Indonesia kembali mencatat langkah besar di industri aset digital dengan hadirnya Indonesia Crypto Exchange (ICEx).
Platform ini resmi diluncurkan pada 2 April 2026 di The St. Regis Jakarta, menandai babak baru penguatan ekosistem kripto nasional menuju standar global.
Dengan dukungan modal sebesar US$70 juta serta kolaborasi 11 pelaku industri, ICEx hadir sebagai infrastruktur pasar aset kripto terintegrasi pertama di Indonesia yang mengusung standar institusional.
Infrastruktur Tiga Lapis, Lebih Aman dan Terintegrasi
ICEx dibangun dengan pendekatan berbeda dibanding platform kripto konvensional. Sistemnya terdiri dari tiga lapisan utama yang saling terhubung, yaitu bursa, kliring, dan kustodian.
Sebagai regulator dan pengawas pasar, ICEx berperan layaknya bursa efek seperti Nasdaq. Sementara itu, proses penyelesaian transaksi ditangani oleh Crypto Asset Clearing International (CACI), dan penyimpanan aset digital dikelola oleh International Crypto Custodian (ICC).
Model ini membuat seluruh proses mulai dari transaksi, kliring, hingga penyimpanan berjalan dalam satu sistem terpadu. Hasilnya, risiko antar pihak dapat ditekan, transparansi meningkat, dan kepercayaan investor pun semakin kuat.
Didukung 11 Perusahaan Kripto Besar di Indonesia
ICEx tidak berdiri sendiri. Bursa ini dijalankan bersama 11 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) terkemuka di Indonesia, termasuk Tokocrypto, Indodax, dan Upbit Indonesia.
Kolaborasi ini menjadikan ICEx sebagai representasi besar dari volume transaksi kripto nasional, sekaligus memperkuat fondasi pasar domestik yang selama ini dikenal aktif di tingkat ritel.
Menurut Kai Pang, CEO ICEx Group, platform ini tidak hanya membawa identitas Indonesia, tetapi juga ambisi global. ICEx dirancang untuk menjadi pemain penting di kawasan Asia Tenggara dan bersaing di level internasional.
“Indonesia Crypto Exchange hari ini diluncurkan bersama 11 PAKD dengan dukungan modal sebesar US$70 juta. Kami sempat mendiskusikan berbagai opsi penamaan, namun pada akhirnya kami memilih untuk menegaskan asal dan kekuatan yang kami miliki, yaitu Indonesia. Saat ini, Indonesia sedang membangun infrastruktur perdagangan aset kripto berstandar global, dan kami ingin mewujudkannya secara langsung,” ujarnya.
Legal dan Diawasi OJK
Kepercayaan terhadap ICEx juga diperkuat oleh regulasi yang jelas. Platform ini telah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyelenggara bursa aset keuangan digital.
Dengan struktur Self-Regulatory Organization (SRO), ICEx menghadirkan sistem yang memastikan pembagian peran antara regulator dan pelaku industri berjalan lebih efektif. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan kepastian hukum di sektor kripto Indonesia.
Dorong Pertumbuhan Investor dan Ekosistem Kripto
Selama ini, Indonesia dikenal sebagai salah satu pasar dengan tingkat adopsi kripto yang tinggi, terutama di kalangan investor ritel. Kehadiran ICEx diharapkan mampu mendorong transformasi menuju partisipasi institusional yang lebih besar.
Tak hanya itu, infrastruktur ini juga membuka peluang baru, mulai dari efisiensi operasional, inovasi produk, hingga peningkatan daya saing Indonesia di tingkat ASEAN dan global.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi seperti Google Cloud dan lembaga keuangan seperti Bank Mandiri, semakin memperkuat posisi ICEx sebagai fondasi masa depan industri kripto nasional.
Scr/Mashable



















