Beberapa kemenangan hanya untuk menambah tiga poin. Tetapi ada juga kemenangan yang membuat orang duduk dan bertanya-tanya: apakah Manchester United akhirnya menemukan kembali performa terbaiknya?
Gol melawan Everton di pekan ke-27 Liga Inggris 2025/2026 pada, Selasa 24 Februari 2026, bukanlah sebuah mahakarya. Bukan juga upaya solo.
Itu adalah serangan balik yang sesuai dengan buku panduan – cepat, langsung, dan tenang. Jenis gol yang pernah menjadi ciri khas Manchester United selama masa kejayaan mereka. Gaya sepak bola yang tampaknya menjadi milik masa lalu.
Mantan striker Everton dan Manchester United, Wayne Rooney, berada di tribune penonton. Kebetulan itu menambah makna pada momen tersebut.
Ketika Matheus Cunha membuka bola, Bryan Mbeumo berakselerasi, dan Benjamin Sesko bergegas masuk untuk mencetak gol, kenangan akan trio Rooney-Cristiano Ronaldo-Carlos Tevez terlintas di benak. Perbandingan itu mungkin kurang tepat, tetapi perasaan itu nyata.
Tiga pemain baru, dengan nilai total £207 juta atau sekitar Rp4,7 triliun, berkolaborasi menciptakan momen penentu. Itulah yang diharapkan Manchester United ketika mereka melakukan perombakan besar-besaran di lini serang mereka musim panas lalu.
Sesko dan Nilai dari Gol-gol yang Tercipta di Waktu yang Tepat
Benjamin Sesko mencetak gol lagi. Dan sekali lagi, dia masuk sebagai pemain pengganti.
Striker berusia 22 tahun itu memasuki lapangan dengan semangat yang biasa ia tunjukkan. Hanya 13 menit kemudian, ia menentukan jalannya pertandingan. Enam gol dalam tujuh penampilan terakhirnya. Lebih penting lagi, sebagian besar gol tersebut merupakan gol yang mengubah jalannya pertandingan.
Melawan Everton, pertandingan menunjukkan tanda-tanda akan berakhir imbang. Everton bermain gigih, berjuang keras, dan memanfaatkan bola mati dengan baik. Manchester United tidak mendominasi. Mereka tidak menciptakan banyak peluang emas.
Kemudian Everton mengambil tendangan sudut. Dan hanya beberapa detik kemudian, bola sudah berada di gawang Jordan Pickford.
Sesko memulai serangan. Ia menguasai bola kembali dan mengoper ke Cunha di sebelah kiri. Bola dengan cepat dialihkan ke kanan untuk Mbeumo yang berlari ke depan. Umpan silang ditempatkan dengan sempurna dan bertenaga. Sesko berlari masuk, melewati James Tarkowski, mengontrol bola dengan satu sentuhan, dan melepaskan tembakan yang tepat.
Sederhana, namun efektif. Tidak ada gerakan yang sia-sia. Tidak ada keraguan.
Waktunya sangat krusial. Tanpa gol itu, Manchester United bisa saja kehilangan dua poin. Sebelumnya, Sesko juga mencetak gol penting melawan Fulham dan berkontribusi pada hasil imbang melawan Burnley. Kontribusi-kontribusi tersebut benar-benar membuat perbedaan dalam klasemen liga.
Dia mungkin tidak menyukai label “pemain pengganti super.” Tetapi sejarah Manchester United telah menyaksikan pemain-pemain yang menorehkan prestasi setelah masuk dari bangku cadangan. Dan ketika seorang striker mencetak gol yang membawa poin, bagaimana dia memulai pertandingan menjadi kurang penting.
Carrick, Pragmatisme, dan Langkah-langkah yang Terhitung
Di bawah asuhan Michael Carrick, Manchester United telah memenangkan 5 dan bermain imbang 1 dari 6 pertandingan terakhir mereka di Premier League. Rentetan hasil tersebut seharusnya membuat orang memandangnya dengan cara yang berbeda.
Pertandingan ini tidak spektakuler. Manchester United tidak sepenuhnya mengendalikan permainan. Tetapi Carrick tahu persis apa yang dibutuhkannya. Dia tahu bahwa hanya satu gol saja bisa menentukan hasilnya.
Setelah unggul, Carrick mengganti Mbeumo dengan Noussair Mazraoui. Itu bukan keputusan yang mencolok, tetapi mencerminkan pendekatan pragmatis. Everton fokus pada umpan-umpan panjang dan meningkatkan tekanan, sementara Manchester United bertahan dengan disiplin.
Senne Lammens juga menjalani malam yang berkesan. Sebuah kesalahan di detik kelima, membuang bola langsung ke Thierno Barry, hampir membuatnya celaka. Namun setelah itu, sang kiper tetap tenang. Penyelamatannya terhadap tembakan Michael Keane sangat penting. Cara dia menangani tendangan sudut menunjukkan peningkatan.
Beberapa bulan lalu, Manchester United kalah 0-1 dari Everton dalam pertandingan di mana lawan mereka bermain dengan 10 pemain. Itu adalah salah satu masa kelam. Sekarang, timnya berbeda. Tidak sempurna, tetapi terorganisir dan memiliki arah yang jelas.
£207 juta dulunya merupakan angka yang kontroversial. Tetapi di Merseyside, investasi itu memberikan nilai nyata. Bukan dengan janji-janji, tetapi dengan serangan balik sejati ala Manchester United.
Masa depan Carrick dalam jangka panjang masih belum pasti. Namun, ia membangun reputasinya melalui hasil yang diraih. Para penggemar meneriakkan namanya setelah peluit akhir dibunyikan. Itu bukan karena keberuntungan.
Manchester United belum kembali ke puncak kejayaan mereka. Jalan di depan masih panjang. Namun untuk sesaat di Hill Dickinson, kita melihat sekilas tim yang pernah membuat seluruh Eropa waspada.
Terkadang, satu momen cemerlang saja sudah cukup untuk membangkitkan kembali kepercayaan.
Scr/Mashable















