Fitur Cek Tekanan Darah Galaxy Watch Akhirnya Hadir di AS, Ini Cara Kerjanya

03.04.2026
Fitur Cek Tekanan Darah Galaxy Watch Akhirnya Hadir di AS, Ini Cara Kerjanya
Fitur Cek Tekanan Darah Galaxy Watch Akhirnya Hadir di AS, Ini Cara Kerjanya

Setelah penantian panjang, Samsung akhirnya menghadirkan fitur pemantauan tekanan darah pada lini Galaxy Watch di Amerika Serikat.

Fitur ini mulai digulirkan secara bertahap sejak 31 Maret 2026, menandai langkah penting dalam pengembangan wearable berbasis kesehatan.

Sebelumnya, fitur ini sudah tersedia di beberapa negara lain, namun regulasi ketat di AS membuat peluncurannya tertunda selama beberapa tahun.

Kini, pengguna di AS akhirnya bisa menikmati salah satu fitur kesehatan paling canggih dari Galaxy Watch.

Cara Kerja Fitur Tekanan Darah di Galaxy Watch

Berbeda dengan fitur kesehatan lain yang bisa langsung digunakan, pemantauan tekanan darah di Galaxy Watch memerlukan proses kalibrasi awal.

Pengguna harus menggunakan alat pengukur tekanan darah berbasis manset lengan atas (blood pressure cuff) untuk menentukan baseline atau nilai awal.

Setelah kalibrasi selesai, pengguna dapat mengukur tekanan darah langsung dari pergelangan tangan melalui smartwatch atau aplikasi Samsung Health Monitor di smartphone.

Untuk menjaga akurasi, Samsung mengharuskan pengguna melakukan kalibrasi ulang setiap 28 hari. Hal ini penting karena pengukuran tekanan darah membutuhkan tingkat presisi tinggi agar hasil tetap relevan.

Syarat Perangkat dan Kompatibilitas

Fitur ini tersedia untuk Galaxy Watch 4 dan model yang lebih baru, dengan syarat perangkat menggunakan Wear OS 4.0 serta smartphone yang terhubung menjalankan Android 12 atau versi lebih tinggi.

Beberapa model terbaru seperti Galaxy Watch 8, Watch 8 Classic, dan Watch Ultra (2025) sudah sepenuhnya mendukung fitur ini.

Pengguna juga perlu menginstal aplikasi Samsung Health Monitor melalui Galaxy Store untuk mengaktifkan fungsi tersebut.

Bukan Alat Medis, Tapi Bantu Pantau Kesehatan

Samsung menegaskan bahwa fitur ini tidak dimaksudkan sebagai alat medis untuk diagnosis atau pengobatan tekanan darah tinggi. Namun, fitur ini dapat membantu pengguna memahami kondisi kesehatan mereka dengan lebih baik.

Dengan pemantauan rutin langsung dari pergelangan tangan, pengguna bisa mendapatkan insight penting terkait tekanan darah dan membuat keputusan gaya hidup yang lebih sehat.

Data dari lembaga kesehatan AS menunjukkan bahwa sekitar 119,9 juta orang dewasa di negara tersebut mengalami tekanan darah tinggi pada 2025. Angka ini menunjukkan pentingnya akses terhadap teknologi pemantauan kesehatan yang lebih mudah dan praktis.

Hadirnya fitur ini di AS menjadi bukti bahwa wearable seperti Galaxy Watch semakin berkembang dari sekadar perangkat gaya hidup menjadi alat pendukung kesehatan yang serius.

Ke depan, fitur-fitur seperti ini diprediksi akan semakin canggih, termasuk integrasi dengan sistem kesehatan digital dan analisis berbasis AI untuk memberikan rekomendasi yang lebih personal.

Scr/Mashable




Don't Miss