Di tengah bisingnya industri musik yang berlomba-lomba bikin lagu catchy buat joget, Orkes Bada Isya datang dari Lampung dengan tawaran yang berbeda. Mereka ngajak kita duduk, diam, dan nanya ke diri sendiri: “Sebenarnya gue ini siapa?”
Pada 9 Januari 2026, unit Folk Balada ini merilis video musik “Angin Malam”. Ini bukan video klip yang cuma nampilin band lagi main alat musik. Ini adalah terjemahan visual dari kegelisahan manusia modern.
Jebakan Rutinitas yang Banal
Lo pernah enggak ngerasa jalanin hidup kayak robot? Bangun, kerja, senyum palsu ke orang lain, pulang, tidur, ulang lagi.
Orkes Bada Isya menangkap perasaan itu. “Angin Malam” bicara soal kita yang pelan-pelan ditarik keluar dari diri sendiri. Kita sibuk menuhin ekspektasi orang lain, mainin peran, sampai lupa wajah asli kita kayak gimana. Lagu ini menyoroti absurditas itu—betapa asingnya kita, bahkan sama pasangan atau diri sendiri.




Filosofi Bunga yang Gugur
Liriknya sederhana tapi tajem banget. Kalimat kuncinya ada di: “Bunga bukanlah bunga bila tak gugur.”
Ini metafora kelas berat. Di saat orang lain memuja keindahan bunga yang mekar, Orkes Bada Isya justru ngingetin kalau kejatuhan, kehilangan, dan “gugur” itu adalah bagian penting dari eksistensi. Tanpa gugur, bunga enggak akan punya makna utuh.





Visual Simbolis
Digarap bareng Sintesa Pro, video klipnya penuh simbol. Gerak-geriknya menggambarkan usaha seseorang buat kabur dari hiruk-pikuk dan balik jujur ke diri sendiri.
Awalnya lagu ini cuma soal dua sejoli yang ngerasa ada jarak meski lagi pelukan. Tapi makin ke belakang, maknanya melebar jadi kritik soal topeng sosial yang kita pake tiap hari.
Buat lo yang lagi ngerasa hampa di tengah keramaian, video musik “Angin Malam” mungkin bisa jadi cermin. Tonton langsung di kanal YouTube Orkes Bada Isya atau langsung di bawah ini. Siapin hati, karena ini bakal lumayan nampol di perasaan.
- Vocal: Mike Fena Firdania
- Guitar: Febrian Malik Arrozaaq, M Alifiandri Zufar Rahman
- Bass: Robby Aslam Amrouzi
- Synthesiser: Edythia Rio Wirawan
Lirik: Angin Malam ▼
Angin malam itu telah menjawab
apakah arti kita berpelukan
namun kau masih bertanya
dari mana asal bunga yang t’lah kuberikan padamu
yang sedang mencari-cari mataku
yang kini hilang ditelan malam
padamu yang sedang mencari-cari mataku
yang kini hilang ditelan malam
kau telah rebah di bahuku yang dingin
lalu kau bisikkan padaku sejumlah rayu
bunga bukanlah bunga bila tak gugur
bunga bukanlah bunga bila tak gugur










![I.\ Artwork: Pulang - PUTICS \ [by Hibatullah Sukma]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/CopyofARTWORKPULANGbyHibatullahSukm-1-1024x1024.jpeg)



![I.\ Artwork Bumi Menangis - Man Sinner [unplugged version]](https://hellokepsir.com/storage/2026/01/ArtworkBumiMenangisManSinner-1024x1024.jpg)






