Newcastle kebobolan gol peny equalizer 1-1 dari Barcelona di waktu tambahan pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026, Minggu 11 Maret 2026 dini hari WIB, memicu perdebatan sengit di antara para pengamat tentang apakah tim Eddie Howe seharusnya terus menyerang atau mempertahankan keunggulan mereka.
Hasil imbang 1-1 antara Newcastle United dan Barcelona di leg pertama babak 16 besar Liga Champions meninggalkan kesan mendalam, terutama setelah gol peny equalizer tim tamu di waktu tambahan. Situasi yang mengarah pada gol tersebut memicu perdebatan sengit di antara komentator Inggris tentang pendekatan taktis Newcastle di menit-menit terakhir.
Mantan striker Alan Shearer yakin tim tuan rumah melakukan kesalahan dengan terus menyerang untuk mencari gol kedua alih-alih mempertahankan keunggulan tipis mereka.
Menurut Shearer, Newcastle seharusnya fokus pada pertahanan setelah unggul, karena keunggulan 1-0 menjelang leg kedua di Camp Nou akan memungkinkan mereka untuk melakukan persiapan yang jauh lebih baik. Namun, Wayne Rooney memiliki perspektif yang berbeda.
“Saya tidak setuju. Saya pikir Newcastle seharusnya terus menyerang. Unggul 1-0 itu bagus, tetapi mencetak gol kedua akan memberi mereka keuntungan yang jauh lebih besar,” jelas Rooney.
Mantan kapten Manchester United itu yakin Newcastle bermain sangat baik dan terus menyerang adalah pilihan yang tepat.
Rooney menekankan bahwa di level Liga Champions, jika Anda tidak memanfaatkan peluang untuk memperbesar keunggulan, lawan selalu memiliki kemampuan untuk menghukum Anda. Menurutnya, Newcastle sedikit kurang presisi dalam sentuhan akhir mereka di depan gawang Barcelona.
Meskipun demikian, Rooney juga menegaskan bahwa penampilan di St James’ Park menunjukkan bahwa Newcastle mampu bersaing di kompetisi Eropa.
Setelah hasil imbang yang mengecewakan, Newcastle akan bertandang ke Barcelona untuk leg kedua pekan depan. Hasil di Inggris membuat pertandingan masih terbuka lebar, tetapi gol yang kebobolan di menit-menit akhir pasti akan dikenang sebagai titik balik yang kontroversial.
Bek Barcelona Bingung dengan Keputusan Wasit
Ronald Araujo mengklaim bahwa keputusan wasit Marco Guida dalam pertandingan imbang melawan Newcastle mencegahnya untuk kembali ke posisi bertahannya tepat waktu, yang menyebabkan gol pembuka tim tuan rumah.
Hasil imbang 1-1 antara Barcelona dan Newcastle United di leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada pagi hari tanggal 11 Maret menarik perhatian bukan hanya karena gol peny equalizer di menit-menit akhir dari tim tamu yang dicetak oleh Lamine Yamal, tetapi juga karena kontroversi seputar situasi yang menyebabkan gol Newcastle tersebut.
Gol pembuka untuk tim Inggris tercipta dari situasi yang agak tidak biasa yang melibatkan Araujo. Bek tengah Uruguay itu mengalami kram dan harus berdiri di luar lapangan saat bola keluar batas lapangan. Saat bola hendak dimasukkan kembali ke dalam permainan, Araujo mencoba kembali ke lapangan untuk ikut serta dalam pertahanan.
Namun, menurut Araujo, wasit asal Italia, Marco Guida, menginstruksikan dia untuk kembali ke lapangan dari pinggir lapangan sesuai peraturan. Karena kondisi fisik yang buruk, bek Barcelona itu tidak dapat kembali ke posisi bertahannya tepat waktu.
Ruang kosong itu dengan cepat dimanfaatkan oleh Newcastle. Harvey Barnes mengambil keuntungan dari kesempatan tersebut untuk mencetak gol pembuka bagi tim tuan rumah di St James’ Park. Segera setelah itu, Araujo meninggalkan lapangan dan digantikan.
Setelah pertandingan, bek Barcelona itu mengungkapkan kebingungannya atas keputusan wasit. Dia berkata: “Saya tidak mengerti aturannya. Jika saya mengalami kram, saya bisa masuk ke lapangan sambil berdiri atau bahkan merangkak, tetapi wasit menyuruh saya keluar lagi. Kemudian saya tidak bisa kembali ke area penalti tepat waktu.”
Namun, Araujo juga mengakui bahwa Barcelona tidak bermain dengan potensi penuh mereka di sebagian besar pertandingan. Bek asal Uruguay itu percaya tim Catalan perlu belajar dari penampilan mereka di St James’ Park.
“Saya senang kami berhasil menyamakan kedudukan di akhir pertandingan, tetapi Barcelona tidak bermain sesuai level yang kami inginkan,” kata Araujo.
Sang pemain juga menekankan bahwa Barcelona akan memiliki keuntungan kembali ke kandang sendiri untuk leg kedua. Menurut Araujo, timnya perlu mengontrol bola dengan lebih baik dan memberikan tekanan lebih pada lawan mereka.
“Kami akan memainkan leg kedua di kandang sendiri di depan para penggemar kami. Ini akan menjadi pertandingan besar. Newcastle adalah lawan yang kuat dan atmosfer di stadion mereka sangat tegang, jadi ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah,” ujarnya.
Hasil imbang 1-1 membuat persaingan masih terbuka lebar. Leg kedua di Barcelona pekan depan akan menentukan siapa yang lolos ke perempat final Liga Champions.
Scr/Mashable















