Liga Italia 2025/2026 memasuki pekan ke-33 dengan pertandingan menarik, termasuk Inter Milan vs Cagliari dan Hellas Verona vs AC Milan, yang menjadi sorotan utama dalam perebutan gelar juara serta zona Eropa. Berikut jadwal lengkap serta link live streaming untuk menyaksikan semua aksi Serie A pekan ini, di mana laga-laga akhir pekan April ini semakin menentukan nasib tim-tim besar menjelang fase akhir musim.
Inter Milan bertekad memperlebar jarak menjadi 12 poin di puncak klasemen Serie A saat menjamu Cagliari di San Siro. Kemenangan dalam laga pekan ke-33 ini akan menjadi langkah krusial bagi Nerazzurri untuk semakin dekat dengan gelar Scudetto.
Inter saat ini berada di ambang juara setelah memenangi drama tujuh gol pekan lalu. Sebaliknya, tim tamu asal Sardinia, Cagliari, datang dengan misi berbeda: berjuang demi bertahan di kasta tertinggi Liga Italia.
Sempat goyah pasca tersingkir dari Liga Champions, Inter Milan kembali menemukan sentuhan emasnya. Setelah melumat Roma 5-2, skuat asuhan Cristian Chivu menunjukkan mental baja saat bertamu ke Stadio Sinigaglia. Meski sempat tertinggal dua gol sebelum turun minum, Inter bangkit secara heroik untuk membungkam Como 4-3.
Keberuntungan berpihak pada Inter karena di saat yang sama, rival terdekat mereka—juara bertahan Napoli dan rival sekota AC Milan—sama-sama terpeleset. Hasil itu membuat Inter kini unggul sembilan poin dengan enam laga tersisa. Kemenangan atas Cagliari akan membuat selisih poin menjadi dua digit sebelum para pesaing mereka bertanding.
Musim perdana Cristian Chivu bahkan berpeluang berakhir dengan status domestic double. Selain liga, Inter akan melakoni leg kedua semifinal Coppa Italia melawan Como pekan depan di Milan.
Ketajaman lini depan menjadi senjata utama. Inter telah mengemas 75 gol di Serie A musim ini—setidaknya unggul 19 gol dari tim mana pun. Mereka juga memegang rekor tak terkalahkan dalam sembilan laga kandang terakhir di San Siro.
Catatan sejarah pun memihak tuan rumah. Inter tidak terkalahkan dalam 12 pertemuan terakhir melawan Rossoblu, termasuk tujuh kemenangan dari delapan laga terbaru. Cagliari juga punya rekor buruk di San Siro: gagal mencatat clean sheet dalam 26 kunjungan terakhir dengan rata-rata kebobolan 2,2 gol per laga.
Di kubu tamu, tekanan sedikit berkurang setelah Fabio Pisacane berhasil memutus tren delapan laga tanpa kemenangan. Gol tunggal pemain pinjaman dari Inter, Sebastiano Esposito, membawa Cagliari menang 1-0 atas Cremonese pekan lalu. Kemenangan itu membuat mereka unggul enam poin dari zona degradasi.
Namun, rekor tandang Cagliari masih mengkhawatirkan dengan tiga kekalahan dari empat laga terakhir. Mengambil poin dari sang pemuncak klasemen akan menjadi bonus besar bagi upaya penyelamatan mereka.
Laga ini juga akan menarik karena menyajikan duel “kakak-adik”. Sebastiano Esposito (Cagliari) akan berhadapan dengan adiknya, Pio Esposito (Inter), yang mencetak gol pada pertemuan pertama kedua tim September lalu.
Berbicara kondisi tim, Inter masih harus tampil tanpa sang kapten, Lautaro Martinez, yang mengalami cedera paha. Namun, Marcus Thuram sedang dalam performa panas setelah mencetak dua gol ke gawang Como. Selain Lautaro, Yann Bisseck absen karena cedera dan Petar Sucic terkena suspensi.
Di sisi Cagliari, Mattia Felici dan Riyad Idrissi dipastikan absen lama, sementara Luca Mazzitelli diragukan tampil. Kabar baiknya, striker veteran Leonardo Pavoletti kemungkinan besar bisa kembali duduk di bangku cadangan.
