisa musim dengan prestasi tertinggi sebagai kado perpisahan yang manis bagi sang legenda.

Anfield kini bersiap untuk sebuah perpisahan emosional di akhir musim, melepas seorang pemain yang bukan hanya menjadi mesin gol, tetapi telah menjadi bagian dari identitas Liverpool itu sendiri.

Scr/Mashable





Don't Miss