Di peta musik Indonesia, Lampung mungkin sering luput dari radar skena arus utama. Tapi dari ujung selatan Sumatera inilah, duo elektronik pop Roomie Boys Alert (RBA) bergerilya sejak 2018. Mereka ngebuktiin kalau kota ini enggak cuma penghasil kopi dan keripik pisang, tapi juga penghasil beat synth-pop yang berbahaya.
Setelah sukses dengan album debut “Internet Kills Logic” (2023) dan EP “Porak Poranda” (2024), Luthfi Satria (Vokal/Songwriter) dan Angga Saputra (Synth/Engineer) kembali menancapkan taring lewat album penuh kedua bertajuk “I Guess You Missed The Point”, yang dirilis pada 31 Juli 2025.
Ini bukan cuma sekadar album lanjutan. Ini adalah statement kedewasaan RBA.
LEBIH DARI SUARA 80-AN YANG REVOLUSIONER
Secara musikal, RBA masih setia dengan DNA mereka: Synth Pop, New Wave, dan Disco House ala 80-an dan 90-an. Tapi di album berisi 13 trek ini, mereka memperluas spektrumnya. Ada nuansa retro yang kental, dibalut notasi pop yang catchy, tapi dengan attitude punk yang urakan.
Judul album “I Guess You Missed The Point” sendiri adalah sindiran halus. Ini respon mereka terhadap publik yang sering salah kaprah memandang pergeseran budaya populer, atau mungkin buat lo yang terlalu takut ngambil risiko jadi diri sendiri karena takut dihakimi netizen.

PESTA DANSA YANG POLITIS
Yang bikin album ini layak didengar salah satunya adalah keberanian liriknya. RBA menolak terjebak di tema cinta-cintaan klise. Mereka menjadikan lantai dansa sebagai mimbar orasi.
Coba dengar trek “The Girls Just Wanna Have Fun”. Di balik beat-nya yang asik, lagu ini adalah tamparan keras buat pelaku pelecehan seksual. RBA menegaskan posisi mereka: ruang aman bagi perempuan di gigs (dan di mana pun) adalah harga mati.
Lalu ada “How Do You Sleep”, sebuah nomor yang terang-terangan menyerang kebusukan politik. Liriknya, “Tell me how you can live with pride… While you use your authority to kill, to rape, and to manipulate,” terdengar seperti ludah di wajah para penguasa korup.
Enggak ketinggalan, isu mental health di era digital dibahas tuntas di “Hey!” dan “Lingkar Lini Masa”, yang menyoroti betapa melelahkannya hidup di bawah dikte algoritma dan ekspektasi orang lain.
KOLABORASI LINTAS GENERASI
Album yang digarap kilat selama 3 minggu ini juga menghadirkan kolaborator menarik. Ada Ibev Febyka (MRNMRS) yang ngisi vokal latar di title track, dan yang paling spesial, kehadiran Passsia dari unit legendaris The Upstairs di lagu “Musik, Musik, Musik”.
Kolaborasi dengan Passsia ini seolah melegitimasi posisi RBA sebagai penerus estafet New Wave di Indonesia. Lagu ini adalah ode buat musik itu sendiri—sebagai kendaraan buat kabur dari realita yang membosankan.

KENAPA RBA PENTING?
Di tengah gempuran musik elektronik yang makin seragam, RBA hadir dengan karakter yang otentik. Mereka jujur, kritis, dan fun di saat bersamaan. Mereka adalah bukti bahwa lo bisa bikin orang joget sambil mikir.
Album ini sudah tersedia di seluruh gerai digital via RBA Records. Buat lo yang butuh asupan energi positif tapi enggak mau kehilangan nalar kritis, “I Guess You Missed The Point” adalah album wajib tahun ini.
Selamat mendengarkan, dan semoga lo enggak miss the point lagi.

Model: Yossi Nuzulya
Fotografer: Ilham Juliano
Produser (Cover): Luthfi Satria
Teks/Desain: Rafay Junata









![I.\ Artwork: Pulang - PUTICS \ [by Hibatullah Sukma]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/CopyofARTWORKPULANGbyHibatullahSukm-1-1024x1024.jpeg)



![I.\ Artwork Bumi Menangis - Man Sinner [unplugged version]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/ArtworkBumiMenangisManSinner-1024x1024.jpg)





