Sejarah baru industri antariksa sedang ditulis. Hari ini, Senin (6/4/2026), awak misi Artemis II dijadwalkan mencapai titik terdekat dengan Bulan dalam sebuah penerbangan lintas (flyby) yang sangat dinantikan.
Misi ini bukan sekadar pengujian teknologi, melainkan momen di mana manusia akan menempuh jarak terjauh dari planet asalnya, melampaui rekor legendaris yang sebelumnya dipegang oleh kru Apollo 13 pada tahun 1970 dengan jarak 248.655 mil.
Menjelang momen krusial tersebut, para astronot menghabiskan akhir pekan dengan serangkaian persiapan teknis yang intens, mengutip Engadget, Senin (6/4/2026).
Fokus utama mereka mencakup demonstrasi piloting manual pesawat ruang angkasa Orion, evaluasi sistem penunjang kehidupan pada pakaian antariksa (spacesuit), hingga peninjauan target ilmiah untuk observasi selama enam jam ke depan.
Di sela-sela jadwal padat, badan antariksa merilis foto-foto emosional yang memperlihatkan para awak menatap Bumi dari jendela Orion, sebuah perspektif langka yang mengingatkan kita betapa berharganya “titik biru pucat” tersebut.
Detik-Detik Penentuan di Sisi Jauh Bulan
Pesawat ruang angkasa Orion diperkirakan akan menyentuh orbit luar bulan sesaat setelah tengah malam waktu setempat. Periode observasi ilmiah akan dimulai secara resmi pada pukul 14.45 ET.
Ini adalah fase paling menantang sekaligus menakjubkan bagi para awak, karena beberapa jam setelahnya mereka akan memasuki sisi jauh Bulan (far side of the moon). Pada titik ini, komunikasi dengan Bumi akan terputus total selama beberapa waktu karena posisi bulan yang menghalangi sinyal radio ke pusat kendali NASA.
Pendekatan terdekat (closest approach) diprediksi terjadi pada pukul 19.02 ET, di mana Orion hanya akan berjarak sekitar 4.066 mil dari permukaan Bulan. Jarak ini sangat ideal bagi para astronot untuk melakukan pemetaan visual secara mendetail.
Menurut NASA, dari posisi tersebut, kru dapat melihat seluruh cakram Bulan secara utuh, termasuk kawah-kawah misterius di wilayah kutub utara dan selatan yang menjadi kunci untuk misi pendaratan manusia di masa depan.
Fenomena Gerhana Matahari dari Luar Angkasa
Salah satu momen paling langka dalam misi Artemis II adalah kesempatan bagi para astronot untuk menyaksikan gerhana matahari dari perspektif yang berbeda.
Saat Orion, Bulan, dan Matahari berada dalam satu garis lurus yang presisi, para awak akan melihat bintang pusat tata surya kita “menghilang” di balik bayang-bayang Bulan selama kurang lebih satu jam.
Fenomena ini tidak hanya menawarkan pemandangan spektakuler, tetapi juga data penting mengenai atmosfer matahari yang bisa diamati dari luar angkasa.
Persiapan matang terus dilakukan karena pakaian antariksa yang mereka kenakan memegang peran ganda: sebagai pelindung utama jika terjadi keadaan darurat dekompresi dan sebagai sistem vital saat mereka menembus atmosfer Bumi untuk kepulangan nanti.
Keberhasilan Artemis II akan menjadi fondasi bagi misi Artemis III, yang ditargetkan membawa manusia kembali menginjakkan kaki di permukaan Bulan.
Saksikan Siaran Langsung NASA
Bagi masyarakat dunia yang tidak ingin melewatkan peristiwa bersejarah ini, NASA akan menyiarkan liputan langsung penerbangan lintas bulan secara global mulai pukul 13.00 ET. Penonton dapat melihat visualisasi data real-time serta gambar-gambar terbaru yang dikirim langsung dari kamera eksternal pesawat Orion saat melintasi cakrawala Bulan.
Keberhasilan hari ini membuktikan bahwa batas kemampuan manusia kini selangkah lebih jauh. Artemis II bukan sekadar perjalanan pulang-pergi, melainkan jembatan bagi eksplorasi manusia ke Mars di masa depan. Mari menjadi saksi saat rekor jarak terjauh manusia dari Bumi akhirnya terpecahkan setelah lebih dari setengah abad.
Scr/Mashable





















