Huawei Garap Kamera Selfie Sensor Persegi, Revolusi Konten Sosmed Makin Estetik

05.02.2026
Huawei Garap Kamera Selfie Sensor Persegi, Revolusi Konten Sosmed Makin Estetik
Sumber: GSM Arena

Dunia teknologi smartphone nampaknya mulai jenuh dengan perang angka megapiksel yang tak ada habisnya. Kini, Huawei dikabarkan tengah mengambil langkah berani dengan bereksperimen pada aspek yang lebih fundamental, yakni bentuk sensor kamera depan.

Berdasarkan bocoran hangat dari informan kenamaan Digital Chat Station di platform Weibo, raksasa teknologi asal Tiongkok ini sedang mengevaluasi penggunaan sensor persegi dengan rasio 1:1 untuk kamera selfie pada jajaran ponsel masa depan mereka.

Dikutip dari GSM Arena, Kamis (5/2/2026), langkah ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan sebuah solusi cerdas untuk mengatasi masalah estetika dan teknis yang sering kita temui saat memotret atau merekam video secara mandiri.

Secara kasat mata, sensor berbentuk kotak mungkin terdengar kurang lazim dibandingkan sensor persegi panjang tradisional yang selama ini kita gunakan. Namun, di balik bentuknya yang simetris, tersimpan fungsi praktis yang sangat krusial bagi para kreator konten. Sensor 1:1 mampu menangkap area gambar yang jauh lebih seimbang dan luas secara vertikal maupun horizontal.

Keunggulan ini memberikan “napas” lebih lega bagi perangkat lunak untuk melakukan pemotongan (cropping), stabilisasi, hingga rotasi gambar tanpa harus mengorbankan banyak detail penting di sisi bingkai. Fenomena “kepala terpotong” saat melakukan selfie grup atau transisi yang kaku saat berpindah orientasi ponsel pun bisa diminimalisir secara signifikan.

Sumber: GSM Arena

Menariknya, tren ini seolah mempertegas bahwa industri sedang menuju standarisasi baru yang dipelopori oleh para pemain besar. Apple sendiri telah memulai langkah serupa lewat rumor seri iPhone 17 yang kabarnya akan mengusung sensor persegi untuk mendukung fitur Center Stage.

Teknologi ini memungkinkan kamera depan melakukan pelacakan subjek secara otomatis dan menjaga pengguna tetap berada di tengah bingkai selama panggilan video berlangsung.

Dengan mengadopsi pendekatan perangkat keras yang serupa, Huawei berpotensi menghadirkan ekosistem Android yang jauh lebih luwes, di mana pengguna tidak perlu lagi repot menyesuaikan posisi tangan hanya demi mendapatkan sudut pandang yang pas saat vlogging atau melakukan rapat daring.

Jika rencana ini benar-benar diimplementasikan, pengguna Huawei nantinya akan menikmati fleksibilitas tanpa batas dalam berbagai skenario penggunaan. Bayangkan melakukan perekaman video untuk TikTok dalam mode potret, lalu secara instan mengubahnya menjadi format lanskap untuk YouTube tanpa kehilangan kualitas visual yang berarti.

Hal ini menjadi angin segar bagi para vlogger dan pengguna media sosial yang menuntut kepraktisan tinggi tanpa harus membawa peralatan tambahan. Fleksibilitas ini memastikan bahwa setiap momen tertangkap dengan sempurna, baik dalam kondisi ponsel digenggam secara vertikal maupun horizontal, berkat ruang ekstra yang disediakan oleh sensor 1:1 tersebut.

Meski saat ini kabar tersebut masih dalam tahap evaluasi internal dan belum ada rincian pasti mengenai spesifikasi resolusi maupun jadwal peluncuran resminya, langkah Huawei ini menunjukkan bahwa inovasi kamera depan kembali menjadi medan tempur yang menarik.

Inovasi sensor persegi ini membuktikan bahwa perubahan kecil pada sisi perangkat keras bisa memberikan dampak besar pada pengalaman pengguna sehari-hari. Jika proyek ini meluncur ke pasaran, kita mungkin akan segera melihat standar baru dalam dunia fotografi mobile di mana kenyamanan dan fungsionalitas berdiri sejajar dalam satu bingkai yang presisi.

Scr/Mashable




Don't Miss