Alibaba Cloud Kuasai Asia Pasifik, Pangsa Pasar Naik di Tengah Lonjakan Permintaan AI

24.04.2026
Alibaba Cloud Kuasai Asia Pasifik, Pangsa Pasar Naik di Tengah Lonjakan Permintaan AI
Alibaba Cloud Kuasai Asia Pasifik, Pangsa Pasar Naik di Tengah Lonjakan Permintaan AI

Alibaba Cloud kembali mencatatkan dominasinya di kawasan Asia Pasifik sebagai penyedia layanan cloud terbesar berbasis Infrastructure-as-a-Service (IaaS) dari sisi pendapatan. Posisi tersebut diperkuat dengan peningkatan pangsa pasar menjadi 22,5 persen pada 2025, naik dari 20,8 persen pada tahun sebelumnya, menurut laporan terbaru Gartner yang dirilis April 2026.

Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan kebutuhan infrastruktur cloud yang didorong oleh adopsi kecerdasan buatan (AI) secara luas di berbagai sektor industri.

Secara global, Alibaba Cloud juga memperkuat posisinya dengan pangsa pasar 7,7 persen, naik dari 7,2 persen pada 2024, sekaligus menempatkannya sebagai pemain terbesar keempat di dunia dalam layanan IaaS.

“Peningkatan pangsa pasar kami di Asia Pasifik dan global mencerminkan penerapan strategi cloud berbasis AI-native dan agent-native, serta fokus berkelanjutan kami dalam memberikan nilai bagi pelanggan,” jelas Dr. Li Feifei, Chief Technology Officer, Alibaba Cloud.

“Banyak perusahaan membahas infrastruktur AI, layanan model, dan arsitektur agentic. Data menunjukkan bahwa pelanggan di kawasan ini benar-benar menentukan pilihan mereka, dan mereka memilih Alibaba Cloud. Kepercayaan ini dibangun melalui investasi jangka panjang dalam menyiapkan kapasitas sebelum permintaan tumbuh.”

Laporan Gartner mencatat pasar IaaS global tumbuh signifikan sepanjang 2025 dengan tambahan pendapatan sekitar 45 miliar dolar AS atau meningkat 24,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan ini terutama dipicu oleh meningkatnya penggunaan beban kerja berbasis AI (AI-native workloads) yang membutuhkan kapasitas komputasi tinggi.

Fenomena tersebut mendorong penyedia cloud skala besar (hyperscaler) dan pemain baru mencatat peningkatan pendapatan miliaran dolar, seiring kebutuhan akan infrastruktur yang mampu mendukung operasional AI secara berkelanjutan.

Selain itu, kompleksitas sistem AI, isu data gravity, serta tuntutan regulasi turut memperkuat peran IaaS sebagai fondasi utama dalam mengintegrasikan berbagai kebutuhan teknologi, mulai dari orkestrasi hingga portabilitas data.

Di kawasan Asia Pasifik, Alibaba Cloud mempertahankan posisi teratas di Tiongkok daratan dan Hong Kong. Sementara di Asia Tenggara, perusahaan menempati posisi kedua di Malaysia dan Indonesia, serta naik ke posisi ketiga di Singapura dengan pertumbuhan tahunan yang disebut mencapai tiga digit.

Capaian ini menunjukkan persaingan ketat di pasar cloud regional, sekaligus mengindikasikan meningkatnya kebutuhan layanan digital berbasis cloud di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pertumbuhan Alibaba Cloud tidak lepas dari strategi investasi jangka panjang dalam infrastruktur yang dioptimalkan untuk AI. Saat ini, perusahaan mengoperasikan puluhan pusat data di Asia untuk mendukung kebutuhan komputasi, penyimpanan, jaringan, dan keamanan dalam skala besar.

Selain infrastruktur, Alibaba Cloud juga mengembangkan ekosistem AI yang mencakup model, alat pengembangan, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan untuk berbagai industri.

Langkah ini dinilai penting di tengah pergeseran kebutuhan perusahaan yang semakin mengandalkan AI dalam operasional bisnis, mulai dari analitik data hingga otomatisasi proses.

Meski mempertahankan posisi kuat di Asia Pasifik, Alibaba Cloud tetap menghadapi persaingan ketat di pasar global yang didominasi oleh pemain besar lainnya. Namun, pertumbuhan pangsa pasar menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menjaga momentum di tengah kompetisi tersebut.

Sebagai catatan, Gartner menegaskan bahwa laporan pangsa pasar yang dirilisnya merupakan hasil analisis independen dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi terhadap vendor tertentu.

Dengan tren adopsi AI yang terus meningkat, pasar layanan cloud diperkirakan akan tetap tumbuh dalam beberapa tahun ke depan, menjadikan persaingan antar penyedia infrastruktur digital semakin intens di tingkat global.

Scr/Mashable




Don't Miss