Timnas Inggris Didesak Mundur dari Piala Dunia 2026

21.01.2026
Timnas Inggris Didesak Mundur dari Piala Dunia 2026
Timnas Inggris Didesak Mundur dari Piala Dunia 2026

Tim nasional Inggris dan Skotlandia menghadapi seruan kontroversial terkait partisipasi mereka di Piala Dunia 2026, yang akan diadakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Meskipun tetap sesuai jadwal, baik Inggris maupun Skotlandia secara tak terduga terseret dalam gelombang perdebatan seputar peran negara tuan rumah Piala Dunia 2026 dan perkembangan sensitif baru-baru ini di luar lapangan.

Inggris akan menghadapi Kroasia, Ghana, dan Panama di babak penyisihan grup, sementara Skotlandia berada di grup yang sama dengan Brasil, Maroko, dan Haiti. Timnas Inggris dianggap sebagai salah satu kandidat kuat untuk meraih gelar juara, sementara Skotlandia bersiap untuk menandai penampilan pertama mereka di Piala Dunia sejak 1998.

Namun, suasana menjelang turnamen menjadi rumit ketika beberapa tindakan kontroversial oleh AS memicu beragam reaksi. Langkah-langkah ini memicu gelombang kritik internasional, dan juga meluas ke dunia olahraga, yang umumnya diharapkan tidak terpengaruh oleh kontroversi di luar lapangan.

Di Inggris, banyak anggota parlemen percaya bahwa menyelenggarakan Piala Dunia di stadion-stadion AS saat ini dapat menciptakan citra yang sensitif. Beberapa bahkan menyarankan bahwa membatalkan Piala Dunia 2026 akan menjadi cara untuk mengambil sikap tegas terhadap tindakan yang dianggap di bawah standar.

Meskipun demikian, federasi sepak bola dan para ahli tetap berhati-hati. Bagi mereka, Piala Dunia adalah festival terbesar dalam sepak bola dunia, di mana para pemain dan penggemar mengharapkan kemurnian olahraga, bukan kontroversi di luar lapangan.

Isu Tarif dan Greenland Memanas, Jerman Ancam Boikot Piala Dunia 2026

Sebelumnya, media Jerman memicu perdebatan yang cukup besar seputar kemungkinan tim nasional mereka tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026.

Menurut BILD, skenario Jerman menarik diri dari turnamen belum dibahas secara resmi, tetapi hal itu muncul sebagai upaya terakhir di tengah ketegangan di luar lapangan terkait masalah Greenland yang diangkat oleh Presiden AS Donald Trump , yang mengancam akan berdampak pada lingkungan sepak bola internasional.

Politisi veteran Jurgen Hardt berpendapat bahwa Piala Dunia adalah simbol koneksi global dan sportivitas. Namun, ketika faktor-faktor periferal cenderung menutupi nilai-nilai inti ini, sepak bola tidak dapat menghindari konsekuensi yang ditimbulkannya.

Namun, ia menekankan bahwa penarikan diri dari ajang sepak bola terbesar di dunia hanya boleh dianggap sebagai pilihan terakhir, jika semua upaya dialog gagal membuahkan hasil positif.

Menurut BILD, ini adalah pertama kalinya tokoh berpengaruh di Jerman secara langsung membahas kemungkinan memboikot Piala Dunia 2026, meskipun kata-katanya tetap hati-hati. Para pengamat percaya bahwa pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran bersama bahwa peristiwa eksternal dapat mengikis netralitas dan semangat murni sepak bola.

Yang perlu dicatat, Bapak Hardt juga menyatakan keyakinannya bahwa semua pihak yang terlibat akan segera menemukan titik temu, sehingga memastikan bahwa Piala Dunia 2026 akan tetap diselenggarakan sesuai dengan nilai-nilai yang melekat padanya: sebuah arena olahraga di mana sepak bola lebih diutamakan daripada semua perbedaan.

Secara historis, Jerman telah menjadi salah satu tim yang paling konsisten dalam hal partisipasi Piala Dunia. Sejak turnamen dimulai pada tahun 1930, “Die Mannschaft” hanya absen dalam dua edisi. Oleh karena itu, kemungkinan Jerman tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 akan menjadi kejutan besar bagi turnamen tersebut.

Jelas, kontroversi seputar Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa turnamen ini masih dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal. FIFA akan menghadapi tekanan besar untuk memastikan bahwa acara sepak bola terbesar di planet ini berlangsung sesuai rencana, lancar, dan tanpa gangguan.

Scr/Mashable





Don't Miss