Meskipun bersinar dengan seragam Barcelona dan tim nasional Spanyol, Pedri tetap mempertahankan kebiasaan sederhana menelepon ibunya hampir setiap hari untuk menemukan keseimbangan setelah gemerlap dan kemewahan lapangan sepak bola.
Lahir di pulau Tenerife di Kepulauan Canary, Pedri dibesarkan dalam keluarga sederhana namun penuh kasih sayang. Orang tuanya, terutama ibunya, selalu menjadi sumber dukungan emosional terbesarnya sepanjang karier sepak bolanya.
Dalam berbagai wawancara, Pedri mengaku rutin menelepon rumah setiap hari, terlepas dari jadwalnya yang padat di Spanyol atau saat berlatih dengan tim nasional.
Kedekatan hubungan itu merupakan hal yang menyenangkan bagi para penggemar. Pedri berbagi bahwa ibunya masih mengingatkannya tentang hal-hal yang sangat biasa seperti makan dengan benar, tidur lebih awal, dan menjaga kesehatannya setelah pertandingan yang melelahkan. Bagi gelandang muda itu, hal tersebut merupakan sumber motivasi yang membantunya menjaga keseimbangan antara gemerlap lapangan sepak bola dan kehidupan pribadinya.
Bakat Pedri dengan cepat diakui. Setelah pindah ke Barcelona dari Las Palmas pada tahun 2020, ia dengan cepat menjadi pemain kunci di lini tengah berkat permainan cerdasnya, keterampilan teknis, dan kemampuannya untuk mengontrol tempo permainan.
Pedri memenangkan penghargaan Golden Boy pada tahun 2021 dan Trofi Kopa di tahun yang sama, kedua penghargaan tersebut diberikan kepada pemain muda terbaik di dunia.
Meskipun menjadi bintang bagi Barcelona dan tim nasional Spanyol, Pedri tetap mempertahankan citra sebagai pemain yang rendah hati dan sederhana di luar lapangan. Di lingkungan sepak bola yang semakin glamor, Pedri mengingatkan orang-orang akan nilai-nilai sederhananya. Di situlah, kesuksesan terbesar terkadang dimulai dengan dukungan keluarga di belakangnya.
Diincar Real Madrid
Real Madrid dilaporkan memiliki ambisi untuk menciptakan gebrakan transfer ikonik, mengulangi kejutan Luis Figo lebih dari dua dekade lalu.
Pada tahun 2000, Florentino Perez mengejutkan Eropa dengan menghabiskan 62 juta euro untuk mengaktifkan klausul pelepasan Figo, membawa ikon Barcelona itu ke Bernabeu. Kesepakatan itu memecahkan rekor dunia pada saat itu dan memperdalam keretakan antara dua raksasa Spanyol tersebut.
Figo kemudian memainkan 245 pertandingan untuk Real Madrid , memenangkan La Liga dan Liga Champions, dan menjadi bagian dari sejarah “Los Blancos”. Menurut El Desmarque , Presiden Perez memimpikan skenario serupa di masa depan. Jurnalis Siro Lopez mengungkapkan bahwa Real Madrid menganggap Pedri sebagai target ideal untuk musim 2027/28, meskipun ia mengakui itu hampir merupakan tugas yang mustahil.
“Itu akan menjadi sebuah kejutan besar, yang hanya bisa dibandingkan dengan apa yang terjadi pada Luis Figo. Itu bukan hanya akan menjadi dorongan bagi Real Madrid, tetapi juga menghilangkan mata rantai vital dalam pertahanan Barcelona,” kata Lopez.
Pedri saat ini menjadi pemain kunci dalam rencana pelatih Hansi Flick dan dianggap sebagai salah satu gelandang terlengkap di dunia. Sejak bergabung dengan Barcelona dari Las Palmas, pemain berusia 23 tahun ini telah tampil sebanyak 29 kali, mencetak 2 gol di musim 2025/2026, dan menjadi ikon bagi generasi penerus di Camp Nou.
Namun, rintangan bagi Real Madrid sangat besar. Pedri memiliki kontrak dengan Barcelona hingga 2030, dengan klausul pelepasan hingga 1 miliar euro. Meskipun demikian, jurnalis lain, Roberto Gomez, mengkonfirmasi informasi tersebut dan menekankan: “Nama yang diinginkan Florentino Perez adalah Pedri.”
Mimpi Perez mungkin terdengar muluk-muluk, tetapi penyebutan kesepakatan itu saja sudah cukup untuk membuat Barcelona waspada.
Scr/Mashable















