Resmi, Timnas Indonesia U-23 Gagal Tampil di Asian Games 2026

12.02.2026
Resmi, Timnas Indonesia U-23 Gagal Tampil di Asian Games 2026
Resmi, Timnas Indonesia U-23 Gagal Tampil di Asian Games 2026

Sebuah kabar pahit harus ditelan oleh para pecinta sepak bola nasional. Timnas Indonesia U-23 dipastikan absen dan tidak akan mengirimkan wakilnya pada cabang olahraga sepak bola putra di ajang Asian Games 2026 yang akan diselenggarakan di Aichi-Nagoya, Jepang.

Kepastian ini menjadi tamparan keras bagi tren positif sepak bola Tanah Air yang tengah naik daun dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan laporan mendalam dari media olahraga regional, ASEAN Football, serta rujukan regulasi terbaru dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), kegagalan ini disebabkan oleh perubahan sistem kualifikasi yang sangat ketat. Berbeda dengan edisi sebelumnya di mana partisipasi ditentukan melalui pendaftaran komite olimpiade negara masing-masing, edisi ke-20 di Jepang ini menerapkan standar prestasi yang linier dengan turnamen resmi AFC.

Alasan utama absennya skuad Garuda adalah karena kegagalan Timnas U-23 Indonesia melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2026. AFC dan Dewan Olimpiade Asia (OCA) memutuskan bahwa 16 slot untuk Asian Games 2026 hanya diberikan kepada tim-tim yang berhasil lolos melalui kualifikasi Piala Asia U-23.

Sayangnya, dalam babak kualifikasi yang baru saja usai, anak asuh Shin Tae-yong gagal mengamankan posisi juara grup maupun status runner-up terbaik, sehingga langkah mereka terhenti lebih awal.

Kenyataan ini sangat kontras jika dibandingkan dengan pencapaian heroik Garuda Muda pada tahun 2024 silam. Kala itu, Indonesia mencatatkan sejarah emas dengan menembus babak semifinal Piala Asia U-23 di Qatar.

Bahkan, Marselino Ferdinan dan kolega hampir saja mencicipi rumput Olimpiade Paris 2024 sebelum akhirnya kalah tipis di babak play-off antar-benua melawan Guinea. Prestasi tersebut sempat menumbuhkan optimisme bahwa Indonesia telah menjadi kekuatan baru yang disegani di level kontinental.

Ketidakhadiran Indonesia di Nagoya terasa semakin menyesakkan mengingat rival bebuyutan di Asia Tenggara, seperti Thailand dan Vietnam, justru berhasil memastikan satu tempat di turnamen tersebut. Kedua negara tetangga itu sukses melaju ke putaran final Piala Asia U-23, yang secara otomatis menjadi tiket mereka menuju panggung Asian Games 2026.

Pengamat sepak bola menilai bahwa kegagalan ini menjadi pengingat bahwa konsistensi di level Asia tidak bisa diraih secara instan. Meski tim senior Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan di kualifikasi Piala Dunia, kegagalan di level umur ini menunjukkan adanya celah dalam regenerasi atau persiapan strategi kualifikasi yang kurang maksimal.

Dengan hasil ini, fokus PSSI kini harus dialihkan sepenuhnya pada agenda internasional lainnya di tahun 2026, termasuk Piala ASEAN (dahulu Piala AFF) dan sisa laga krusial di kualifikasi Piala Dunia. Publik sepak bola nasional tentu berharap kegagalan menuju Asian Games ini menjadi bahan evaluasi total agar momentum kebangkitan sepak bola Indonesia tidak kembali meredup di tengah jalan.

Tanpa Garuda di Jepang, Asian Games 2026 dipastikan akan terasa kurang lengkap bagi jutaan suporter fanatik di Tanah Air.

Scr/Mashable





Don't Miss