Merasa Dicurangi di SEA Games 2025, Petinju Peraih Perak Olimpiade: Langsung Aja Deh Kasih Medali Emas ke Thailand!

18.12.2025
Merasa Dicurangi di SEA Games 2025, Petinju Peraih Perak Olimpiade: Langsung Aja Deh Kasih Medali Emas ke Thailand!
Merasa Dicurangi di SEA Games 2025, Petinju Peraih Perak Olimpiade: Langsung Aja Deh Kasih Medali Emas ke Thailand!

Dunia tinju Asia Tenggara diguncang oleh reaksi keras dari petinju Filipina, Nesthy Alcayde Petecio. Peraih medali perak Olimpiade itu didiskualifikasi di semifinal kelas 63kg putri pada SEA Games 2025 pada, Minggu 14 Desember 2025.

Di halaman pribadinya, Petecio memposting status yang bernada getir: “Berikan saja medali emas itu langsung kepada negara tuan rumah Thailand dan selesaikan saja. Mengapa harus berkompetisi jika hasilnya toh tidak akan berubah? Ini memalukan.”

Reaksi itu muncul setelah pertandingan, yang menurut para ahli Petecio telah melancarkan pukulan yang lebih jelas dan efektif terhadap lawannya dari Indonesia. Namun, ketika wasit mengumumkan hasilnya, kemenangan jatuh ke tangan petarung Indonesia, membuat Petecio hanya bisa tersenyum sinis di atas ring. Lawannya kemudian melaju ke final untuk menghadapi petarung tuan rumah dari Thailand.

Komisi Olahraga Filipina menyatakan kekecewaannya: “Meskipun mengendalikan pertandingan dan mendominasi sebagian besar waktu, Nesthy Petecio – peraih dua medali Olimpiade – mengalami kekalahan tipis berdasarkan poin melawan Hasanah Huswatun (Indonesia) di semifinal cabang tinju putri kategori 63 pada SEA Games 2025 di Thailand.”

Bukan hanya individu, Federasi Tinju Filipina (SBP) secara resmi telah mengajukan pengaduan kepada Komite Penyelenggara SEA Games 33. Presiden SBP Ricky Vargas menyatakan bahwa hanya dalam enam hari kompetisi, sembilan petinju Thailand mencapai final, jumlah yang menurutnya tidak dapat diterima mengingat kejadian sebenarnya.

“Kami tidak bermaksud menciptakan ketegangan, melainkan untuk melindungi keadilan bagi para petinju. Tinju hanya memiliki nilai ketika wasit benar-benar objektif,” tegas Vargas. Panitia penyelenggara SEA Games 33 belum mengeluarkan tanggapan resmi, tetapi insiden tersebut dengan cepat menjadi fokus perhatian. Negara tuan rumah dituduh membiarkan petinju Indonesia menang agar petinju Thailand memiliki peluang lebih baik untuk memenangkan medali emas.

Nesthy Alcayde Petecio (lahir 11 April 1992) adalah petinju amatir terkemuka dari Filipina. Ia memenangkan medali perak di kategori kelas bulu putri pada Olimpiade Tokyo 2020, menjadi petinju wanita Filipina pertama yang memenangkan medali Olimpiade. Ia kemudian memenangkan medali perunggu di kategori kelas terbang putri pada Olimpiade Paris 2024. Petecio juga memenangkan medali perak di Kejuaraan Dunia 2014 dan medali emas di Kejuaraan Dunia 2019.

Insiden Kontroversial Juga Terjadi di Pencak Silat

Sebuah insiden langka dan kontroversial mengguncang arena Pencak Silat di SEA Games 2025 ketika seorang atlet bela diri Thailand secara tak terduga dicabut medali emasnya hanya beberapa menit sebelum upacara pemberian penghargaan pada, Rabu 17 Desember 2025.

Dalam final sparing kategori D, petarung Thailand Peeraphon (Peerapol) Mitsasan menunjukkan performa superior melawan Muhammad Izzul (Malaysia). Dengan gaya bertarung yang aktif dan solid serta kontrol pertandingan yang sangat baik, Peeraphon dinyatakan menang oleh para juri dengan skor 60-57. Petarung Thailand itu memenangkan medali emas dan kini sedang bersiap untuk menerima penghargaannya.

Namun, drama pun terjadi tak lama kemudian. Pihak Malaysia mengajukan pengaduan, mengklaim bahwa skor akhir tidak mencerminkan kejadian di atas matras secara akurat. Pengaduan pertama ditolak, yang tampaknya menutup masalah tersebut. Tetapi hanya beberapa menit sebelum upacara pemberian medali, tim Malaysia mengajukan pengaduan kedua.

Keputusan mengejutkan itu datang tak lama kemudian ketika para wasit sepakat untuk meninjau kembali situasi tersebut. Setelah evaluasi lebih lanjut, hasil pertandingan dibatalkan. Muhammad Izzul dinyatakan sebagai pemenang, sementara Peeraphon dicabut medali emasnya dan hanya menerima medali perak, yang membuat seluruh tim Thailand sangat terkejut.

Petinju Malaysia ini sebelumnya menimbulkan kontroversi dalam sebuah pertandingan dengan pukulan ke leher atlet Vietnam Nguyen Minh Triet, yang mengakibatkan cedera. Fakta bahwa pertandingan final “dibatalkan” tepat sebelum upacara penghargaan dianggap tidak dapat diterima, menimbulkan pertanyaan serius tentang transparansi dan prosedur penanganan pengaduan di SEA Games 33 .

Tim Pencak Silat Thailand menutup SEA Games 2025 dengan 3 medali emas, bukan 4.

Scr/Mashable




Don't Miss