Platform media sosial Instagram bakal mengirimkan peringatan kepada orang tua jika akun remaja yang mereka awasi berulang kali mencari konten terkait bunuh diri atau menyakiti diri sendiri dalam waktu singkat.
Kebijakan baru ini diumumkan pada Kamis (26/2) dan akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan bagi orang tua yang telah mengaktifkan fitur parental supervision di Instagram.
Instagram menjelaskan bahwa selama ini sistem pencarian sudah memblokir konten bunuh diri dan self-harm. Namun, fitur notifikasi terbaru ini dirancang agar orang tua mengetahui sinyal risiko sejak dini, sehingga bisa memberikan dukungan emosional sebelum situasi memburuk.
Peringatan akan dipicu jika remaja mencari frasa yang mendorong bunuh diri atau melukai diri, menggunakan kata kunci yang mengindikasikan kerentanan emosional serta mengetik istilah umum seperti “suicide” atau “self-harm” secara berulang.
Notifikasi akan dikirim melalui email, SMS, atau WhatsApp, tergantung data kontak yang didaftarkan, serta muncul langsung di aplikasi. Instagram juga menyertakan panduan dan sumber bantuan untuk membantu orang tua membuka percakapan yang sensitif dengan anak mereka.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya tekanan hukum terhadap Meta, induk perusahaan Instagram, yang saat ini menghadapi sejumlah gugatan terkait dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja.
Dalam sidang terpisah di Amerika Serikat, Kepala Instagram Adam Mosseri sempat dimintai keterangan terkait lambatnya peluncuran fitur keselamatan dasar, termasuk penyaring konten sensitif di pesan pribadi remaja.
Dokumen internal Meta yang terungkap dalam proses hukum juga menunjukkan bahwa kontrol orang tua tidak selalu efektif membatasi penggunaan media sosial secara kompulsif, terutama pada anak yang sedang menghadapi tekanan hidup atau stres emosional.
Instagram menegaskan akan berhati-hati agar notifikasi tidak dikirim secara berlebihan, karena dikhawatirkan justru mengurangi efektivitas peringatan.
“Kami menetapkan ambang batas tertentu berdasarkan analisis perilaku pencarian dan masukan para ahli dari Suicide and Self-Harm Advisory Group,” tulis Instagram dalam pernyataan resminya. Perusahaan mengakui bahwa dalam beberapa kasus, peringatan bisa terkirim meski tidak ada ancaman nyata, namun pendekatan ini dinilai lebih aman sebagai langkah awal pencegahan.
Fitur peringatan ini akan mulai tersedia di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada pada tahap awal, sebelum diperluas ke wilayah lain sepanjang tahun 2026. Ke depan, Instagram juga berencana mengaktifkan notifikasi serupa jika remaja mengajak AI di aplikasi berdiskusi soal bunuh diri atau self-harm.
Scr/Mashable





















