Pemerintah China meluncurkan serangkaian kebijakan baru untuk mempercepat pengembangan sistem asuransi sains dan teknologi sebagai bagian dari strategi nasional mencapai kemandirian teknologi di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya dengan Amerika Serikat, dalam penguasaan teknologi canggih.
Pedoman yang memuat 20 langkah tersebut dirilis bersama oleh sejumlah lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Sains dan Teknologi China, Administrasi Regulasi Keuangan Nasional, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, serta Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China, demikian dilansir dari Nikkei Asia.
Dalam dokumen resmi itu, Beijing menegaskan industri asuransi harus berperan sebagai “peredam guncangan ekonomi” dan penopang stabilitas sosial bagi inovasi teknologi, terutama pada sektor-sektor berisiko tinggi namun strategis.
Kebijakan ini dirilis menjelang sidang tahunan Kongres Rakyat Nasional China, forum politik terbesar negara tersebut, yang tahun ini kembali menempatkan teknologi sebagai agenda utama pembangunan.
Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, arah kebijakan ekonomi China semakin bergeser dari pertumbuhan cepat menuju penguatan kemandirian teknologi. Pemerintah menekankan peran negara dalam membimbing industri sekaligus mengelola risiko yang melekat pada inovasi teknologi mutakhir.
Pedoman tersebut menyerukan pembentukan mekanisme koordinasi nasional untuk mendukung asuransi bagi teknologi kritis yang dinilai vital bagi kebutuhan strategis negara dan memiliki potensi risiko besar.
Beijing, Shanghai, serta Kawasan Teluk Besar Guangdong–Hong Kong–Makau ditetapkan sebagai pusat utama pengembangan inovasi asuransi teknologi.
Pemerintah China secara khusus menyoroti sejumlah bidang teknologi utama yang akan mendapat dukungan asuransi khusus, antara lain kecerdasan buatan (AI), sirkuit terpadu atau semikonduktor, teknologi kuantum, biomanufaktur, energi hidrogen dan fusi nuklir, antarmuka otak-komputer, serta embodied intelligence atau kecerdasan terwujud.
Untuk sektor-sektor tersebut, Beijing mendorong pembentukan produk asuransi khusus dan sistem cadangan risiko yang dirancang untuk melindungi biaya riset dan pengembangan, proses komersialisasi, penerapan teknologi, hingga risiko pelanggaran hak kekayaan intelektual.
Selain proyek teknologi nasional berskala besar, pedoman tersebut juga menekankan pentingnya perlindungan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis teknologi.
Lembaga asuransi diminta menyediakan produk asuransi teknologi yang lebih mudah diakses, praktis, serta memperluas cakupan perlindungan agar UKM mampu bertahan menghadapi risiko kegagalan inovasi dan ketidakpastian pasar.
Langkah ini dinilai krusial karena UKM teknologi memainkan peran penting dalam ekosistem inovasi China, namun kerap menghadapi keterbatasan pendanaan dan perlindungan risiko.
Data Administrasi Regulasi Keuangan Nasional menunjukkan premi asuransi teknologi di China melonjak 44% pada tahun lalu menjadi 8 triliun yuan atau sekitar 1,16 triliun dolar AS. Angka tersebut jauh melampaui pertumbuhan rata-rata industri asuransi nasional yang hanya mencapai 7,4%.
Lonjakan premi tersebut terutama didorong oleh dukungan terhadap proyek teknologi nasional, UKM, serta aktivitas riset dan komersialisasi di bidang AI, teknologi kuantum, semikonduktor, dan antarmuka otak-komputer.
Dengan memperkuat peran asuransi dalam ekosistem inovasi, Beijing berharap dapat menciptakan fondasi keuangan yang lebih tangguh bagi pengembangan teknologi strategis sekaligus mempercepat upaya mencapai kemandirian teknologi di tengah dinamika geopolitik global.
Scr/Mashable
















