Usai Kalahkan AC Milan, Pelatih Parma Kirim Doa untuk Ruben Loftus-Cheek

23.02.2026
Usai Kalahkan AC Milan, Pelatih Parma Kirim Doa untuk Ruben Loftus-Cheek
Usai Kalahkan AC Milan, Pelatih Parma Kirim Doa untuk Ruben Loftus-Cheek

Publik San Siro terbungkam. AC Milan dipaksa menelan pil pahit setelah tumbang dengan skor tipis 0-1 saat menjamu tim papan tengah, Parma, dalam lanjutan laga Serie A, Senin 23 Februari 2026 dini hari WIB. Gol tunggal bek Mariano Troilo di penghujung laga memastikan tiga poin dibawa pulang oleh tim tamu.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuat asuhan Massimiliano Allegri. Alih-alih memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Inter Milan, Rossoneri justru semakin tertinggal 10 poin di peringkat kedua. Sebaliknya, bagi Parma, kemenangan ini memperpanjang tren positif mereka sekaligus menjauh dari zona papan bawah ke posisi ke-12.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Hambar Milan

Sejak peluit awal dibunyikan, AC Milan sebenarnya memegang kendali penuh permainan. Statistik mencatat Rafael Leao dan kawan-kawan menguasai 64% aliran bola. Namun, rapatnya barisan pertahanan Parma yang digalang duet Lautaro Valenti dan Mariano Troilo membuat serangan Milan sering kandas sebelum masuk ke kotak penalti.

Peluang emas sempat tercipta di menit ke-64 melalui aksi individu Rafael Leao. Pemain asal Portugal tersebut berhasil melepaskan tembakan melengkung yang sudah tak terjangkau kiper Parma, namun bola justru membentur tiang gawang.

Petaka bagi tuan rumah datang di menit ke-80. Berawal dari skema sepak pojok, Mariano Troilo berhasil memenangi duel udara dan menyundul bola ke pojok gawang Mike Maignan. Wasit sempat meninjau VAR karena adanya indikasi pelanggaran terhadap Maignan di kemelut tersebut, namun gol akhirnya tetap disahkan. Skor 0-1 bertahan hingga laga usai.

Respek Carlos Cuesta untuk Loftus-Cheek

Dalam sesi konferensi pers usai laga, pelatih Parma, Carlos Cuesta, tidak langsung jemawa. Hal pertama yang ia sampaikan adalah simpati kepada gelandang Milan, Ruben Loftus-Cheek, yang harus ditarik keluar lebih awal akibat cedera di babak pertama.

“Saya ingin berbicara tentang Loftus-Cheek terlebih dahulu. Saya berharap dia baik-baik saja dan pikiran kami bersamanya,” ujar Cuesta dengan nada anggun, seperti dikutip dari MilanNews.

Cuesta mengakui bahwa menang di San Siro bukanlah perkara mudah. Ia memuji kedisiplinan para pemainnya yang tidak kehilangan fokus meski terus ditekan sepanjang 90 menit.

“Sangat tidak mudah untuk tetap berkonsentrasi melawan tim sekuat Milan di stadion seperti ini. Kami tahu mereka akan mendominasi penguasaan bola, jadi kami harus tetap terorganisir. Mentalitas yang ditunjukkan skuat ini luar biasa,” tambahnya.

Efektivitas Bola Mati

Pelatih asal Spanyol tersebut juga mengungkapkan bahwa gol kemenangan dari situasi bola mati bukanlah sebuah kebetulan. Ia menyebut timnya memang mengasah skema tersebut dalam sesi latihan.

“Saat kami melatih bola mati, kami mencoba membuat pemain siap untuk mencetak gol,” jelas Cuesta, merujuk pada penempatan posisi para beknya saat tendangan sudut yang terbukti mematikan bagi Milan.
Meski kini mencatatkan tiga kemenangan beruntun, Cuesta meminta pasukannya tetap membumi. Ia mengingatkan bahwa sepak bola bisa berubah dengan cepat, berkaca pada kekalahan mereka dari Juventus dan Atalanta dua pekan lalu.

“Permainan berubah dengan cepat. Kami adalah tim yang sama saat kalah maupun menang. Yang penting adalah kualitas kerja kami; kami harus melakukannya lebih banyak dan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, Milan kini menghadapi jalan terjal untuk mengejar Scudetto, sementara Parma mulai menebar ancaman sebagai tim pembunuh raksasa di sisa musim ini.

Scr/Mashable





Don't Miss