Arsenal bermain imbang 1-1 dengan Brentford pada pekan ke-26 Liga Inggris 2025/2026, Jumat 13 Februari 2026 dini hari WIB.
Arsenal mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka melawan Brentford sejak 2021, tetapi para penggemar tidak bisa senang. Hasil imbang di Brentford Community Stadium berarti tim asuhan Mikel Arteta kehilangan kesempatan untuk kembali memperlebar keunggulan enam poin atas Man City dalam perebutan gelar. Kini, tim asal London Utara itu hanya unggul empat poin dari rival mereka di Manchester.
Sejak menit-menit awal, David Raya melakukan kesalahan dan harus bekerja keras untuk memblokir sundulan jarak dekat berbahaya dari Igor Thiago. Tak lama kemudian, Dango Ouattara hampir membuat perbedaan dengan umpan silang berbahaya, tetapi tidak ada rekan setim yang cukup cepat untuk menyelesaikannya.
Babak pertama berjalan cukup tenang, dengan kedua tim hanya melepaskan total empat tembakan, dan tidak satu pun yang tepat sasaran. Titik balik terjadi setelah menit ke-60 ketika Piero Hincapie memberikan umpan silang yang akurat untuk Noni Madueke yang kemudian menyundul bola masuk ke gawang dan mencetak gol pembuka untuk Arsenal.
Namun, keunggulan tim tamu tidak berlangsung lama. Brentford memberikan respons yang kuat, dan Keane Lewis-Potter memanfaatkan sundulan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Menit-menit terakhir pertandingan berlangsung dramatis, dengan peluang yang tersebar merata di kedua sisi, tetapi tidak ada gol tambahan yang tercipta. Gabriel Martinelli menjadi tokoh antagonis di mata para penggemar ketika ia gagal memanfaatkan peluang satu lawan satu dengan kiper.
Hasil imbang tersebut memungkinkan Brentford untuk mempertahankan posisi ke-7 dan menjaga harapan mereka untuk lolos ke kompetisi Eropa tetap hidup.
3 Alasan Arsenal Gagal Menang
Hasil imbang dari markas Brentdord membuat Arsenal kehilangan kesempatan untuk memperlebar jarak dengan Manchester City. Mari kita analisis 3 alasan mengapa The Gunners kehilangan poin dalam pertandingan menegangkan di Gtech.
1. Kekurangan Pemain Kunci dan Perubahan Skuad
Menjelang pertandingan, Arsenal mengalami pukulan besar dengan absennya William Saliba karena sakit dan Kai Havertz mengalami masalah otot. Absennya Saliba memaksa Cristhian Mosquera untuk mengisi posisi bek tengah, sementara Eze menggantikan Havertz.
Selain itu, pemain kunci seperti Martin Odegaard dan Bukayo Saka tidak dalam kondisi fisik terbaik mereka dan harus memulai pertandingan dari bangku cadangan. Perubahan ini menyebabkan Arsenal bermain tidak terkoordinasi di babak pertama, mengontrol penguasaan bola tetapi gagal menciptakan peluang menyerang yang dibutuhkan.
2. Lini Serang Bermain Tanpa Ketajaman dan Kurang Efektif
Meskipun menguasai bola selama 80% dari beberapa menit pertama babak kedua dan unggul melalui Noni Madueke pada menit ke-61, kemampuan penyelesaian akhir Arsenal tetap menjadi tanda tanya besar.
Nilai expected goals (xG) Arsenal untuk keseluruhan pertandingan hanya 0,6 – angka yang sangat rendah untuk tim yang bersaing memperebutkan gelar juara. Banyak peluang emas yang terbuang sia-sia, terutama saat Gyokeres kehilangan bola karena direbut Kayode tepat sebelum ia bersiap menembak dari jarak dekat, dan peluang Gabriel Martinelli yang gagal di menit-menit akhir ketika ia tidak mampu mengalahkan kiper Kelleher dalam situasi satu lawan satu.
3. Ketahanan dan Senjata Lemparan ke Dalam Brentford
Tim tuan rumah, yang dipimpin oleh Keith Andrews, menunjukkan bahwa mereka tidak mudah diintimidasi. Dengan xG sebesar 1,34 (jauh melebihi Arsenal), Brentford adalah tim yang menciptakan lebih banyak peluang berbahaya.
Lemparan ke dalam jarak jauh Michael Kayode sekali lagi terbukti efektif pada menit ke-71, memberikan peluang kepada Van den Berg untuk menyundul bola ke arah Keane Lewis-Potter, yang kemudian menyelesaikan peluang tersebut dari jarak dekat untuk menyamakan kedudukan.
Selain itu, performa pertahanan yang luar biasa, dan terutama kiper Kelleher, membantu Brentford menahan serangan Arsenal di akhir pertandingan. Tanpa penyelamatan gemilang Mosquera atau kewaspadaan kiper Raya terhadap mantan pemain Igor Thiago, Arsenal mungkin saja pulang dari Stadion Gtech dengan tangan kosong.
Hasil imbang ini menempatkan Arsenal pada posisi yang kurang menguntungkan dalam perebutan gelar, karena selisih poin dengan Man City kini hanya 4 poin. The Gunners perlu segera menemukan kembali ketajaman mereka sebelum pertandingan Piala FA melawan Wigan Athletic akhir pekan ini.
Scr/Mashable
















