Keamanan privasi pada perangkat iOS kini tengah menghadapi tantangan serius seiring dengan munculnya teknik serangan siber yang semakin canggih.
Selama ini, pengguna iPhone merasa cukup tenang berkat adanya indikator bilah status berwarna, titik hijau untuk kamera dan oranye untuk mikrofon, yang diperkenalkan Apple sejak iOS 14 sebagai garda depan informasi aktivitas sensor.
Namun, para ahli keamanan siber baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras bahwa fitur tersebut ternyata tidak lagi cukup kuat untuk menghalau serangan perangkat lunak mata-mata kelas atas.
Dikutip dari Techradar, Kamis (26/2/2026), salah satu ancaman paling nyata datang dari spyware bernama Predator, sebuah perangkat lunak mata-mata komersial yang mampu beroperasi secara senyap tanpa memicu peringatan visual apa pun di layar pengguna.
Predator, yang dikembangkan oleh Intellexa dan Cytrox, memiliki kemampuan mengerikan untuk mencegat pembaruan aktivitas sensor tepat sebelum antarmuka sistem sempat menampilkannya.
Dengan teknik ini, pengguna tidak akan pernah menyadari bahwa kamera atau mikrofon mereka sedang aktif di bawah kendali pihak lain. Berbeda dengan malware konvensional yang mencari celah baru, Predator bekerja dengan cara memanfaatkan akses tingkat kernel yang telah diperoleh sebelumnya.
Hal ini memungkinkan malware tersebut untuk menyusup jauh ke dalam proses inti sistem operasi, sehingga mampu memanipulasi informasi yang dikirimkan oleh perangkat keras ke layar ponsel Anda secara real-time.
Hasil penelitian mendalam dari Jamf Threat Labs mengungkapkan bahwa kunci utama dari kemampuan “menghilang” milik Predator terletak pada penyusupan ke dalam proses SpringBoard.
Secara teknis, spyware ini menargetkan metode spesifik di dalam sistem iOS yang bertanggung jawab atas data aktivitas sensor. Dengan mematikan objek yang meneruskan pembaruan sensor ke antarmuka pengguna, Predator berhasil mencegah munculnya titik hijau atau oranye yang seharusnya menjadi alarm bagi pemilik perangkat.
Metode intersepsi hulu ini dinilai jauh lebih efisien dan sulit dideteksi dibandingkan cara-cara lama karena ia memotong jalur informasi komunikasi sistem sebelum sistem sempat bereaksi.
Kecanggihan Predator tidak berhenti di situ karena ia dirancang dengan arsitektur modular yang sangat kompleks, termasuk modul khusus seperti HiddenDot dan CameraEnabler.
Jika modul HiddenDot bertugas menyapu bersih jejak visual di bilah status, modul CameraEnabler melangkah lebih jauh dengan melewati pemeriksaan izin kamera melalui teknik pencocokan pola instruksi ARM64.
Malware ini bahkan mampu mengakali fitur keamanan Pointer Authentication Code (PAC) milik Apple untuk menemukan fungsi internal sistem yang tidak terekspos publik, lalu mengalihkan eksekusi perintah tanpa memicu peringatan keamanan standar yang biasanya muncul di iOS.
Selain mata-mata visual, Predator juga dibekali modul terpisah untuk merekam percakapan audio melalui protokol VoIP. Uniknya, untuk perekaman suara ini, Predator tidak selalu mematikan indikator secara langsung, melainkan mengandalkan teknik penyamaran jalur data audio yang sangat rapi.
Data hasil rekaman tersebut ditulis ke dalam jalur sistem yang tidak biasa dan memanipulasi proses mediaserverd, menjadikannya tantangan besar bagi perangkat lunak perlindungan endpoint atau firewall biasa.
Dengan menggunakan mekanisme hook berbasis pengecualian Mach, spyware ini bisa bersembunyi dari deteksi alat keamanan konvensional yang biasanya hanya memantau aktivitas di permukaan.
Melihat fenomena ini, tim keamanan digital dan pengguna tingkat lanjut disarankan untuk tidak hanya mengandalkan indikator visual sebagai satu-satunya tolok ukur keamanan.
Tanda-tanda halus seperti pembuatan file audio yang tidak terduga, kegagalan notifikasi UI saat sensor aktif, hingga perubahan aneh pada pemetaan memori dan status thread proses sistem menjadi indikator penting adanya pelanggaran keamanan.
Fenomena Predator menunjukkan bahwa di era kecerdasan buatan dan akses sistem tingkat tinggi, kewaspadaan terhadap anomali sekecil apa pun pada perangkat menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan privasi di dunia digital yang semakin transparan.
Scr/Mashable



















