Masuk Tahun ke-10, Internet BAIK Festival Telkomsel Fokus Edukasi AI untuk Pelajar

22.01.2026
Masuk Tahun ke-10, Internet BAIK Festival Telkomsel Fokus Edukasi AI untuk Pelajar
Masuk Tahun ke-10, Internet BAIK Festival Telkomsel Fokus Edukasi AI untuk Pelajar

Memasuki satu dekade pelaksanaannya, Internet BAIK Festival (IBFEST) kembali digelar dengan membawa fokus baru yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini.

Mengusung tema “Level Up The Future with AI”, program tanggung jawab sosial Telkomsel ini resmi membuka IBFEST Series 10 di Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Januari 2026.

Inisiatif ini ditujukan untuk membekali pelajar SMA dan SMK dengan pemahaman serta keterampilan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang aman, kreatif, dan produktif.

IBFEST Series 10 tidak hanya berlangsung di Cimahi, tetapi juga akan menyambangi tiga kota lainnya, yakni Jambi pada 5 Februari, Pontianak pada 22 April, dan ditutup di Surakarta pada 30 April 2026.

Kehadiran di berbagai wilayah ini menegaskan komitmen Telkomsel dalam memperluas akses literasi digital dan AI secara merata bagi generasi muda Indonesia.

Literasi AI sebagai Bekal Generasi Masa Depan

Di era digital yang semakin kompleks, AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, pemanfaatannya membutuhkan pemahaman yang tepat agar teknologi tersebut dapat digunakan secara bertanggung jawab.

Melalui IBFEST Series 10, Telkomsel mendorong pelajar untuk tidak hanya mengenal AI sebagai tren, tetapi juga memahami fungsinya sebagai alat pendukung kreativitas, inovasi, dan solusi nyata.

Program ini sejalan dengan visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045 serta kebijakan Perlindungan Anak di Dunia Maya (PP TUNAS). Pendekatan tersebut bertujuan memastikan generasi muda tumbuh sebagai pengguna teknologi yang cerdas, aman, dan beretika.

Tiga Jalur Pembelajaran yang Relevan

IBFEST Series 10 menghadirkan konsep pembelajaran yang terstruktur melalui tiga jalur utama berbasis minat dan potensi peserta.

Jalur Creativa berfokus pada eksplorasi seni digital dengan bantuan AI, seperti pembuatan musik, film pendek, hingga ilustrasi visual. Jalur ini dirancang untuk mendorong ekspresi kreatif pelajar dengan pendekatan teknologi.

Sementara itu, jalur Syntech mengajak peserta mengembangkan solusi digital untuk menjawab permasalahan sehari-hari. Melalui jalur ini, pelajar diperkenalkan pada pembuatan aplikasi sederhana, prototipe produk digital, hingga gim edukatif yang aplikatif.

Adapun jalur Cyberlite menitikberatkan pada literasi keamanan digital, termasuk kampanye edukatif tentang bahaya penipuan digital, deepfake, dan pentingnya menyaring informasi sebelum dibagikan.

Melibatkan Guru dan Orang Tua

Tidak hanya menyasar pelajar, IBFEST Series 10 juga melibatkan guru dan orang tua sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan digital. Melalui rangkaian AI Workshop, guru dibekali pemahaman tentang pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan sekaligus strategi menjaga keamanan digital siswa.

Di sisi lain, orang tua mendapatkan panduan praktis untuk mendampingi anak dalam berinteraksi dengan teknologi AI secara aman dan bijak.

Pendekatan menyeluruh ini memperkuat peran keluarga dan sekolah dalam membentuk generasi digital yang tangguh dan bertanggung jawab.

Konsistensi Mencetak Agen Perubahan Digital

Selama sepuluh tahun penyelenggaraannya, Internet BAIK telah mencatatkan dampak signifikan. Program ini telah menjangkau puluhan ribu pelajar dari ribuan sekolah di ratusan kota dan kabupaten di Indonesia.

Ribuan guru dan orang tua turut terlibat, serta ratusan agen perubahan digital berhasil lahir melalui berbagai karya dan konten kreatif.

Literasi AI yang diperkenalkan sejak bangku sekolah diharapkan menjadi fondasi kuat bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

Scr/Mashable




Don't Miss