Google dikabarkan tengah menyiapkan teknologi face unlock terbaru yang diklaim setara dengan Face ID milik Apple. Fitur ini disebut akan hadir di lini Pixel 11 dan bahkan sedang diuji untuk perangkat Chromebook generasi berikutnya.
Jika rumor ini akurat, maka pengalaman membuka kunci perangkat Android flagship bakal naik level secara signifikan.
Dilansir dari androidauthority (17/02/26), proyek ini secara internal disebut sebagai “Project Toscana”. Menurut laporan yang beredar, teknologi tersebut memungkinkan face unlocking bekerja optimal tanpa tambahan sensor yang terlihat di bagian depan perangkat.
Artinya, desain ponsel tetap bersih seperti generasi sebelumnya, namun dengan sistem keamanan biometrik yang jauh lebih canggih.
Face Unlock Pixel 11 Diklaim Secepat Face ID iPhone
Teknologi terbaru ini dikabarkan akan digunakan pada keluarga Pixel 11. Salah satu sumber yang disebut telah mencoba sistem tersebut menyebut performanya sangat cepat dan responsif, bahkan diklaim setara dengan Face ID yang digunakan di iPhone.
Sebagai pembanding, Face ID selama ini mengandalkan sistem pemindaian berbasis inframerah (IR) untuk membaca struktur wajah secara mendalam, sehingga tetap akurat meski dalam kondisi cahaya rendah.
Rumor menyebut Google juga menggunakan pendekatan serupa, meskipun belum ada konfirmasi resmi apakah teknologi IR tersebut benar-benar disematkan di Pixel 11.
Yang menarik, jika memang menggunakan sensor inframerah, komponen tersebut kemungkinan besar akan disembunyikan di bawah layar. Pendekatan ini memungkinkan desain depan perangkat tetap minimalis tanpa modul sensor tambahan yang terlihat.
Tetap Ada Fingerprint Scanner, Tapi Face Unlock Jadi Alternatif Andal
Berbeda dengan iPhone yang sepenuhnya mengandalkan Face ID, ponsel Pixel selama ini masih mempertahankan sensor sidik jari sebagai metode biometrik utama. Bahkan pada generasi sebelumnya seperti Pixel 10 Pro, Google tetap menghadirkan fingerprint scanner di bawah layar.
Dengan hadirnya face unlock berbasis teknologi baru ini, pengguna Pixel akan memiliki dua opsi keamanan biometrik yang sama-sama andal. Ini tentu menjadi nilai tambah, terutama bagi pengguna yang sering membuka ponsel dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Kelebihan utama sistem baru ini disebut mampu bekerja sama baiknya di ruangan gelap maupun di bawah sinar matahari terang. Artinya, masalah face unlock yang kurang responsif saat malam hari kemungkinan besar akan teratasi.
Google Uji Coba untuk Chromebook Juga
Tak hanya untuk smartphone, Google juga dilaporkan sedang menguji teknologi ini pada perangkat Chromebook tertentu. Jika implementasinya berhasil, maka laptop berbasis ChromeOS bisa mendapatkan sistem autentikasi biometrik berbasis wajah yang lebih aman dan praktis.
Langkah ini menunjukkan bahwa Google ingin membangun ekosistem keamanan terpadu di berbagai perangkatnya. Dengan sistem face unlock canggih, pengalaman login dan autentikasi akun Google bisa menjadi lebih seamless dan konsisten di smartphone maupun laptop.
Selama ini, Apple dikenal unggul dalam teknologi pengenalan wajah lewat Face ID. Namun, jika Pixel 11 benar-benar menghadirkan sistem dengan kecepatan dan akurasi setara, maka persaingan biometrik antara Android dan iOS akan semakin menarik.
Apalagi, rumor lain juga menyebut Apple tengah mengembangkan Face ID yang sepenuhnya tersembunyi di bawah layar untuk generasi mendatang.
Meski semua informasi ini masih sebatas rumor, pengembangan Project Toscana menandakan keseriusan Google dalam meningkatkan sistem keamanan perangkatnya.
Scr/Mashable
















