Microsoft Kembangkan App Store Lisensi Konten AI

04.02.2026
Microsoft Kembangkan App Store Lisensi Konten AI
Microsoft Kembangkan App Store Lisensi Konten AI

Ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI) membawa peluang besar, tetapi juga memunculkan persoalan serius, terutama soal penggunaan konten digital tanpa izin.

Menjawab tantangan tersebut, Microsoft mengumumkan tengah mengembangkan Publisher Content Marketplace (PCM), sebuah platform khusus yang dirancang sebagai “app store” untuk lisensi konten AI.

Inisiatif ini menjadi langkah strategis Microsoft untuk menata ulang ekosistem AI agar lebih adil bagi pemilik konten, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi perusahaan pengembang AI yang membutuhkan data berkualitas tinggi.

App Store Khusus Konten AI

Dikutip dari The Verge (04/02/26), berbeda dari marketplace digital pada umumnya, Publisher Content Marketplace difokuskan sebagai pusat lisensi konten premium untuk kebutuhan AI.

Melalui platform ini, publisher dapat menetapkan syarat penggunaan konten secara transparan, sementara perusahaan AI bisa memilih konten yang sesuai dengan kebutuhan model mereka, termasuk untuk proses grounding atau peningkatan akurasi respons AI.

Microsoft menyebut bahwa PCM akan dilengkapi dengan sistem pelaporan berbasis penggunaan. Artinya, publisher tidak hanya menjual lisensi satu kali, tetapi juga dapat memonetisasi konten berdasarkan nilai dan intensitas pemakaian oleh sistem AI.

Pendekatan ini membuka peluang baru bagi industri media digital yang selama ini menghadapi penurunan trafik dari mesin pencari dan platform konvensional.

Dikembangkan Bersama Publisher Global

Dalam pengembangannya, Microsoft tidak berjalan sendiri. Perusahaan ini menggandeng sejumlah penerbit global ternama seperti Vox Media, The Associated Press, Condé Nast, hingga People. Kolaborasi ini bertujuan memastikan bahwa model bisnis yang dibangun benar-benar relevan dengan kebutuhan industri media.

Selama beberapa tahun terakhir, banyak publisher menggugat perusahaan teknologi akibat penggunaan konten mereka tanpa kompensasi yang layak.

Bahkan, sejumlah media besar telah melayangkan gugatan hak cipta terhadap Microsoft dan OpenAI. Kehadiran PCM dipandang sebagai upaya meredakan konflik tersebut sekaligus membangun ekosistem AI yang lebih berkelanjutan.

Menjawab Isu “Scraping” Konten Tanpa Izin

Salah satu masalah utama dalam perkembangan AI adalah praktik scraping konten secara masif tanpa izin atau pembayaran. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa AI akan merusak fondasi bisnis media digital.

Microsoft menyatakan bahwa melalui PCM, publisher akan dibayar berdasarkan nilai konten yang benar-benar digunakan, bukan sekadar jumlah data yang diambil. Di sisi lain, pengembang AI mendapatkan akses legal dan terukur ke konten berkualitas tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan performa produk mereka.

Model ini dinilai lebih seimbang karena menguntungkan kedua belah pihak—media sebagai pemilik hak cipta dan perusahaan AI sebagai pengguna data.

Potensi Integrasi dengan Standar Lisensi Terbuka

Di luar inisiatif Microsoft, industri media juga tengah mengembangkan standar terbuka bernama Really Simple Licensing (RSL). Standar ini memungkinkan publisher menanamkan aturan lisensi langsung ke situs mereka, sehingga bot AI mengetahui bagaimana dan kapan mereka harus membayar untuk mengakses konten.

Meski belum mengungkap detail teknis, Microsoft menyatakan akan bekerja erat dengan mitra penerbit dalam fase uji coba PCM. Hal ini membuka peluang integrasi antara PCM dan standar lisensi terbuka seperti RSL di masa depan.

Jika berhasil diterapkan secara luas, Publisher Content Marketplace berpotensi menjadi fondasi baru ekonomi konten di era AI. Publisher tidak lagi hanya bergantung pada iklan atau langganan, sementara perusahaan AI mendapatkan jalur resmi untuk memperoleh data premium.

Scr/Mashable




Don't Miss