Dengan performa lini depan yang sedang on-fire, Inter diprediksi tidak akan menemui kesulitan berarti untuk mengeksploitasi lini pertahanan Cagliari yang rapuh. Kemenangan kandang tampaknya sudah di depan mata.
Di laga lainnya, Hellas Verona semakin dekat dengan pintu keluar kasta tertinggi Italia. Akhir pekan ini, misi penyelamatan diri mereka akan diuji saat menjamu raksasa yang tengah limbung, AC Milan, di Stadion Marcantonio Bentegodi.
Hellas Verona memasuki pekan ini dengan beban berat. Terpaku di zona merah, tuan rumah terpaut sembilan poin dari zona aman. Skuad asuhan Gialloblu seolah terus “bermain api” dengan ancaman degradasi dalam beberapa musim terakhir, dan musim ini tampaknya menjadi titik nadir mereka.
Pekan lalu, Verona harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 1-2 dari Torino. Hasil minor tersebut memperpanjang rekor buruk mereka menjadi empat kekalahan beruntun. Jika tidak segera memutus tren negatif ini, tiket menuju Serie B hampir pasti akan segera mereka genggam.
Verona hanya mencatatkan dua kemenangan dari sepuluh laga terakhir. Rekor kandang mereka pun memprihatinkan, hanya meraih 20% kemenangan dari lima laga terakhir di Bentegodi.
Masalah utama Verona terletak pada tumpulnya lini depan; mereka gagal mencetak gol di tiga dari lima laga terakhir. Di sisi lain, pertahanan mereka juga rapuh dan mudah ditembus.
Di sisi lain, AC Milan datang dengan luka yang tak kalah dalam. Sempat tampil konsisten di sebagian besar musim, posisi Rossoneri di zona Liga Champions kini mulai terancam. Anak asuh Massimiliano Allegri terseret ke dalam persaingan panas empat besar akibat performa yang tidak stabil.
Pekan lalu menjadi mimpi buruk bagi publik San Siro saat Milan dihancurkan Udinese dengan skor telak 0-3. Gol bunuh diri Davide Bartesaghi serta lesatan dari Jurgen Ekkelenkamp dan Arthur Atta menjadi tamparan keras bagi Milan yang kehilangan taringnya di kandang sendiri.
Milan pun memiliki masalah serupa dengan Verona. Meski pertahanan mereka sempat solid, lini depan justru macet, terbukti saat mereka gagal mencetak gol melawan Udinese. Namun, sejarah mencatat Milan sangat dominan atas Verona. Dalam lima pertemuan terakhir, Milan berhasil menyapu bersih tiga kemenangan.
AC Milan hanya memetik satu kemenangan dari lima pertandingan terakhir, dengan empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Meski demikian, performa tandang Milan sedikit lebih baik dengan rasio kemenangan 40%, yang setidaknya memberikan sedikit napas bagi pendukung mereka.
Bermain di kandang seharusnya menjadi suntikan moral bagi Verona yang sedang putus asa mencari poin. Namun, tekanan psikologis ada pada kedua tim: Verona bertaruh nyawa untuk bertahan di Serie A, sementara Milan bertaruh harga diri dan tiket kompetisi Eropa.
Melihat statistik dan kedalaman skuad, AC Milan tetap diunggulkan untuk mencuri poin penuh, meski harus dengan perjuangan ekstra keras. Laga diprediksi akan berjalan ketat karena kedua tim sama-sama sedang terluka.
Jadwal Liga Italia 2025/2026 Pekan ke-33
Jumat, 17 April
23:30 – Sassuolo vs Como
Sabtu, 18 April
01:45 – Inter vs Cagliari
20:00 – Udinese vs Parma
23:00 – Napoli vs Lazio
Minggu, 19 April
01:45 – Roma vs Atalanta
17:30 – Cremonese vs Torino
20:00 – Verona vs AC Milan
23:00 – Pisa vs Genoa
Senin, 20 April
01:45 – Juventus vs Bologna
Selasa, 21 April
01:45 – Lecce vs Fiorentina.
Link Live Streaming Liga Italia 2025/2026 Pekan ke-33
Penggemar di Indonesia dapat menyaksikan seluruh laga Liga Italia 2025/2026 pekan ini secara eksklusif melalui platform Vidio.
Scr/Mashable
















