Google Gemini Resmi Bisa Bikin Musik! Kenalan dengan Lyria 3, AI Pengubah Teks Jadi Lagu

20.02.2026
Google Gemini Resmi Bisa Bikin Musik! Kenalan dengan Lyria 3, AI Pengubah Teks Jadi Lagu
Google Gemini Resmi Bisa Bikin Musik! Kenalan dengan Lyria 3, AI Pengubah Teks Jadi Lagu

Google baru saja menggebrak industri kreatif digital dengan mengumumkan integrasi model Lyria 3 ke dalam ekosistem Gemini, yang memungkinkan pengguna menghasilkan karya musik orisinal hanya melalui perintah teks sederhana.

Dikutip dari Engadget, Jumat (20/2/2026), teknologi mutakhir ini memberikan kemampuan bagi pengguna untuk menciptakan trek musik berdurasi 30 detik atau melakukan remix pada lagu yang sudah ada sesuai dengan preferensi masing-masing.

Langkah ini merupakan lompatan besar setelah sebelumnya Gemini sukses menguasai pengolahan teks, gambar, dan video. Lebih jauh lagi, kecanggihan Lyria 3 juga akan segera menyapa para kreator YouTube melalui fitur “Dream Track”, yang dirancang khusus untuk membantu pembuatan musik latar yang detail dan sinematik pada konten YouTube Shorts.

Keunggulan utama dari Lyria 3 terletak pada kemudahannya dalam memproses input pengguna tanpa menuntut detail teknis yang rumit untuk menghasilkan audio berkualitas tinggi. Sebagai gambaran, pengguna bisa memasukkan perintah unik seperti “lagu R&B slow jam yang lucu tentang sepasang kaus kaki yang akhirnya bertemu,” dan sistem akan merespons dengan komposisi yang selaras.

Namun bagi mereka yang menginginkan hasil lebih spesifik, Lyria 3 menawarkan kontrol mendalam untuk mengatur elemen individual, seperti mengubah tempo secara presisi hingga menyesuaikan gaya permainan drum.

Menariknya, kecerdasan buatan ini tidak hanya terpaku pada teks; Gemini kini mampu menggubah musik berdasarkan referensi foto atau video yang diunggah, lengkap dengan sampul album artistik yang dibuat secara otomatis oleh model gambar Nano Banana milik Google.

Secara teknis, Lyria 3 diklaim jauh lebih unggul dibandingkan model audio sebelumnya dalam hal menciptakan trek yang terasa lebih realistis dan memiliki kompleksitas musikal yang matang.

Kemampuan otomatisasi lirik yang dibenamkan di dalamnya memungkinkan proses kreatif berjalan dari awal hingga akhir dalam satu pintu. Meskipun saat ini output yang dihasilkan masih terbatas pada klip pendek berdurasi 30 detik, potensi pengembangannya di masa depan sangatlah luas.

Melihat arah promosi yang dilakukan Google, besar kemungkinan durasi ini akan diperpanjang atau bahkan diintegrasikan ke dalam aplikasi komunikasi seperti Google Messages untuk pengalaman berkirim pesan yang lebih ekspresif dan personal.

Sebagai bentuk komitmen terhadap etika kecerdasan buatan, setiap karya audio yang lahir dari rahim Lyria 3 akan dilengkapi dengan tanda air digital melalui teknologi SynthID milik Google. Hal ini memastikan bahwa setiap lagu hasil kreasi AI tidak dapat diklaim sebagai karya murni manusia, sejalan dengan peluncuran SynthID Detector pada ajang Google I/O 2025 lalu.

Meskipun secara instrumental musik yang dihasilkan terdengar sangat meyakinkan dan profesional, kualitas vokal dan komposisi lirik yang dihasilkan terkadang masih memiliki karakteristik khas mesin yang terasa sedikit kaku. Namun, keterbatasan ini justru menjadi tantangan menarik bagi para pengguna untuk terus bereksperimen menggabungkan sentuhan manusia dengan kecanggihan algoritma.

Bagi para antusias teknologi yang sudah tidak sabar untuk mencoba langsung kebolehan Lyria 3, Google telah membuka akses secara bertahap mulai hari ini. Syarat utamanya adalah pengguna harus berusia minimal 18 tahun dan mampu berkomunikasi dalam daftar bahasa yang telah didukung, termasuk bahasa Inggris, Jepang, Korea, hingga Jerman.

Sayangnya, untuk saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai dukungan penuh dalam bahasa Indonesia, namun kehadiran fitur ini di kancah global menandai dimulainya era baru di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi komposer musik digital tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan musik formal.

Scr/Mashable




Don't Miss