Baterai Tembus 9.600 mAh Berkat Teknologi Honor

10.03.2026
Baterai Tembus 9.600 mAh Berkat Teknologi Honor
Baterai Tembus 9.600 mAh Berkat Teknologi Honor

Dunia teknologi baru saja dikejutkan oleh sebuah eksperimen ekstrem yang mengungkap potensi tersembunyi dari ponsel lipat tiga (trifold) terbaru Samsung. Meski Samsung Galaxy Z TriFold resmi meluncur pada Desember lalu dengan inovasi layar yang memukau, sektor dayanya justru menuai kritik tajam.

Dengan baterai berkapasitas 5.600 mAh, perangkat ini dianggap tertinggal tidak hanya dari ponsel flagship konvensional, tetapi juga dari kompetitor ponsel lipat lainnya yang kini mulai menyentuh angka 6.000 mAh ke atas.

Rahasianya ternyata terletak pada penggunaan material baterai yang diklaim sudah digunakan sejak lama. Di saat produsen global mulai beralih ke teknologi Silicon-Carbon (Si/C), raksasa teknologi asal Korea Selatan ini terpantau masih “setia” menghindari penggunaan material tersebut hingga memasuki tahun 2026.

Mengutip GSM Arena, Selasa (10/3/2026), baterai Si/C dikenal mampu menyimpan densitas energi yang jauh lebih tinggi dalam ruang yang sangat terbatas, sebuah solusi krusial bagi perangkat lipat yang mengutamakan desain tipis namun tetap bertenaga.

Kesenjangan teknologi ini dibuktikan secara gamblang oleh kanal YouTube ternama, Strange Parts. Dalam video eksperimen terbarunya, mereka mencoba melakukan “bedah jantung” pada Galaxy Z TriFold dengan menyematkan baterai milik kompetitor, Honor Magic V6.

Sebagai informasi, Honor Magic V6 baru saja rilis dengan baterai Si/C berkapasitas 6.600 mAh. Hasilnya sangat mengejutkan; dengan mengganti baterai bawaan Samsung menggunakan modul Si/C dari Honor, kapasitas daya Galaxy Z TriFold melonjak drastis hingga 71%.

Modifikasi ini berhasil mendongkrak kapasitas total dari yang semula hanya 5.600 mAh menjadi angka fantastis 9.600 mAh. Hal ini membuktikan bahwa secara fisik, ruang di dalam bodi trifold Samsung sebenarnya mampu menampung daya yang jauh lebih besar jika menggunakan material yang lebih modern.

Peningkatan kapasitas ini tentu menjadi tamparan halus bagi standar industri yang diterapkan Samsung pada lini perangkat premiumnya yang dibanderol dengan harga selangit.

Mengapa Samsung masih enggan mengadopsi baterai Si/C? Analis menduga adanya faktor kehati-hatian dalam rantai pasok dan standar keamanan jangka panjang yang sangat ketat setelah insiden baterai di masa lalu.

Namun, di tengah gempuran brand asal China yang semakin agresif menawarkan daya tahan baterai “monster” dalam bodi ramping, Samsung kini berada di persimpangan jalan. Konsumen mulai mempertanyakan apakah mereka harus mengorbankan fungsionalitas demi nama besar sebuah merek.

Fenomena modifikasi baterai ini memberikan nilai berita penting bagi para gadget enthusiast: bahwa inovasi layar lipat tiga tidak akan sempurna tanpa dukungan teknologi baterai yang relevan.

Ke depannya, tekanan pasar kemungkinan besar akan memaksa Samsung untuk segera berbenah jika tidak ingin pangsa pasar ultra-premium mereka tergerus oleh kompetitor yang lebih berani bereksperimen dengan efisiensi energi.

Scr/Mashable




Don't Miss