Mengenal Teknologi Drone Kamikaze Shahed-136

05.03.2026
Mengenal Teknologi Drone Kamikaze Shahed-136
Drone Shahed / Foto: tangkapan layar Instagram

Perkembangan teknologi militer dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan besar dalam strategi peperangan.

Salah satu yang paling sering dibicarakan adalah Shahed-136, drone serang jarak jauh buatan Iran yang dikenal murah namun mematikan.

Drone ini mulai mendapat perhatian dunia setelah digunakan dalam konflik antara Rusia dan Ukraina, serta dalam berbagai ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.

Keunggulan utama Shahed-136 bukan hanya pada kemampuannya menyerang target dari jarak jauh, tetapi juga karena strategi produksinya yang memungkinkan peluncuran dalam jumlah besar sekaligus.

Mengenal Teknologi Drone Kamikaze Shahed-136

Dikutip dari Military Update, Shahed-136 merupakan jenis loitering munition, yaitu drone yang dirancang untuk terbang menuju area target sebelum akhirnya menukik dan meledak saat mengenai sasaran.

Konsep ini membuatnya bekerja mirip rudal berpemandu, namun dengan struktur yang jauh lebih sederhana.

Drone Shahed / Foto: tangkapan layar Instagram

Nama “Shahed” sendiri berarti “saksi” dalam bahasa Persia. Drone ini dikembangkan oleh Shahed Aviation Industries Research Center yang berada di bawah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Produksi massalnya dimulai sekitar tahun 2021 dan sejak saat itu digunakan dalam berbagai operasi militer di beberapa kawasan konflik.

Dibandingkan drone tempur kelas berat seperti MQ-9 Reaper atau MQ-1 Predator milik Amerika Serikat, serta IAI Heron dari Israel, Shahed-136 mengusung desain yang jauh lebih sederhana.

Namun kesederhanaan inilah yang justru menjadi kekuatan utamanya. Dengan komponen yang lebih sederhana, drone ini dapat diproduksi dalam jumlah besar dan digunakan dalam strategi serangan massal.

Spesifikasi Drone Shahed-136

Melansir dari Military Update, berikut beberapa spesifikasi utama dari drone kamikaze Shahed-136:

  • Produsen: HESA (Iran Aircraft Manufacturing Industrial Company)
  • Mulai digunakan: 2021
  • Jenis: Drone kamikaze / loitering munition jarak jauh
  • Hulu ledak: sekitar 36 kg bahan peledak
  • Jangkauan operasi: hingga 2.500 km
  • Kecepatan maksimum: sekitar 185 km/jam
  • Berat total: sekitar 200 kg
  • Panjang drone: sekitar 3,5 meter
  • Lebar sayap: sekitar 2,5 meter

Drone ini terbang pada ketinggian relatif rendah dan sering mengikuti jalur penerbangan yang tidak sepenuhnya lurus.

Karakteristik tersebut membuatnya cukup sulit dideteksi oleh beberapa sistem pertahanan udara tradisional yang dirancang untuk menghadapi rudal berkecepatan tinggi.

Selain itu, suara mesin Shahed-136 juga sangat khas. Banyak laporan menyebut bunyinya mirip sepeda motor atau mesin pemotong rumput ketika mendekati target.

Strategi Murah yang Menjadi Ancaman Sistem Pertahanan

Salah satu alasan utama mengapa Shahed-136 dianggap sebagai senjata efektif adalah biaya produksinya yang relatif rendah. Beberapa estimasi menyebut biaya pembuatan satu unit drone ini hanya berkisar US$48.000 hingga US$50.000.

Harga tersebut sangat kontras dengan biaya rudal pertahanan udara yang digunakan untuk menjatuhkannya, yang bisa mencapai jutaan dolar per unit.

Perbedaan biaya ini menciptakan strategi yang dikenal sebagai “cost imbalance warfare”, di mana pihak penyerang dapat memaksa lawan mengeluarkan biaya jauh lebih besar untuk bertahan.

Dalam beberapa laporan lain, harga ekspor drone ini bahkan bisa jauh lebih tinggi karena mencakup lisensi produksi dan transfer teknologi.

Selain Iran, beberapa negara besar seperti Rusia dan China juga mulai mempelajari konsep drone kamikaze murah ini.

Langkah tersebut menunjukkan betapa strategisnya teknologi ini dalam perencanaan militer modern.

Scr/Mashable




Don't Miss