Klub Sepak Bola dari LaLiga, Valencia sedang berduka menyusul kabar bahwa pelatih Fernando Martín dan ketiga anaknya menjadi korban kecelakaan kapal wisata di Indonesia.
Insiden itu terjadi saat keluarga pelatih Fernando Martín sedang melakukan perjalanan perahu di dekat Pulau Padar, bagian dari Taman Nasional Komodo, di lepas pantai Labuan Bajo, menurut Marca. Sementara laporan dari media lokal setempat, perahu tersebut bernama KM Putri Sakinah, membawa total 11 orang.
Kapal tersebut mengalami kerusakan teknis dan terbalik pada malam hari tanggal 26 Desember di tengah laut yang bergelombang. Tujuh orang di dalamnya berhasil diselamatkan oleh pihak berwenang. Empat orang lainnya hilang; semuanya warga negara Spanyol dan berasal dari keluarga yang sama.
Fernando Martín, 44 tahun, adalah pelatih tim cadangan wanita Valencia . Kabar tragis itu dengan cepat menyebar ke seluruh Spanyol, mengejutkan klub dan komunitas sepak bola setempat. Valencia memposting pesan belasungkawa di saluran resminya, menyatakan kesedihan dan menawarkan dukungan kepada keluarga para korban.
Pihak berwenang Indonesia mengkonfirmasi bahwa operasi pencarian dan penyelamatan diluncurkan segera setelah kecelakaan tersebut. Operasi tersebut dikoordinasikan oleh Basarnas, dengan dukungan dari Angkatan Laut dan Penjaga Pantai. Tim penyelamat maritim dan penyelam dikerahkan, tetapi kondisi cuaca dan laut yang kompleks membuat operasi pencarian menjadi sulit.
“Empat orang yang hilang tersebut adalah warga negara Spanyol yang bepergian sebagai rombongan keluarga,” kata Stephanus Risdiyanto, kepala Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo.
Kementerian Perhubungan Indonesia mengonfirmasi bahwa operasi pencarian masih berlangsung, sambil menekankan bahwa keselamatan tim penyelamat adalah prioritas utama.
Bagi Valencia, ini bukan hanya kehilangan personel, tetapi juga guncangan emosional yang sangat besar. Fernando Martín dianggap sebagai pelatih yang berdedikasi, terlibat erat dalam pengembangan pemain muda tim wanita. Tragedi di Indonesia telah meninggalkan luka yang dalam, meluas melampaui klub dan memengaruhi seluruh komunitas sepak bola Spanyol.
Sembari operasi pencarian terus berlanjut, Valencia dan para penggemarnya hanya bisa berharap akan keajaiban, sambil juga menyampaikan belasungkawa dan ucapan perpisahan kepada keluarga para korban tragedi maritim yang memilukan ini.
Upaya Pencarian dari Kedutaan Besar Spanyol
Pihak Kedutaan Besar Spanyol menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas besarnya perhatian serta upaya maksimal yang dilakukan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama seluruh instansi terkait dalam proses pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa apresiasi tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan di laut.
“Kami menerima apresiasi dari pihak Kedutaan Spanyol atas kerja keras dan kepedulian seluruh unsur yang terlibat. Polda NTT bersama tim gabungan berkomitmen untuk terus melakukan pencarian secara maksimal dan profesional,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra pada Minggu 28 Desember 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Kabidhumas Polda NTT juga menyampaikan bahwa dua warga negara asing (WNA) asal Spanyol berhasil selamat, masing-masing bernama Martines Ortuno Mar Amanda dan Martines Ortuno Marialia. Keduanya saat ini dalam kondisi aman dan telah mendapatkan penanganan serta pendampingan yang diperlukan.
“Keselamatan para korban selamat menjadi perhatian utama. Polda NTT memastikan para WNA yang selamat memperoleh penanganan medis, pengamanan, serta pendampingan selama berada di Labuan Bajo,” jelasnya.
Sementara itu, upaya pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim gabungan maritim Labuan Bajo dengan melibatkan Ditpolairud Polda NTT, Basarnas, TNI AL, KSOP, Polair Mabes Polri, serta komunitas penyelam profesional, dengan menyesuaikan metode pencarian terhadap kondisi cuaca dan arus laut.
Polda NTT menegaskan bahwa operasi pencarian ini merupakan misi kemanusiaan yang dilakukan secara sinergis dan berkelanjutan, serta tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel di lapangan.
“Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan membuahkan hasil,” tutup Kabidhumas Polda NTT.
Scr/Mashable















